Oleh: Pastor John Lewar SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik hari ini Selasa 3 Februari 2026.
Tema renungan Katolik hari ini "jangan takut, percaya saja".
Renungan Katolik hari ini untuk hari Selasa Biasa IV, Perayaan fakultatif Santo Blasius, Uskup dan Martir, Santo Ansgarius, Uskup, Santo Gilbertus, Imam, dengan warna liturgi hijau.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Selasa 3 Februari 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Renungan Katolik Selasa 3 Februari 2026, Kujamah Saja Jubah-Nya
"Daud meratapi kematian Absalom."
Waktu melarikan diri, Absalom bertemu dengan anak buah Daud. Saat itu Absalom sedang memacu bagalnya. Ketika bagal itu lewat di bawah jalinan dahan-dahan pohon tarbantin yang besar,
tersangkutlah rambut kepala Absalom pada pohon tarbantin itu, sehingga ia tergantung antara langit dan bumi, sedang bagal yang ditungganginya berlari terus.
dan ditikamnya ke dada Absalom! Waktu itu Daud sedang duduk di antara kedua pintu gerbang sementara penjaga naik ke sotoh pintu gerbang itu, di atas tembok.
Lalu raja berkata kepada Ahimaas, "Pergilah ke samping, berdirilah di situ." Ahimaas pergi ke samping dan berdiri di situ. Kemudian tibalah orang Etiopia itu.
Kata orang Etiopia itu, "Tuanku Raja mendapat kabar yang baik, sebab Tuhan telah memberi keadilan kepadamu pada hari ini! Tuhan melepaskan Tuanku dari tangan semua orang yang bangkit menentang Tuanku."
Tetapi bertanyalah Raja Daud kepada orang Etiopia itu, "Selamatkanlah Absalom, orang muda itu?" Jawab orang Etiopia itu, "Biarlah seperti orang muda itu musuh Tuanku Raja dan semua orang yang bangkit menentang Tuanku untuk berbuat jahat."
Maka terkejutlah raja! Dengan sedih ia naik ke anjung pintu gerbang lalu menangis. Dan beginilah perkataannya sambil berjalan, "Anakku Absalom, anakku! Ah, anakku Absalom,
Pada hari itulah kemenangan menjadi perkabungan bagi seluruh tentara, sebab pada hari itu tentara mendengar orang berkata, "Raja bersusah hati karena anaknya."
Maka pada hari itu tentara Israel masuk kota dengan diam-diam, seperti tentara yang kena malu karena melarikan diri dari pertempuran.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm 86:1-2.3-4.5-6
Ref. Sendengkanlah telinga-Mu, ya Tuhan, dan jawablah aku.
Sendengkanlah telinga-Mu, ya Tuhan dan jawablah aku, sebab sengsara dan miskinlah aku. Peliharalah nyawaku, sebab aku ini orang yang Kaukasihi, selamatkanlah hamba-Mu yang percaya kepada-Mu.
Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari. Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.
Tuhan, Engkau sungguh baik dan suka mengampuni, kasih setia-Mu berlimpah bagi semua yang berseru kepada-Mu. Pasanglah telinga kepada doaku, ya Tuhan, dan perhatikanlah suara permohonanku.
Bait Pengantar Injil Matius 8:17
Ref. Alleluya
Yesus memikul kelemahan kita, dan menanggung penyakit kita.
Bacaan Injil Markus 5:21-43
"Hai anak, Aku berkata kepadamu: Bangunlah!"
Sekali peristiwa, sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau, datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus.
Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup."
Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya. Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.
Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?"
Murid-murid-Nya menjawab: "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?"
Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!"
Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?"
Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!"
Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.
Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring.
Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: "Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!" Tetapi mereka menertawakan Dia.
Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu. Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!"
Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun.
Semua orang yang hadir sangat takjub. Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
"Jangan takut, percaya saja"
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.
Kepercayaan manusia adalah suatu kekuatan yang tak ada duanya.
Kekuatan itulah yang menjadi pendorong bagi Yesus untuk
menyembuhkan, menyelamatkan bahkan membangkitkan orang mati.
Kali ini Yesus berhadapan dengan dua penderita sekaligus, yakni anak
Yairus dan seorang wanita. Putri Yairus itu sakit keras, malah diambang
kematian. Nampaknya putrinya tidak tertolong lagi. Yairus mendatangi
Yesus yang sudah terkenal sebagai penyembuh ajaib. Dan wanita itu
sudah 12 tahun sakit. Dia sungguh sudah putus asa, karena semua
dokter tidak berdaya mengatasi penyakitnya, sedangkan dia sendiri
sudah menghabiskan seluruh hartanya untuk berobat. Dalam keadaan
parah, wanita, datang dan menyentuh jumbai jubah Yesus.
Di sini mau dikatakan, bahwa penderitaan adalah sesuatu yang amat
menyakitkan. Jeritan penderitaan Yairus dan wanita dari kisah ini
mendorong mereka untuk mendekati Yesus. Hal yang luar biasa pada
kedua orang itu adalah kesediaan untuk mendekati Yesus dan percaya
bahwa mereka akan disembuhkan. Kepercayaan mendekatkan mereka
kepada Tuhan dan mereka pun sembuh. Putri Yairus yang sebenarnya
sudah meninggal, dihidupkan kembali oleh Yesus. Wanita itu sembuh dari
pendarahan.
Orang banyak kagum pada Yesus. Mereka takjub atas apa yang diperbuat
Yesus. Bagi mereka Yesus tidak hanya berkuasa mengusir setan,
menyembuhkan orang sakit dan meredakan angin ribut. Ia bahkan juga
berkuasa untuk membangkitkan orang mati. Ia lebih berkuasa daripada
kematian. Kuasa Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus adalah kuasa
kehidupan. Satu hal yang diminta oleh Yesus kepada Yairus adalah
kepercayaan: “Jangan takut, percaya saja”.
Yairus dan wanita yang sakit pendarahan menjadi gambar orang yang
percaya kepada Yesus. Keduanya merupakan gambar kontras terhadap
gambaran kedua belas murid yang takut dan tidak percaya (Markus 4:
35-40). Mereka menjadi gambar seorang murid yang menaruh
kepercayaan mereka seutuhnya pada Yesus.
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.
Sebagai orang beriman, kita sering dihadapkan pada aneka macam
persoalan kehidupan yang menuntut adanya kepercayaan dan
penyerahan total kepada Allah. Sebagian dari kita, berani untuk berserah
kepada Allah. Tetapi tidak sedikit dari kita yang bimbang. Kita sering
ragu-ragu dan kurang yakin akan kemahakuasaan Allah. Tidak sedikit di
antara kita yang sudah bertahun-tahun menjadi murid Kristus, namun
saat mengalami aneka macam persoalan, pergi ke paranormal, ke dukun
atau orang pintar.
Tak jarang kita kita lebih percaya pada mantra-mantra
daripada kekuatan doa. Terkadang juga kita menyingkirkan dan
meragukan peranan Allah. Iman kita sering lalu lalang di sekitar bibir dan
mulut, sementara hati kita penuh kebimbangan dan keraguan.
Beranikah kita seperti Yairus dan wanita yang menderita pendarahan
menyerahkan segala persoalan hidup kepada Yesus? Atau kita lari kepada
orang pintar, dukun atau paranormal yang lebih memberi kepastian dan
bisa dilihat mata kita sendiri?
Doa:
Ya Tuhan, datanglah, sembuhkan, gairahkan dan hidupkanlah jiwa dan
raga kami yang sedang sakit, lesuh dan tidak berdaya, agar kami mampu
menatap dan bergelut dengan kehidupan yang penuh tantangan serta
cobaan masa kini...Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Selasa. Salam doa dan berkatku
untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan
Putera dan Roh Kudus....Amin. (Sumber Pastor John Lewar SVD/The katolik.com/kgg).