TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebagai salah satu simpul utama pergerakan mudik di Jawa, wilayah KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat penjualan 20.900 tiket kereta api Lebaran 2026 hingga H-1 Lebaran.
Penjualan tiket kereta api untuk angkutan Lebaran 2026 di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta terus menunjukkan tren peningkatan.
Hingga Selasa (3/2/2026), bertepatan dengan jadwal pembelian tiket H-1 Lebaran, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 20.900 tiket telah terjual sejak masa pemesanan dibuka pada akhir Januari lalu.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan penjualan tiket angkutan Lebaran 2026 telah dibuka secara bertahap sejak 25 Januari 2026.
Pada hari pertama pembukaan, tiket yang dapat dipesan adalah untuk keberangkatan H-10 Lebaran atau 11 Maret 2026.
Adapun hari ini merupakan jadwal pembelian tiket untuk keberangkatan H-1 Lebaran atau 21 Maret 2026.
“Dapat kami sampaikan, KAI Daop 6 Yogyakarta telah membuka penjualan tiket untuk angkutan Lebaran 2026. Tiket sudah mulai dapat dipesan sejak 25 Januari 2026 untuk keberangkatan H-10 Lebaran atau tanggal 11 Maret 2026. Hingga hari ini, tanggal 3 Februari, merupakan jadwal pembelian untuk tiket H-1 Lebaran atau 21 Maret 2026. Per hari ini, total tiket Lebaran yang sudah terjual ada sebanyak 20.900 tiket,” ujar Feni, Selasa (3/2/2026).
Berdasarkan pantauan data penjualan sejak hari pertama pemesanan, KAI Daop 6 Yogyakarta memproyeksikan puncak arus mudik Lebaran 2026 dengan moda kereta api akan terjadi pada H-3 Lebaran atau 18 Maret 2026.
Meski demikian, proyeksi tersebut masih bersifat sementara karena penjualan tiket masih terus dibuka dan pergerakannya sangat dinamis.
“Berdasarkan pantauan data penjualan tiket dimulai dari tanggal 25 Januari kemarin hingga hari ini, puncak tertinggi dipantau akan terjadi pada H-3 atau pada tanggal 18 Maret 2026 berdasarkan data per hari ini. Namun, angka ini masih dinamis karena pembelian tiket masih terus dibuka,” kata Feni.
Baca juga: Larangan Parkir Bus di Kawasan Sumbu Filosofi Jogja Bakal Diujicobakan Saat Libur Lebaran
Ia menjelaskan, dinamika penjualan juga masih akan terlihat pada H-1 Lebaran maupun pada hari Lebaran itu sendiri.
KAI Daop 6 masih membuka penjualan tiket untuk keberangkatan hari H Lebaran pada Rabu (4/2/2026), sehingga angka penjualan diperkirakan masih akan berubah.
“Begitu pun untuk pembelian tiket H-1 yang terjadi pada hari ini, ataupun tiket hari Lebaran yang akan kita buka besok, jumlahnya masih akan terus bergerak dinamis. Untuk kenaikan sendiri sudah mulai terlihat pada H-3 Lebaran atau 18 Maret 2026,” ujar Feni.
Sebagai salah satu wilayah operasional dengan tingkat mobilitas tinggi, KAI Daop 6 Yogyakarta menjadi titik keberangkatan dan tujuan penting bagi pemudik dari berbagai daerah.
Sejumlah kota besar masih menjadi relasi favorit penumpang selama periode angkutan Lebaran 2026.
“Adapun tujuan favorit para penumpang dari wilayah Daop 6 Yogyakarta itu di antaranya Pasar Senen Jakarta, Bandung, dan juga Surabaya,” kata Feni.
Tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api, terutama dengan Yogyakarta sebagai simpul utama pergerakan mudik di Pulau Jawa, mendorong KAI Daop 6 Yogyakarta untuk kembali mengingatkan calon penumpang agar merencanakan perjalanan sejak dini dan memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia dalam sistem pemesanan tiket.
Feni menyampaikan sejumlah tips yang dapat diterapkan calon pemudik agar peluang memperoleh tiket semakin besar di tengah tingginya permintaan selama masa Lebaran.
“Beberapa tips yang dapat kami bagikan kepada calon pengguna kereta api untuk masa Mudik Lebaran 2026, pertama pastikan jaringan internet dalam kondisi baik untuk dapat mengakses pemesanan tiket dengan lancar. Kemudian sudah merencanakan jadwal perjalanan Anda dan pastikan juga jadwal kepulangannya,” ujarnya.
Selain itu, calon penumpang juga diminta memastikan relasi perjalanan yang dipilih sesuai dengan kebutuhan serta memanfaatkan alternatif perjalanan apabila tiket pada relasi utama telah habis.
“Pesan tiket sesuai dengan relasi yang diinginkan. Jika tiket pada relasi yang diinginkan sudah habis, calon penumpang dapat menggunakan fitur connecting train atau kereta persambungan,” kata Feni.
Ia juga menyarankan agar pemudik bersikap lebih fleksibel dalam menentukan tanggal keberangkatan guna menghindari kepadatan pada hari-hari puncak arus mudik.
“Alternatif lainnya adalah dengan menggeser jadwal, baik mundur satu hari atau maju satu hari dari jadwal semula. Itu adalah beberapa alternatif ataupun tips yang bisa digunakan oleh para calon pemudik Lebaran 2026 ini,” ujarnya.
KAI Daop 6 Yogyakarta memastikan akan terus memantau perkembangan penjualan tiket angkutan Lebaran 2026 serta menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat seiring semakin dekatnya masa mudik dan balik Lebaran. (*)