TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nyi Ageng Serang (NAS) di Kapanewon Sentolo, Kulon Progo akan dikembangkan secara fisik bangunan dan fasilitasnya.
Pengerjaan pengembangan RSUD NAS rencananya dimulai pada 2027 mendatang.
Direktur RSUD NAS Kulon Progo, Dr. drg. Theodola Baning Rahayujati, menjelaskan pengembangan perlu dilakukan seiring proyeksi meningkatnya kebutuhan layanan medis di wilayah tersebut.
"Sebab tak jauh dari sini akan dibangun Pintu Keluar (Exit) Tol Yogyakarta-YIA sehingga pengembangan RSUD NAS perlu disiapkan," jelas Baning pada wartawan, Selasa (03/02/2026).
RSUD NAS juga dinilai strategis untuk mendukung aktivitas pariwisata di Kulon Progo.
Apalagi nantinya Jalan Tol Yogyakarta-YIA juga akan terhubung dengan jalur wisata menuju Candi Borobudur di Jawa Tengah.
Selain itu, Baning mengatakan pengembangan RSUD NAS diperlukan untuk mendukung keberadaan Embarkasi Haji DIY yang mulai aktif 2026 ini di YIA.
Saat ini, RSUD NAS bersifat sebagai pendukung dari Embarkasi Haji DIY.
"Kami siapkan tim terdiri dari 1 dokter, 2 perawat, hingga ambulans untuk kebutuhan Embarkasi Haji," ujarnya.
Baca juga: Sempat Melonjak di Awal 2026, Kasus PMK di Kulon Progo Berangsur Turun
Baning mengatakan rencana induk (masterplan) pengembangan RSUD NAS telah disiapkan.
Salah satunya dengan menambah lantai gedung guna memaksimalkan penggunaan lahan yang ada.
Pengembangan RSUD NAS disebut sebagai salah satu program prioritas Bupati Kulon Progo saat ini, Agung Setyawan.
Komunikasi secara intens dilakukan guna mematangkan rencana pengembangan, termasuk skema pembiayaannya nanti.
"Harapannya nanti ada dukungan dari pemerintah pusat atau Pemerintah Daerah (Pemda) DIY melalui Dana Keistimewaan (Danais)," kata Baning.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menilai sudah waktunya fasilitas di RSUD NAS dioptimalkan.
Sebab, rumah sakit tersebut difokuskan untuk melayani masyarakat di wilayah timur dan utara Kulon Progo.
Apalagi nantinya Sentolo diproyeksikan menjadi Kota Satelit sebagai penopang Kota Wates.
Proyeksi itu didukung dengan keberadaan Jalan Tol Yogyakarta-YIA dengan salah satu Pintu Keluar (Exit) berada di Sentolo.
"Potensi tersebut harus dipersiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo untuk menyongsong Sentolo sebagai Kota Satelit," kata Agung belum lama ini. (*)