Kepala BGN: Gedung Putih hingga Rockefeller Institute Tertarik Pelajari MBG
kumparanBISNIS February 03, 2026 09:57 AM
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Indonesia mulai menarik perhatian internasional. Gedung Putih (White House) dan Rockefeller Institute disebut ingin mempelajari skema MBG yang dinilai unik karena mampu dijalankan secara masif dan cepat dengan melibatkan banyak mitra di dalam negeri.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan, ketertarikan tersebut muncul setelah perwakilan Rockefeller Foundation datang langsung dan berdiskusi dengan Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan itu, MBG dinilai sebagai pendekatan baru yang belum pernah diterapkan di negara lain.
“Ya, sebetulnya ketika dari Rockefeller Foundation itu datang, kan, saya diminta Pak Presiden untuk menemani makan malam dan yang bersangkutan berbincang langsung juga dengan Pak Presiden di depan kami dan memang mereka menilai bahwa apa yang dilakukan oleh Indonesia termasuk dengan metode yang baru pertama kali dilakukan di dunia, ya, di mana pelaksanaan MBG bisa melibatkan demikian banyak mitra dan bisa berjalan demikian cepat, dan saya kira itu menjadi kajian yang cukup menarik bagi mereka,” kata Dadan kepada wartawan usai Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Senin (2/2).
Menurut Dadan, MBG terus dipantau karena tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi secara signifikan.
“Yang jelas memang kita sekarang dipantau terutama dengan program ini kan terlihat, ya, bahwa selain kita melakukan intervensi pemenuhan gizi tapi juga ekonomi di masyarakat bergerak kencang karena uang yang kita turunkan langsung ke bawah,” ungkapnya.
Dadan memaparkan sepanjang Januari saja, BGN telah menyalurkan anggaran hingga Rp 19,5 triliun. Dana tersebut mengalir langsung ke masyarakat dan memicu aktivitas ekonomi turunan, mulai dari peningkatan kebutuhan bahan pangan hingga tumbuhnya wirausaha baru.
Perbesar
Siswa membawa ompreng paket Makan Begizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Tamansari, Kabupaten Bogor, Selasa (16/12/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
“Dan sampai saat ini saja Badan Gizi sudah mengeluarkan Rp 19,5 triliun untuk bulan Januari. Dan itu menggerakkan roda ekonomi, tidak hanya kebutuhan bahan baku meningkat tapi juga faktor ikutannya,” kata dia.
Dadan mencontohkan, kebutuhan operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut mendorong munculnya usaha-usaha baru, termasuk di sektor non-pangan seperti sabun. Satu SPPG disebut membutuhkan sekitar 25 liter sabun per hari, sehingga membuka peluang usaha baru di berbagai daerah.
Di sisi lain, BGN juga terus memperbaiki tata kelola pelaksanaan MBG. Dadan menyampaikan, Presiden Prabowo memberikan arahan agar percepatan program tetap dibarengi dengan peningkatan kualitas dan keamanan pangan.
Saat ini, MBG telah ditopang oleh 22.275 SPPG yang melayani sekitar 60,7 juta penerima manfaat. Ke depan, BGN akan membentuk tim akreditasi dan sertifikasi untuk memastikan seluruh SPPG memenuhi standar yang ditetapkan, termasuk pengelompokan kualitas dari nilai A hingga C.
Di tengah perluasan program, BGN juga melakukan evaluasi menyusul adanya laporan keracunan makanan di Kudus. Dadan menyampaikan permohonan maaf sekaligus memastikan langkah tegas terhadap SPPG yang melanggar prosedur.
“Ya, pertama saya sebagai kepala Badan Gizi Nasional meminta maaf kepada para penerima manfaat yang mengalami kejadian yang kurang menyenangkan dan kami sudah melakukan investigasi, analisis untuk beberapa SPPG yang mengalami kejadian,” kata dia.
Beberapa SPPG disebut akan diberikan peringatan keras atau “kartu kuning”, terutama karena penggunaan bahan baku dari luar yang tidak terawasi proses pengolahannya. Selain itu, BGN juga akan mengevaluasi dan membatasi menu tertentu yang berisiko jika disajikan dalam skala besar.
Gedung Putih dan Rockefeller Institute Nilai MBG Investasi Jangka Panjang
Sebelumnya, Prabowo menegaskan bahwa MBG menarik perhatian langsung dari pakar internasional, termasuk dari Gedung Putih.
“Saya hanya ingin memberi tahu, saudara-saudara, saya baru satu hari yang lalu, para ahli pakar dari White House sedang mempelajari MBG kita ini. Sedang mempelajari MBG kita sendiri. Tiga bulan, empat bulan yang lalu saya terima rombongan dari Rockefeller Institute datang ke saya,” kata Prabowo dalam pidatonya saat membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah pagi tadi.
Prabowo menekankan, berdasarkan penilaian Rockefeller Institute, investasi pada program makan bergizi memberikan dampak ekonomi berlipat ganda dalam jangka panjang. Ia juga menyoroti kontribusi MBG dalam penciptaan lapangan kerja, yang disebut telah mencapai sekitar 1 juta orang dari operasional dapur SPPG yang ada saat ini.
MBG ditargetkan terus diperluas hingga menjangkau 82 juta penerima manfaat paling lambat Desember 2026, seiring dengan penambahan dapur SPPG dan integrasi dengan program sosial lainnya.