TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG SELOR – Musibah kebakaran yang menghanguskan kedai Az Bananas di Jalan Sengkawit, Bulungan, Kalimantan Utara, Senin (2/2/2026), ternyata coba dimanfaatkan oleh oknum penipu.
Ramadhani, pemilik usaha yang tengah berduka, mengaku diteror oleh seseorang yang meminta sejumlah uang dengan dalih "biaya vitamin" bagi petugas pemadam.
Pelaku melancarkan aksinya melalui telepon dan pesan WhatsApp. Untuk meyakinkan korban, pelaku bahkan menggunakan foto profil WhatsApp milik Hamdan, Kasi Damkar Satpol PP Kaltara.
"Orang itu minta uang dikirim ke rekeningnya, katanya untuk biaya vitamin anggota yang sudah memadamkan api. 'Kirim saja,' begitu katanya," ungkap Ramadhani menirukan ucapan pelaku.
Beruntung, meski dalam kondisi kalut karena usahanya terbakar saat dirinya berada di Makassar, Ramadhani tidak langsung percaya. Ia segera melakukan kroscek dan menyadari bahwa nomor tersebut adalah akun palsu yang mencatut identitas petugas resmi.
Baca juga: 7 Fakta Kebakaran Kedai Donat di Sengkawit Kaltara, Tangis Pemilik hingga Modus Penipuan
Mengetahui namanya dicatut untuk memeras korban musibah, Hamdan langsung memberikan klarifikasi tegas. Ia meminta masyarakat untuk mengabaikan pesan atau telepon serupa.
“Siapa pun yang merasa di-chat atau ditelepon mengatasnamakan Damkar dengan foto saya, tolong diabaikan. Itu murni penipuan. Petugas pemadam bekerja secara profesional tanpa meminta imbalan apa pun dari korban,” pungkas Hamdan.
Ramadhani sendiri saat ini masih berada di Makassar untuk persiapan ibadah umrah. Selain harus menghadapi upaya penipuan, ia terpukul karena bangunan yang terbakar berstatus kontrak.
"Sakit dada saya. Itu rumah orang, usaha saya bangun dari nol. Bagaimana sudah nasib saya ini," ucapnya lirih saat dihubungi via telepon.
Baca juga: Detik-Detik Kebakaran Hebat di Tanjung Selor Kaltara, Api Mengamuk Seusai Magrib
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran di Jalan Sengkawit masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, sementara api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh tim Damkar Bulungan. (*)