4 Berita Populer Padang: Rumah Warga Hancur Diterjang Banjir, Penyintas Banjir Mulai Hidup dari Nol
February 03, 2026 11:27 AM

Arus deras membawa kayu, batu, dan tanah hingga merobohkan seluruh bangunan.

Kemudian, harga emas di Pasar Raya Padang turun tajam pada awal Februari 2026.

Harga terbaru tercatat Rp 2.600.000 per gram di sejumlah toko emas.

Selanjutnya, update kehidupan penyintas banjir yang telah menempati bangunan hunsela di Kapalo Koto, Padang.

1. Baru Berdiri 5 Tahun, Rumah Hasil Bajak Sawah Jamalus di Pasar Lalang Padang Hancur Diterjang Banjir

DEBIT AIR NAIK - Penampakan rumah Jamalus usai dihantam debit air naik di Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Senin (2/2/2026). Kejadian naas itu terjadi keempat kalinya di daerah tersebut, mulai tanggal 28 November 2025, 14 Desember 2025, 2 Januari 2026 dan 31 Januari 2026. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Rumah hasil jasa bajak sawah milik Jamalus lenyap seketika usai dihantam debit air sungai yang melimpah di Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sabtu (31/1/2026) lalu.

Kejadian naas itu terjadi keempat kalinya di daerah tersebut, mulai tanggal 28 November 2025, 14 Desember 2025, 2 Januari 2026 dan 31 Januari 2026.

Rumah milik Jamalus tak lagi kuat menahan terjangan debit air pada kejadian keempat itu. Dinding, tiang-tiang penyangga dan semua barang-barang di rumah tak bersisa akibat tersapu air.

Tak sekedar air yang menerjang, namun ikut membawa material seperti kayu besar, batu dan tanah.

Semua itu dipicu oleh meningkatnya debit air usai hujan beberapa saat. Bahkan tanggul yang semula sudah dibuat menggunakan tumpukan material galian sungai, tak mampu lagi membendung amarah air.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Intai Sumbar Sore Ini, Lubuk Basung hingga Lengayang Waspada Hujan Lebat dan Angin

"Habis semua, rumah saya rata dengan tanah," ungkapnya dengan pandangan kosong kepada TribunPadang.com, Senin (2/2/2026).

Ketika kejadian, Jamalus sedang membajak sawah milik orang lain. Sedang asik bekerja, teleponnya berdering dengan kabar duka dari istrinya.

Rumah yang sudah ia bangun dengan jerih payah, seketika roboh, berlalu dengan aliran air.

Perasaan Jamalus campur aduk, segera meninggalkan pekerjaan dan langsung bergegas ke rumah.

DEBIT AIR NAIK - Jamalus pemilik rumah yang hancur usai dihantam debit air naik di Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Senin (2/2/2026). Rumah hasil jasa bajak sawah milik Jamalus lenyap seketika usai dihantam debit air sungai yang melimpah.
DEBIT AIR NAIK - Jamalus pemilik rumah yang hancur usai dihantam debit air naik di Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Senin (2/2/2026). Rumah hasil jasa bajak sawah milik Jamalus lenyap seketika usai dihantam debit air sungai yang melimpah. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Istri dan Anak Jamalus Sempat Terjebak Saat Kejadian

Kejadian ketika ini, hampir menambah duka bagi Jamalus. Istri dan anaknya sempat terjebak di dalam rumah.

Namun beruntung, nasib baik menghampiri mereka. Istri dan anaknya berhasil keluar dengan selamat.

Baca juga: Tomas Trucha Akui Duel PSM vs Semen Padang Tak Akan Mudah, Waspada Ambisi Bangkit Kabau Sirah

Warga sekitar juga membantu, akhirnya perasaan Jamalus kembali lega. Tetapi, tidak untuk rumah yang sudah ia bangun dengan hasil jerih payah selama beberapa tahun.

"Anak istri saya sempat terjebak saat air dan material masuk ke rumah, beruntung masih bisa selamat," pungkasnya.

DEBIT AIR NAIK - Penampakan rumah Jamalus usai dihantam debit air naik di Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Senin (2/2/2026). Jamalus sebut rumah hasil jasa bajak sawahnya hancur seketika.
DEBIT AIR NAIK - Penampakan rumah Jamalus usai dihantam debit air naik di Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Senin (2/2/2026). Jamalus sebut rumah hasil jasa bajak sawahnya hancur seketika. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Kejadian Keempat

Sudah empat kali, kejadian serupa terulang di Pasar Lalang. Kejadian pertama, rumah Jamalus masih mampu bertahan.

Begitupun dengan kejadian kedua. Pada kejadian ketiga, material yang terbawa oleh arus air cukup banyak.

Rumahnya dipenuhi material kayu, tanah dan batu. Perlahan-lahan ia membersihkan, merajut ulang harapan untuk kehidupan.

Baca juga: Hendrajoni Loncat ke PSI, Pengamat: Kader Partai Kini Tak Ideologis, Kejar Kepentingan Jangka Pendek

Sedangkan di depan rumah, batu besar berserakan, menutupi halaman dan jalur keluar masuk.

Bahkan, Jamalus menghabiskan waktu seminggu untuk membersihkan material tersebut.

Usai selesai, keluarga itu kembali menetap, dengan perasaaan harap cemas setiap kali hujan datang.

"Sudah berhasil dibersihkan usai bencana ketiga tanggal 2 Januari 2026 itu, bahkan kami tinggal di sana. Tapi, tidak tahu kalau terulang lagi seperti ini," kata Jamalus dengan tangan kanan menggaruk kepala.

DEBIT AIR NAIK - Penampakan rumah Jamalus usai dihantam debit air naik di Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Senin (2/2/2026).
DEBIT AIR NAIK - Penampakan rumah Jamalus usai dihantam debit air naik di Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Senin (2/2/2026). (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Rumah Hasil Jasa Bajak Sawah

Rumah Jamalus sudah dibangun sejak lima tahun lalu, tepatnya pada 2021 menggunakan uang hasil jerih payahnya.

Sehari-hari, ia menyediakan jasa membajak sawah orang. Sedikit demi sedikit ia sisihkan di samping kebutuhan keluarga.

Baca juga: Harga Emas di Pasar Raya Padang Anjlok Parah ke Rp 2,6 Juta per Gram, Cek Rincian Harga Terbaru

Tapi, semuanya sirna, bersamaan dengan kenangan selama ini. Bahkan, tak tahu lagi berkata apa setelah hancur dengan semua barang-barang milik Jamalus.

"Tak tahu lagi berkata apa, rumah itu hasil usaha saya membajak sawah, sudah lima tahun berdiri," tambahnya sembari memaksakan tertawa.(*)

2. Harga Emas di Pasar Raya Padang Anjlok Parah ke Rp 2,6 Juta per Gram, Cek Rincian Harga Terbaru

HARGA EMAS ANTAM - Customer service Bank BNI Syariah menunjukkan logam mulia emas ukuran 100 gram di banking hall di Jakarta Selatan, Senin (16/12/2013).
HARGA EMAS PADANG - Ilustrasi emas. Harga emas dilaporkan mengalami terjun bebas alias terkoreksi cukup dalam pada awal Februari 2026 ini di Pasar Raya Padang. (Tribunnews.com/Herudin)

Kabar mengejutkan datang dari pasar logam mulia di Kota Padang, Sumatera Barat.

Harga emas dilaporkan mengalami terjun bebas alias terkoreksi cukup dalam pada awal Februari 2026 ini.

Penurunan harga ini tentu menjadi sorotan warga, terutama bagi mereka yang terbiasa berinvestasi dalam bentuk perhiasan maupun emas batangan.

Harga emas yang sebelumnya sempat melambung tinggi di atas angka Rp 3 juta, kini merosot signifikan di sejumlah toko emas di kawasan Pasar Raya Padang.

Datuak Mahkota, pemilik Toko Emas Mahkota di Pasar Raya Padang, mengonfirmasi bahwa tren penurunan ini terjadi cukup cepat dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga: Alasan Bupati Pessel Hendrajoni Pindah ke PSI, Pakar Unand Duga Mantan Ketua NasDem Sumbar Kecewa

Menurut penuturannya, harga emas di tokonya saat ini sudah menyentuh angka Rp 2.600.000 per gram. 

Angka ini merupakan salah satu titik terendah dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir.

"Iya, harga emas hari ini turun menjadi Rp 2.600.000 per gram," ungkap Datuak Mahkota saat dihubungi, Senin (2/2/2026).

Mengutip data terbaru dari laman resmi Pegadaian dan Galeri 24 untuk harga emas hari ini, Senin (2/2/2026):

  • Emas Antam: Rp 1.550.000 per gram.
  • Emas Galeri 24: Rp 1.520.000 per gram.
  • Emas UBS: Rp 1.525.000 per gram.

Baca juga: Main HP saat Berkendara Siap-siap Ditindak, Polres Payakumbuh Beberkan 9 Sasaran Operasi Keselamatan

Perlu dicatat bahwa harga emas di toko emas lokal (emas perhiasan/murni kadar tinggi) seringkali memiliki standar harga yang berbeda dengan emas batangan bersertifikat Antam di Pegadaian karena faktor ongkos cetak dan kebijakan pasar daerah.

Menurut keterangannya, harga jual emas murni pada hari ini berada di angka Rp 2.780.000 per gram.

"Untuk harga emas hari ini Rp 2.780.000 per gram," ujar Alifa saat dihubungi, Minggu (1/2/2026).

Angka tersebut menunjukkan selisih yang sangat mencolok jika dibandingkan dengan pergerakan harga pada tengah pekan lalu.

Baca juga: Spartacks Optimis Kabau Sirah Bawa Pulang Tiga Poin dari Kandang PSM Makassar

Alifa mengungkapkan bahwa pada hari Kamis kemarin, harga emas murni di tokonya masih berada di angka yang fantastis.

Tercatat, pada Kamis tersebut harga emas murni mencapai Rp 3.020.000 per gram.

"Hari Kamis kemarin harga emas sudah capai Rp 3.020.000," tutupnya.(*)

3. Penyintas Banjir di Kapalo Koto Mulai Hidup dari Nol di Hunsela, Bangkit dari Bayang-Bayang Bencana

Dentuman palu yang beradu dengan kayu memecah keheningan di kawasan hunian sementara layak (Hunsela) Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Senin (2/2/2026).

Di sana, denyut kehidupan baru mulai berdetak, mencoba menghapus trauma panjang akibat banjir bandang yang menghantam permukiman warga pada penghujung tahun 2025 lalu.

Kondisi Hunsela Kapalo Koto

HUNSELA- Warga Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang telah menempati Hunsela dan memulai menata hidup kembali pasca bencana, Senin (2/2/2026).
HUNSELA- Warga Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang telah menempati Hunsela dan memulai menata hidup kembali pasca bencana, Senin (2/2/2026). (TribunPadang.com/Mg Anisa Eka Putri)

Pantauan reporter TribunPadang.com, Arif Ramanda di lokasi menunjukkan kesibukan yang tak henti sejak pagi hari.

Sejumlah prajurit TNI masih tampak berjibaku membangun fasilitas sanitasi, termasuk jamban (WC) umum bagi warga.

Di sudut lain, warga saling bahu-membahu bergotong-royong merapikan area hunsela sembari mulai mencicil pembangunan hunian tetap (Huntap).

Baca juga: 10 Huntap di Kapalo Koto Mulai Dibangun, Pemko Padang Juga Siapkan 600 Unit di Tiga Lokasi

Material bangunan berupa gundukan pasir dan tumpukan batu kali sudah tersusun di beberapa titik.

Material ini menjadi simbol harapan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal agar bisa segera memiliki hunian yang lebih permanen dan kokoh di masa depan.

Di dapur umum, aktivitas memasak masih terus berlangsung.

Deretan perlengkapan masak yang tertata rapi menunjukkan bahwa kebutuhan dasar pangan warga masih menjadi prioritas utama dalam masa transisi ini.

Kehidupan kolektif di pengungsian perlahan bergeser menjadi kehidupan komunitas yang mulai tertata.

Penyintas Banjir Lebih Tenang di Hunsela

HUNSELA- Penampakan bangunan hunian sementara korban banjir bandang di Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, yang sudah ditempati, Senin (2/2/2026)
HUNSELA- Penampakan bangunan hunian sementara korban banjir bandang di Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, yang sudah ditempati, Senin (2/2/2026) (TribunPadang.com/Mg Anisa Eka Putri)

Endrawati, salah seorang penyintas asal Kelurahan Kapalo Koto, telah menghuni unit hunsela miliknya sejak diresmikan pada Senin pekan lalu.

Bagi Endrawati, pindah ke hunian sementara bukan sekadar berpindah tempat tidur, melainkan upaya untuk berdamai dengan kenyataan pahit yang menimpanya.

"Kami mulai menata hidup di sini, berangsur-angsur mencoba mencari kedamaian dengan keadaan yang ada," ujar Endrawati.

Baca juga: Warga Kapalo Koto Keluhkan Minimnya WC dan Listrik Usai Huni Hunsela, 10 Unit MCK Segera Rampung

Ia mengaku jauh lebih tenang tinggal di bangunan hunsela, dibandingkan harus terus dihantui ketakutan saat berada di rumah lamanya yang terdampak bencana.

Meski kini telah memiliki tempat bernaung yang baru, ikatan emosional dengan rumah lama belum sepenuhnya putus.

Sesekali, Endrawati masih menyempatkan diri untuk menengok dan membersihkan sisa-sisa kenangan di rumahnya yang lama, meskipun ia tahu tempat itu tak lagi aman untuk ditinggali secara menetap.

Trauma akibat banjir bandang akhir tahun lalu memang meninggalkan luka yang dalam secara psikologis.

Bayang-bayang air bah yang meluap masih kerap muncul, terutama saat langit Padang mulai mendung dan rintik hujan turun membasahi bumi.

Hamparan Sawah Dipenuhi Material Sisa Banjir

Masalah ekonomi juga menjadi tantangan besar pascabencana. Lahan sawah yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama warga kini telah berubah wajah secara drastis.

Hamparan hijau itu telah berganti menjadi aliran sungai yang dipenuhi batuan dan material sisa banjir.

"Sawah sudah tidak bisa ditanami lagi, sekarang sudah jadi seperti sungai. Kami dipaksa memutar otak, mencari cara lain agar dapur tetap mengepul dan hidup tetap berlanjut," kata Endrawati.

Baca juga: Akses Jalan Belum Diperbaiki Pasca Ambles, Warga Gotong Royong Buka Jalur Baru di Agam

Secara teknis, Hunsela yang dibangun pemerintah ini memberikan rasa aman yang lebih baik.

Saat hujan deras mengguyur, warga tidak lagi khawatir air akan masuk ke dalam ruangan.

Kehadiran fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang sedang dalam proses pengerjaan juga memberikan optimisme akan terjaganya kualitas kesehatan lingkungan.

Hunsela Jadi Titik Nol Nurhayati untuk Menata Hidup dari Awal

Kisah pilu lainnya datang dari Nurhayati, warga yang rumahnya hilang tersapu arus hingga tak bersisa.

Senin siang, ia tampak sibuk menyiapkan makanan di dalam unit Hunsela yang kini ia huni bersama keluarganya.

Baginya, Hunsela adalah titik nol untuk memulai segalanya dari awal. Menghuni ruang yang terbatas di hunian sementara menuntut warga untuk pandai-pandai beradaptasi.

Nurhayati mengakui bahwa kenyamanan fisik mungkin tidak sebanding dengan rumah yang dulu ia miliki, namun keamanan nyawa adalah prioritas yang tak bisa ditawar.

Baca juga: Tanggul Jebol Picu Air Naik Mendadak di Pasar Lalang Padang, 3 Rumah Hancur Diterjang Batu dan Kayu

Namun, sisi traumatis tetap sulit dihilangkan sepenuhnya. Nurhayati menceritakan bagaimana memori kelam tentang bencana itu akan kembali menyerang pikiran setiap kali hujan turun.

Suara gemuruh air di masa lalu seolah menjadi hantu yang terus membayangi setiap kali cuaca memburuk.

Meskipun demikian, secara umum fasilitas dasar di lokasi Hunsela tersebut dinilai cukup memadai.

Kebutuhan air untuk mandi dan keperluan sanitasi lainnya hingga saat ini masih terpantau aman dan tercukupi bagi seluruh pengungsi.

Kini, warga Kapalo Koto tengah merajut kembali sisa-sisa hidup mereka.

Di antara tumpukan pasir dan batu untuk huntap, terselip doa agar bencana tak lagi menyapa, dan kehidupan yang lebih baik bisa segera terbangun di atas tanah yang baru.

4. Semen Padang FC Tahan PSM Makassar, Dejan Antonic Sebut Performa Tim Makin Matang

BRI SUPER LEAGUE - Skuad Semen Padang FC laga lanjutan pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 melawan PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Senin (2/2/2026). Semen Padang FC dijadwalkan kembali ke Padang dan akan mempersiapkan diri menghadapi Persita Tangerang pada laga kandang berikutnya, yang dinilai krusial dalam upaya memperbaiki posisi di klasemen.
BRI SUPER LEAGUE - Skuad Semen Padang FC laga lanjutan pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 melawan PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Senin (2/2/2026). Semen Padang FC dijadwalkan kembali ke Padang dan akan mempersiapkan diri menghadapi Persita Tangerang pada laga kandang berikutnya, yang dinilai krusial dalam upaya memperbaiki posisi di klasemen. (TribunPadang.com/SPFC)

Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, menyatakan kepuasannya setelah tim asuhannya berhasil menahan imbang PSM Makassar tanpa gol pada lanjutan pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026.

Hasil tersebut dinilai telah memenuhi target tim saat bertandang ke Sulawesi Selatan.

Dejan mengungkapkan, sebelum laga dirinya memang menargetkan setidaknya satu poin dari kandang PSM Makassar. Meski demikian, ia mengakui Semen Padang FC sempat memiliki peluang untuk meraih kemenangan.

“Kami datang ke sini dengan target satu poin dan itu berhasil kami dapatkan. Memang ada peluang untuk meraih tiga poin, tapi mungkin kesempatan itu akan datang di pertandingan lain,” ujar Dejan usai laga, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, yang paling penting adalah menjaga mental positif tim. Dari dua pertandingan tandang terakhir, Semen Padang FC mampu mengoleksi dua poin, sebuah modal penting untuk melanjutkan kompetisi.

Baca juga: Gagal Menyalip, Pemotor Vario Tewas Usai Adu Banteng Lawan Jupiter MX di Palupuh Agam

BRI SUPER LEAGUE - Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic (kiri), didampingi pemain Kasim Botan (tengah), saat memberikan keterangan pers usai laga lanjutan pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 melawan PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Senin (2/2/2026). Pada pertandingan tersebut, Semen Padang FC sukses mencuri satu poin setelah bermain imbang 0-0 dalam laga yang berlangsung ketat dan alot.
BRI SUPER LEAGUE - Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic (kiri), didampingi pemain Kasim Botan (tengah), saat memberikan keterangan pers usai laga lanjutan pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 melawan PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Senin (2/2/2026). Pada pertandingan tersebut, Semen Padang FC sukses mencuri satu poin setelah bermain imbang 0-0 dalam laga yang berlangsung ketat dan alot. (TribunPadang.com/SPFC)

“Tim harus tetap positif. Dari dua laga tandang kami mendapatkan dua poin. Sekarang fokus kami adalah pertandingan kandang melawan Persita Tangerang minggu depan,” katanya.

Dejan juga menilai performa anak asuhnya cukup menjanjikan. Ia menyebut Semen Padang FC tampil solid, mampu mengontrol permainan, serta menunjukkan perkembangan dibandingkan putaran pertama kompetisi.

“Kalau melihat pertandingan hari ini, saya pikir kami bermain cukup bagus. Taktik berjalan dengan baik dan tim terlihat lebih dewasa. Kami bisa mengontrol permainan dan situasi,” ucapnya.

Meski demikian, Dejan mengakui masih ada sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan, terutama dalam penyelesaian akhir. Ia menyebut timnya memiliki beberapa peluang emas yang seharusnya bisa berbuah gol.

Baca juga: Semen Padang FC Tahan Imbang PSM Makassar, Pasukan Dejan Antonic Curi Poin di Parepare

“Kami punya beberapa kesempatan yang cukup bagus. Ada dua kali serangan balik dan beberapa umpan silang dari sisi kanan, tapi kami kurang pemain di kotak penalti,” jelasnya.

Pelatih asal Serbia tersebut juga menyoroti kontribusi pemain anyar, seperti Kasim Botan dan Maicon, yang baru bergabung dalam beberapa hari terakhir namun sudah mampu tampil menyatu dengan tim.

“Kasim baru beberapa hari bersama kami, Maicon juga baru datang. Tapi mereka bisa bermain solid. Ini tim dengan banyak pemain baru, tapi mereka menunjukkan progres yang baik,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dejan menegaskan setiap poin sangat berarti bagi Semen Padang FC yang masih berjuang keluar dari zona merah klasemen.

“Kami masih di zona merah dan semua poin sangat penting. Kapan kami keluar dari zona itu, nanti kita lihat. Yang jelas kami harus terus bekerja keras,” tegasnya.

Baca juga: Meski Dominan Penguasan Bola, Semen Padang FC Gagal Bobol PSM Makassar di Babak Pertama, Skor 0-0

Sementara itu, pemain Semen Padang FC, Kasim Botan, mengaku bersyukur bisa menjalani debutnya dengan hasil positif.

Ia menilai laga berjalan ketat dan mengapresiasi permainan PSM Makassar sebagai tuan rumah.

“Alhamdulillah pertandingan berjalan lancar. PSM juga bermain cukup bagus. Kami bersyukur bisa mendapatkan satu poin di laga tandang,” ujar Kasim.

Kasim menambahkan, dirinya masih dalam proses adaptasi bersama tim dan berjanji akan meningkatkan performa pada pertandingan berikutnya.

“Ini pertandingan perdana saya. Ke depan saya akan berusaha lebih keras lagi agar bisa memberikan yang terbaik untuk Semen Padang FC,” pungkasnya.

Semen Padang FC dijadwalkan kembali ke Padang dan akan mempersiapkan diri menghadapi Persita Tangerang pada laga kandang berikutnya, yang dinilai krusial dalam upaya memperbaiki posisi di klasemen.

Bawa Pulan g Satu Poin

Semen Padang FC berhasil membawa pulang satu poin usai bermain imbang tanpa gol melawan tuan rumah PSM Makassar pada lanjutan pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026.

Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Senin (2/2/2026), berlangsung ketat dan sarat duel sejak awal hingga peluit panjang dibunyikan.

Memasuki babak kedua, Semen Padang FC langsung berupaya meningkatkan daya gedor. Pelatih Dejan Antonic melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Kasim Botan menggantikan Oropa sejak awal babak kedua.

Hasilnya, tim Kabau Sirah langsung memberikan tekanan. Pada menit ke-48, Kianz Froese memanfaatkan bola liar di depan kotak penalti PSM Makassar.

Ia melepaskan tembakan dengan memutar badan, namun bola masih mengarah tepat ke pelukan penjaga gawang tuan rumah.

Baca juga: Gugatan Praperadilan BSN Kandas di PN Padang, Kuasa Hukum Ungkap Kesalahan Administratif Penyidik

Sepuluh menit berselang, Semen Padang FC kembali memperoleh peluang emas. Umpan silang keras dari sisi kanan yang dilepaskan Irsyad Maulana gagal dijangkau oleh Guilermo, sehingga peluang tersebut kembali terbuang.

PSM Makassar kemudian berusaha keluar dari tekanan. Pada menit ke-59, tim tuan rumah mengancam melalui umpan lambung Daisuke ke dalam kotak penalti Semen Padang FC.

Namun bola tidak berhasil disambut Alex dan situasi berbahaya tersebut dapat diantisipasi lini pertahanan Kabau Sirah.

Semen Padang FC kembali melakukan perubahan strategi pada menit ke-65. Dejan Antonic menarik keluar Kianz Froese dan Irsyad Maulana, lalu memasukkan Ripal dan Maicon untuk menambah variasi serangan.

Meski kedua tim saling bergantian melancarkan serangan hingga menit-menit akhir, ketatnya pertahanan dan minimnya ruang membuat peluang bersih sulit tercipta.

Baca juga: Meski Dominan Penguasan Bola, Semen Padang FC Gagal Bobol PSM Makassar di Babak Pertama, Skor 0-0

Permainan berlangsung alot dengan duel-duel sengit di lini tengah, namun tak satu pun serangan yang berujung gol.

Pada masa tambahan waktu, tepatnya menit ke-92, PSM Makassar nyaris mencetak gol. Crossing yang diarahkan kepada Cumic di dalam kotak penalti gagal dijangkau sang penyerang dan berhasil diamankan penjaga gawang Semen Padang FC.

Hingga wasit meniup peluit panjang, skor kacamata 0-0 tetap bertahan. Hasil ini membuat Semen Padang FC sukses mencuri satu poin dari kandang PSM Makassar dalam laga yang berjalan ketat dan penuh kehati-hatian dari kedua tim.

Babak Pertama

Semen Padang FC bermain imbang tanpa gol melawan tuan rumah PSM Makassar pada babak pertama lanjutan pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026.

Laga yang digelar di kandang PSM Makassar, Senin (2/2/2026), berlangsung ketat meski tim Kabau Sirah tampil lebih dominan dalam penguasaan bola

Sejak menit awal pertandingan, Semen Padang FC langsung mengambil inisiatif serangan. Pada menit pertama, peluang emas langsung tercipta melalui skema umpan lambung Kianz Froese dari area tengah lapangan. Namun bola gagal dijangkau Guilermo dan berhasil diamankan oleh penjaga gawang PSM Makassar.

Sementara itu, PSM Makassar memilih bermain lebih sabar dengan mengandalkan serangan balik cepat pada lima menit awal pertandingan.

Pola tersebut membuat Semen Padang FC lebih sering menguasai bola dan membangun serangan dari lini tengah.

Peluang berbahaya pertama bagi PSM Makassar datang pada menit ke-12 melalui tendangan bebas yang dieksekusi Neto. Sayangnya, bola hasil sepakannya masih melambung di atas mistar gawang Semen Padang FC.

Baca juga: Hakim Tolak Praperadilan BSN, Kejari Padang Lanjutkan Kasus Korupsi KMK, Tersangka Segera Dipanggil

Semen Padang FC kembali mendapatkan peluang pada menit ke-17. Melalui serangan balik cepat, Oropa melakukan sprint menusuk ke pertahanan PSM Makassar. Namun upayanya berhasil digagalkan pemain belakang tuan rumah sebelum sempat melepaskan tembakan.

Tekanan tim tamu berlanjut pada menit ke-20. Umpan silang mendatar yang dilepaskan Irsyad dari sisi kanan pertahanan PSM Makassar gagal dikontrol dengan baik oleh Guilermo, sehingga kembali diamankan oleh penjaga gawang.

Tiga menit berselang, giliran Kianz Froese yang memperoleh peluang emas. Tendangan yang dilepaskannya mengarah ke gawang, namun masih mampu ditepis oleh penjaga gawang PSM Makassar.

Menjelang akhir babak pertama, PSM Makassar nyaris membuka keunggulan. Pada menit ke-36, Daisuke mengirimkan umpan melalui tendangan sudut ke area penalti.

Bola sempat disambut sundulan Yuran, namun hanya mengenai tipis kepalanya dan tidak mengarah ke gawang.

Baca juga: Line Up Semen Padang FC Lawan PSM Makassar: Dejan Antonic Pasang Komposisi Agresif Curi Poin

Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, skor tetap imbang 0-0. Meski unggul dalam penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang, Semen Padang FC belum mampu memaksimalkan kesempatan untuk mencetak gol ke gawang PSM Makassar.

Line Up Pertandingan

Semen Padang FC menantang PSM Makassar pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 pekan ke-19.

Duel kedua tim digelar Senin (2/2/2026) malam pukul 19.00 WIB di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare.

Laga ini dipimpin wasit Yudai Yamamoto dan menjadi pertandingan krusial bagi Kabau Sirah yang masih berjuang keluar dari zona degradasi.

Menjelang kick-off, kedua tim telah merilis susunan pemain (line-up) terbaiknya. 

Semen Padang FC turun dengan komposisi agresif, memadukan pemain asing dan lokal demi mencuri poin di kandang lawan.

Baca juga: Baru Berdiri 5 Tahun, Rumah Hasil Bajak Sawah Jamalus di Pasar Lalang Padang Hancur Diterjang Banjir

Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, memastikan kondisi anak asuhnya dalam keadaan siap tempur.

Meski persiapan cukup menantang setelah menjalani laga tandang di Bali, tim memilih tidak kembali ke Padang demi menjaga kebugaran pemain.

“Kita baru datang langsung dari Bali. Kalau harus balik ke Padang dulu lalu ke sini lagi itu terlalu jauh,” ujar Dejan saat jumpa pers, Minggu (1/2/2026).

Waktu di Bali dimanfaatkan untuk pemulihan fisik pemain sebelum melanjutkan perjalanan ke Parepare.

“Kita lihat kondisi pemain habis pertandingan dari Bali, kita punya waktu recovery yang cukup panjang di sana dan langsung datang ke sini,” jelasnya.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Intai Sumbar Sore Ini, Lubuk Basung hingga Lengayang Waspada Hujan Lebat dan Angin

Pelatih asal Serbia itu pun bersyukur seluruh pemain dalam kondisi siap dimainkan.

“Kalau kita lihat kondisi pemain, puji Tuhan semua sudah siap untuk pertandingan besok,” kata Dejan.

Saat ini, Semen Padang FC berada di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan 11 poin.

Sementara PSM Makassar menempati posisi ke-13 dengan 19 poin. Meski tertinggal secara klasemen, Dejan menegaskan setiap laga kini bernilai final bagi timnya.

“Semua pertandingan penting untuk kita, semua poin sangat penting karena kita masih di zona merah,” tegasnya.

Di sisi lain, PSM Makassar diprediksi tampil ngotot. Pasukan Juku Eja datang dengan motivasi tinggi setelah menelan kekalahan 0-2 dari Persijap Jepara pada laga sebelumnya.

Baca juga: Tomas Trucha Akui Duel PSM vs Semen Padang Tak Akan Mudah, Waspada Ambisi Bangkit Kabau Sirah

Pertandingan ini pun menjadi momentum kebangkitan bagi tim tuan rumah.

Berikut line-up kedua tim:

Line-up Semen Padang FC:

Rendy Oscario (GK); Ravy Dieulerinche Tsouka Dozi, Jaime Andres Giraldo Ocampo, Guilermo Fernandez Hierro, Kiaz Gonzalez Froese; Samuel Christianson Simanjuntak, Boubakary Diara, Angelo Meneses, Alhasan Wakaso; Armando Oropa, Insyad Maulana.

Line-up PSM Makassar:

M Reza Arya Pratama (GK); Aloisio Soares Neto, Yuran Fernandes Rocha Lopes, Alex De Aguiar Gomes, Daisuke Sakai; Syahrul R Lasinari, Victor Luiz, Akbar Tanjung; Muh Rizky Eka Pratama, Muh Dzaki Asraf Huwaidi, Arfan.

Laga ini diprediksi berlangsung ketat, mengingat kedua tim sama-sama mengincar poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen.

Head to Head

Duel sengit pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 mempertemukan PSM Makassar vs Semen Padang FC di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Senin (2/2/2026).

Meski bertindak sebagai tuan rumah, skuad Juku Eja membawa beban berat demi memutus rantai hasil buruk yang menghantui mereka dalam beberapa pekan terakhir.

Pertandingan ini mempertemukan dua tim dengan kondisi berbeda di klasemen, namun memiliki catatan pertemuan yang kerap berjalan ketat.

Dalam catatan PSM Makassar vs Semen Padang FC, Juku Eja masih unggul secara head to head atas Kabau Sirah.

Berdasarkan lima pertemuan terakhir di era Liga 1 dan Super League, PSM Makassar mencatat dua kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan. Rekor tersebut menjadi modal bagi tuan rumah saat menjamu Semen Padang di Parepare.

Baca juga: Petaka Tanggul Air Jebol di Kuranji Padang, Rumah hingga Sawah Padi Warga Tertimbun Material

Pada pertemuan terakhir PSM Makassar vs Semen Padang FC di putaran pertama Super League 2025/2026, kedua tim bermain imbang 1-1 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, pada 22 Agustus 2025.

Gol PSM Makassar dicetak Abu Kamara, sementara Semen Padang menyamakan kedudukan melalui Bruno Gomes. Hasil itu memperpanjang tren duel ketat kedua tim.

Dari sisi klasemen, PSM Makassar berada di posisi lebih baik dibandingkan Semen Padang. Hingga pekan ke-18, PSM Makassar menempati peringkat ke-12 dengan koleksi 19 poin dari 18 pertandingan.

Sementara Semen Padang masih berada di zona degradasi, tepatnya peringkat ke-17 dengan 11 poin.

PSM Makassar mencatat empat kemenangan dari 18 laga yang telah dijalani. Di sisi lain, Semen Padang baru meraih tiga kemenangan sepanjang kompetisi musim ini.

Baca juga: Hujan Tak Sampai Sejam, Tanggul 4 Meter Pasar Lalang Padang Jebol Hingga Air Bah Terjang Rumah Warga

Meski demikian, kondisi terkini kedua tim menunjukkan perbedaan tren jelang laga PSM Makassar vs Semen Padang FC.

Dalam lima pertandingan terakhir, PSM Makassar belum meraih poin. Juku Eja menelan lima kekalahan beruntun, termasuk kekalahan 0-2 saat bertandang ke markas Persijap Jepara pada pekan ke-18.

Rentetan hasil tersebut membuat posisi PSM Makassar belum sepenuhnya aman di papan tengah.

Sementara itu, Semen Padang menunjukkan perlawanan dalam beberapa laga terakhir. Dari lima pertandingan, Kabau Sirah mencatat satu kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan.

Pada laga terakhir, Semen Padang menahan imbang Bali United dengan skor 3-3 di Stadion I Wayan Dipta, hasil yang menjadi catatan penting jelang duel PSM Makassar vs Semen Padang FC.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sumbar Akhir Pekan, BMKG Catat Hujan Petir di Sejumlah Kabupaten/Kota Sumbar

Hasil tersebut kontras dengan pertemuan Bali United dan PSM Makassar sebelumnya. Pada pekan ke-17, Bali United mampu mengalahkan PSM Makassar dengan skor 2-0.

Fakta ini membuat laga di Parepare berpotensi berjalan terbuka, mengingat kedua tim sama-sama membutuhkan poin.

Duel PSM Makassar vs Semen Padang FC juga menjadi ajang bagi tuan rumah untuk menghentikan tren negatif di kandang sendiri.

Bermain di Stadion Gelora BJ Habibie memberi keuntungan tersendiri bagi PSM Makassar yang berusaha kembali ke jalur poin.

Di sisi lain, Semen Padang datang dengan misi keluar dari zona degradasi. Tambahan poin di laga tandang menjadi target penting Kabau Sirah untuk menjaga peluang bertahan di Super League 2025/2026.

Baca juga: Prakiraan Cuaca 7 Kota Sumbar Hari Ini: Hujan Petir Landa Padang, 5 Daerah Lain Juga Diguyur Hujan

Dengan catatan pertemuan yang relatif seimbang, pertandingan ini diprediksi berjalan sengit sejak menit awal.

5 Pertemuan Terakhir PSM Makassar vs Semen Padang

(22/8/2025) Semen Padang 1-1 PSM Makassar

(10/4/2025) PSM Makassar 2-0 Semen Padang

(21/11/2024) Semen Padang 1-1 PSM Makassar

(23/9/2019) Semen Padang 2-1 PSM Makassar

(20/5/2019) PSM Makassar 1-0 Semen Padang

Baca juga: Tanggul Jebol Picu Air Naik Mendadak di Pasar Lalang Padang, 3 Rumah Hancur Diterjang Batu dan Kayu

5 Laga Terakhir PSM Makassar

(24/1/2026) Persijap 2-0 PSM Makassar 

(9/1/2026) PSM Makassar 0-2 Bali United 

(3/1/2026) Borneo  FC 2-1 PSM Makassar 

(27/12/2025) Persib Bandung 1-0 PSM Makassar 

(21/12/2025) PSM Makassar 0-1 Malut United

Baca juga: Prakiraan Cuaca 7 Kota Sumbar Hari Ini: Hujan Petir Landa Padang, 5 Daerah Lain Juga Diguyur Hujan

5 Laga Terakhir Semen Padang

(24/1/2026) Bali United Pusam 3-3 Semen Padang 

(11/1/2026) Semen Padang 2-3 Persis Solo 

(4/1/2026) PSIM Yogyakarta 1-0 Semen Padang 

(28/12/2025) Madura United 5-1 Semen Padang 

(22/12/2025) Semen Padang 1-0 Persija Jakarta

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.