Renungan Katolik Selasa 3 Februari 2026, Kujamah Saja Jubah-Nya
February 03, 2026 09:47 AM

Oleh: Bruder Pio Hayon SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Selasa 3 Februari 2026.

Tema renungan Katolik “kujamah saja jubahNya”

Renungan Katolik untuk hari Selasa Biasa IV, Perayaan fakultatif Santo Blasius, Uskup dan Martir, Santo Ansgarius, Uskup, Santo Gilbertus, Imam, dengan warna liturgi hijau.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Selasa 3 Februari 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 3 Februari 2026, Iman yang Rendah Hati

Bacaan Pertama 2 Samuel 18:9-10.14b.24-25a.30-19:3

"Daud meratapi kematian Absalom."

Waktu melarikan diri, Absalom bertemu dengan anak buah Daud. Saat itu Absalom sedang memacu bagalnya. Ketika bagal itu lewat di bawah jalinan dahan-dahan pohon tarbantin yang besar,

tersangkutlah rambut kepala Absalom pada pohon tarbantin itu, sehingga ia tergantung antara langit dan bumi, sedang bagal yang ditungganginya berlari terus. 

dan ditikamnya ke dada Absalom! Waktu itu Daud sedang duduk di antara kedua pintu gerbang sementara penjaga naik ke sotoh pintu gerbang itu, di atas tembok. 

Lalu raja berkata kepada Ahimaas, "Pergilah ke samping, berdirilah di situ." Ahimaas pergi ke samping dan berdiri di situ. Kemudian tibalah orang Etiopia itu. 

Kata orang Etiopia itu, "Tuanku Raja mendapat kabar yang baik, sebab Tuhan telah memberi keadilan kepadamu pada hari ini! Tuhan melepaskan Tuanku dari tangan semua orang yang bangkit menentang Tuanku." 

Tetapi bertanyalah Raja Daud kepada orang Etiopia itu, "Selamatkanlah Absalom, orang muda itu?" Jawab orang Etiopia itu, "Biarlah seperti orang muda itu musuh Tuanku Raja dan semua orang yang bangkit menentang Tuanku untuk berbuat jahat." 

Maka terkejutlah raja! Dengan sedih ia naik ke anjung pintu gerbang lalu menangis. Dan beginilah perkataannya sambil berjalan, "Anakku Absalom, anakku! Ah, anakku Absalom,

Pada hari itulah kemenangan menjadi perkabungan bagi seluruh tentara, sebab pada hari itu tentara mendengar orang berkata, "Raja bersusah hati karena anaknya."

Maka pada hari itu tentara Israel masuk kota dengan diam-diam, seperti tentara yang kena malu karena melarikan diri dari pertempuran.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 86:1-2.3-4.5-6

Ref. Sendengkanlah telinga-Mu, ya Tuhan, dan jawablah aku.

Sendengkanlah telinga-Mu, ya Tuhan dan jawablah aku, sebab sengsara dan miskinlah aku. Peliharalah nyawaku, sebab aku ini orang yang Kaukasihi, selamatkanlah hamba-Mu yang percaya kepada-Mu.

Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari. Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.

Tuhan, Engkau sungguh baik dan suka mengampuni, kasih setia-Mu berlimpah bagi semua yang berseru kepada-Mu. Pasanglah telinga kepada doaku, ya Tuhan, dan perhatikanlah suara permohonanku.

Bait Pengantar Injil Matius 8:17

Ref. Alleluya

Yesus memikul kelemahan kita, dan menanggung penyakit kita.

Bacaan Injil Markus 5:21-43

"Hai anak, Aku berkata kepadamu: Bangunlah!"

Sekali peristiwa, sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau, datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. 

Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup." 

Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya. Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.

Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. 

Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. 

Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?"

Murid-murid-Nya menjawab: "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?" 

Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!"

Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?" 

Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!"

Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus. 

Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring.

Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: "Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!" Tetapi mereka menertawakan Dia. 

Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu. Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!" 

Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun.

Semua orang yang hadir sangat takjub. Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

“Kujamah saja jubahNya”

Saudari/a terkasih dalam Kristus 

Salam sejahtera untuk kita semua. Hari ini, kita merenungkan kekuatan iman dan pengharapan melalui bacaan yang diambil dari 2 Samuel dan Injil Markus. Dalam konteks kisah Raja Daud dan peristiwa penyembuhan wanita yang tersentuh jubah Yesus, kita diajak untuk melihat betapa besarnya kuasa iman dan bagaimana kepercayaan kita kepada Tuhan dapat mengubah hidup kita. Mari kita gali makna dari "kujamah saja jubah-Nya."

Saudari/a terkasih 

Bacaan I: 

Pada perikope bacaan ini (2 Samuel 18:9-10, 14b, 24-25a, 30-19:3), kita melihat Raja Daud yang berduka atas kematian putranya, Absalom. Meskipun Absalom memberontak, kasih sayang Daud sebagai ayah tetap mendalam. Ini menggambarkan kompleksitas kasih, pengorbanan, dan kesedihan yang dirasakan manusia ketika menghadapi kehilangan. Bacaan ini mengingatkan kita bahwa dalam saat-saat kesedihan, kita diundang untuk mengingat kasih Allah yang tidak pernah surut.

Sedangkan dalam bacaan Injil (Mrk. 5:21-43) mengisahkan tentang dua kisah yang terjalin: pengobatan seorang wanita yang mengalami pendarahan dan kebangkitan anak Yairus. Wanita ini memiliki iman yang luar biasa, merasa bahwa jika ia hanya menjamah jubah Yesus, ia akan sembuh. Yesus menanggapi iman ini dengan tindakan penyembuhan. Kisah ini mengingatkan kita bahwa iman yang tulus dapat membawa perubahan nyata dalam hidup kita, terlepas dari situasi yang kita hadapi.

Maka poin-poin refleksi dari permenungan hari ini adalah tentang “Kekuatan Iman yang Mendorong Tindakan”: Wanita yang berani menjamah jubah Yesus menunjukkan sebuah iman yang aktif dan penuh keberanian. Apakah kita memiliki iman yang mendorong kita untuk bertindak? Renungkan tentang situasi dalam hidup kita di mana kita perlu mempercayakan diri kepada Tuhan dan percaya bahwa tindakan kecil kita dapat membawa berkat besar.

“Kesedihan dan Penghiburan dalam Tuhan”: Kisah Daud mengingatkan kita bahwa kesedihan adalah bagian dari perjalanan hidup. Bagaimana kita mengatasi waktu-waktu sulit dalam hidup kita? Pikirkan tentang cara kita bisa menemukan penghiburan di dalam kasih Allah, dan bagaimana pengalaman kesedihan itu bisa menjadi sarana bagi kita untuk lebih dekat dengan-Nya dan memahami kasih-Nya yang tak terhingga.

“Mengandalkan Kasih dan Kuasa Kristus”: Yesus menunjukkan betapa besar kuasa-Nya untuk menyembuhkan dan memberikan hidup. Sejauh mana kita bersedia mengandalkan kasih dan kuasa-Nya dalam setiap aspek hidup kita? Renungkan tentang area dalam hidup kita yang mungkin kita anggap tidak mungkin, dan bagaimana kita bisa menyerahkannya kepada Kristus, mempercayakan-Nya dalam kondisi kita yang paling rentan.

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Pesan untuk kita, pertama:  kisah "kujamah saja jubah-Nya" adalah panggilan bagi kita untuk memiliki iman yang aktif dan berani. Mari kita ingat bahwa dalam setiap kesedihan dan tantangan, kita memiliki Tuhan yang siap mendengarkan dan mengulurkan tangan-Nya kepada kita. Kedua, dengan percaya dan mendekat kepada-Nya, kita dapat menemukan pengharapan, penyembuhan, dan kebangkitan dalam hidup kita. Ketiga, semoga iman kita semakin bertumbuh dan membara, dan kita dapat berpengaruh bagi orang lain dengan membawa kasih Kristus ke dalam dunia.  Tuhan memberkati kita. (Sumber Bruder Pio Hayon SVD/The katolik.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.