SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kota Surabaya memiliki kontribusi besar dalam ketahanan pangan. Meski bukan daerah pertanian, namun Surabaya bisa menjadi penyuplai kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal ini diungkapkan Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni kepada SURYA.co.id saat diwawancarai, Selasa (3/2/2026).
Informasi yang dihimpun SURYA.co.id, kawasan Timur Surabaya bisa menjadi penyuplai protein hewani untuk memperkuat ketahanan pangan.
Banyak petani tambak di wilayah ini. Sebagian berprofesi petambak. Lahan tambak di wilayah ini juga luas.
Namun para petani tambak di Timur Surabaya itu selalu menghadapi persoalan klasik.
Baca juga: RS Menur Surabaya Sebut Gangguan Mental Paling Banyak Dialami Usia Produktif
Mulai dari kualitas air yang tercemar limbah rumah tangga hingga buruknya akses distribusi.
“Petani tambak itu mengeluhkan kualitas air dari hulu sungai yang tercemar. Maka ini tidak bisa ditangani parsial, harus dari hulu sampai hilir agar petani ini bisa menjadi penyuplai MBG," kata Arif, Selasa (3/2/2025).
Diakui tambak-tambak di kawasan timur Surabaya memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional, terutama untuk memenuhi kebutuhan protein.
Surabaya boleh tidak berkontribusi pada produksi beras, namun dapat mengambil peran penting dalam penyediaan protein hewani seperti udang dan bandeng.
“Program MBG yang menjadi prioritas Presiden pasti menyerap kebutuhan protein yang sangat besar. Nah, Surabaya bisa berkontribusi di situ, lewat pemanfaatan kawasan timur sebagai sentra perikanan,” tandas Politisi Golkar.
Mas Toni, sapaan akrab Arif Fafhoni menilai kontribusi tersebut tidak akan optimal tanpa kehadiran pemerintah.
Ia menyoroti sulitnya akses jalan menuju tambak serta ketiadaan fasilitas penunjang pascapanen, yang membuat petani tambak kerap dipermainkan tengkulak.
“Pemerintah harus hadir. Akses jalan ke tambak harus dibangun, dan yang tidak kalah penting adalah penyediaan cold storage. Saat panen, petani tidak lagi bingung menyimpan hasilnya dan tidak dipaksa menjual murah,” tegasnya.
Pimpinan DPRD ini menegaskan bahwa Surabaya memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor.
Prabowo menyoroti kondisi geopolitik global yang tengah bergerak menuju perang pengaruh antara dua kekuatan besar dunia, situasi yang berpotensi meningkat menjadi konflik terbuka sewaktu-waktu.
Dalam konteks itu, Presiden mendorong seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan nasional serta membangun kemandirian di sektor-sektor strategis dan persatuan semua anak bangsa dalam menghadapi situasi dunia yang tidak menentu.
“Salah satu fondasi utama yang ditekankan Presiden adalah ketahanan pangan. Indonesia harus membangun kekuatan sendiri, sesuai prinsip politik luar negeri nonblok,” kata Arif.
Arahan tersebut harus diterjemahkan secara konkret oleh pemerintah daerah. Surabaya memiliki modal wilayah dan infrastruktur untuk mengambil peran penting, khususnya melalui optimalisasi kawasan timur Surabaya.