TNI Benahi Jembatan Gantung 37 Meter Hubungkan Matakali-Polewali
February 03, 2026 09:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Jembatan gantung sepanjang 37 meter di Dusun Bulubawang, Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), mulai dibenahi, Selasa (3/2/2026).

Jembatan ini menghubungkan antara Dusun Bulubawang dengan Kelurahan Manding, Kecamatan Polewali.

Selama ini, jembatan tersebut menjadi jalur utama aktivitas masyarakat, seperti pelajar, petani, dan para pekerja yang hendak ke kota.

Baca juga: BREAKING NEWS: Jembatan Gantung di Kalumpang Mamuju Roboh saat Diperbaiki, 3 Warga Jadi Korban

Baca juga: Kondisi Warga Kalumpang yang Jatuh saat Jembatan Gantung Ambruk

Kondisinya cukup memprihatinkan, kayu dan tali jembatan mulai lapuk termakan usia.

Bentangan jembatan ini sepanjang 37 meter, lebar 1,2 meter, dengan ketinggian sekitar 1,5 meter dari badan sungai.

Akses Vital Warga dan Peran TNI

Jembatan ini direnovasi oleh prajurit TNI dari Kodim 1402/Polman melalui program Jembatan Gantung Perintis Garuda.

Kepala Desa Patampanua, Mohammad Yusuf, mengaku bersyukur atas pembangunan jembatan ini.

Menurutnya, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi perekonomian masyarakat, termasuk bagi anak sekolah.

Yusuf menyebut sebelumnya masyarakat telah membangun jembatan secara swadaya.

Namun kondisinya sudah tidak layak dan membahayakan keselamatan warga.

"Sudah pernah ada warga jatuh ke sungai karena kondisi jembatan lama sangat memprihatinkan," kata Yusuf kepada wartawan.

Ia menyampaikan warga cukup antusias menyambut kehadiran para prajurit TNI dari Kodim Polman.

Baca juga: Anak SD di Mamasa Nyaris Meregang Nyawa Jatuh ke Sungai, Jembatan Gantung Ambruk saat Menuju Sekolah

Warga secara sukarela ikut melaksanakan kerja bakti bersama personel TNI sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan infrastruktur desa.

Sementara itu, Komandan Kodim 1402/Polman, Letkol Inf Ikhwan Arifin, menyampaikan perbaikan ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional.

Proyek tersebut dilaksanakan oleh TNI untuk mendukung konektivitas dan akses masyarakat di wilayah pedesaan.

Disebutkan, pembangunan telah memasuki tahap awal berupa pengukuran lokasi dan penggalian abutment.

“Ini merupakan jembatan perintis Garuda pertama yang dibangun di Polman," kata Letkol Inf Ikhwan Arifin.

Ia menjelaskan, jembatan dirancang untuk menunjang aktivitas masyarakat secara aman dan berkelanjutan.

Jembatan gantung, penyeberangan warga di Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Polman, akan segera dibangun jembatan permanan, mulai tahun ini, Senin (10/6/2024).
Jembatan gantung, penyeberangan warga di Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Polman, akan segera dibangun jembatan permanan, mulai tahun ini, Senin (10/6/2024). (Tribuners / Kasman)

Pembangunannya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat umum demi kelancaran aktivitas sehari-hari.

Partisipasi warga, kata Ikhwan, sangat diharapkan, khususnya melalui kegiatan kerja bakti bersama personel TNI.

"Jembatan ini untuk masyarakat, kita berharap partisipasi warga untuk bersama-sama gotong royong selama proses pembangunan," lanjutnya.

Ikhwan juga menambahkan bahwa ke depan masih terdapat beberapa titik lain yang direncanakan akan dibangun jembatan serupa.

Saat ini, pihaknya telah mendata dan mengajukan sekitar 45 unit jembatan, baik jenis jembatan gantung maupun jembatan Aramco.

Semoga seluruh usulan tersebut, lanjut Ikhwan, dapat terealisasi melalui dukungan pemerintah pusat.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.