TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas mempercepat transformasi digital dengan meluncurkan Portal Banyumas PAS, sebuah platform super apps yang mengintegrasikan 54 jenis layanan publik dalam satu akses tunggal.
Inovasi ini memangkas birokrasi konvensional, memungkinkan warga mengurus administrasi—mulai dari kartu pencari kerja hingga pemantauan bantuan sosial—hanya melalui perangkat ponsel pintar.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyumas, Budi Nugroho, menegaskan bahwa portal ini dirancang dengan konsep single access untuk menghindari tumpang tindih aplikasi di tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Masyarakat tidak perlu lagi mengunduh banyak aplikasi berbeda. Cukup satu klik untuk mengakses semuanya, mulai dari kesehatan, perizinan, hingga bursa kerja," ujar Budi kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (3/2/2026).
Baca juga: Wajah Baru Layanan Publik di Banyumas: Bikin Kartu Kerja Tak Perlu ke Kantor Dinas, Cukup Satu Klik
Memangkas Jarak Birokrasi
Manfaat nyata aplikasi ini dirasakan oleh Leon Pangestu (25), seorang pencari kerja asal Purwokerto. Semula, ia berencana mendatangi kantor dinas secara fisik untuk mengurus kartu kuning (AK-1).
Namun, melalui Portal Banyumas PAS, ia diarahkan untuk mengisi data secara digital dan dialihkan ke Mall Pelayanan Publik (MPP) yang lebih dekat.
"Jujur, awalnya asing, tapi ternyata sangat membantu. Seperti membawa kantor pemerintahan dalam genggaman," kata Leon.
Transparansi Sosial dan Pantauan Real-Time
Selain layanan administrasi, portal ini memiliki fungsi sosial yang unik melalui etalase program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Melalui sistem "Doyong Dadi Bombong," masyarakat dapat berpartisipasi membantu warga kurang mampu secara transparan.
Dari sisi internal, sistem ini juga berfungsi sebagai instrumen pengawasan kinerja pemerintah:
Sistem Cashless: Transaksi diarahkan non-tunai untuk meminimalkan kebocoran anggaran.
Keamanan Data: Sistem telah menerapkan standar ISO 27001 dan audit berkala.
Baca juga: PSIS Semarang Tunjuk Alfredo Vera Jadi Direktur Teknik, Targetkan Perombakan Filosofi Tim
Fokus pada Kualitas, Bukan Kuantitas
Meski telah mencapai Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebesar 4,5 (Kategori Baik), Sadewo Tri Lastiono menekankan bahwa esensi smart city bukan terletak pada banyaknya aplikasi yang dibuat.
"Smart city itu bukan soal pamer aplikasi, tapi manfaatnya. Saya ingin tidak perlu banyak aplikasi, cukup satu tapi menyediakan semuanya," tegas Sadewo.
Ia menginstruksikan seluruh OPD untuk mengevaluasi aplikasi yang tumpang tindih dan memastikan layanan tersebut benar-benar digunakan oleh masyarakat.
Saat ini, Portal Banyumas PAS sudah dapat diunduh melalui Android dan iOS, serta diakses melalui laman resmi pemerintah daerah.
Ke depan, pemerintah berkomitmen terus menambah integrasi layanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan organisasi. (jti)
Baca juga: Petugas Pemadam Masih Berjibaku, Api yang Membakar Rita Pasaraya Cilacap Mulai Merambat ke Pemukiman