Atasi Trauma Pasca Banjir di HSS, Puluhan Anak SD di Balimau Diajak Belajar Sambil Bermain
February 03, 2026 06:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Pemulihan pasca banjir dilakukan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Kalimantan Selatan kali ini menyasar ke korban terdampak banjir.

Namun, penanganan menyasar murid Sekolah Dasar (SD) di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMD PPPA) melalui Bidang PPPA dengan kegiatan trauma healing pasca bencana.

Para anak murid SD berjumlah sekitar 25 orang berkumpul di Gedung Balimau Rasap mengikuti kegiatan trauma healing.

Kepala Bidang PPPA, Mardiansyah yang dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id menjelaskan aksi ini dilaksanakan, bentuk dari kepedulian pemerintah daerah upaya pemulihan psikologis anak pasca bencana banjir yang melanda wilayah itu.

Tidak sampai disana, kegiatan serupa akan dijadwalkan di wilayah terdampak bencana banjir lainnya.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Tewaskan Anggota Polres HST di Hambawang, Tabrak Mobil Mau Parkir Mundur

Baca juga: BREAKING NEWS- Kecelakaan Lalu Lintas di Hambawang, Anggota Polres HST Meninggal Dunia

“Trauma healing difokuskan untuk memberikan rasa aman, nyaman, serta mendukung pemulihan mental dan emosional anak-anak agar dapat kembali beraktivitas dengan ceria,” katanya, Selasa (3/2/2026).

Anak SD diajak aktif dan penuh ceria selama kegiatan berlangsung melibatkan Duta Pepelingasih, Wisata, dan GenRe. 

Trauma healing diisi materi edukatif pencegahan bahaya pada anak mengarah pada risiko bahaya akibat banjir, termasuk tindakan yang dapat dilakukan dalam menyikapi kondisi air pasang.

“Materi disampaikan dengan pendekatan ramah anak melalui permainan yang tidak membahayakan keselamatan, sehingga pesan keselamatan diterima dengan mudah dan menyenangkan,” jelasnya.

Selain penyampaian materi, aksi diisi sesi tanya jawab interaktif, serta lomba mewarnai dan bermain untuk menumbuhkan kreativitas, keceriaan, dan semangat setelah mengalami situasi bencana.

“Ini bentuk sinergi dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak, khususnya pada situasi pasca bencana. Saat interaktif yang paling aktif oleh murid, ketika mendapatkan bingkisan edukatif dari Bidang PPPA dari alat tulis mewarna, buku, dan masih banyak lagi,” bebernya.

Tidak sampai disitu, aksi berlanjut dengan kegiatan bersih sampah di sekitar wisata Religi Kubah Datu Ahmad Balimau.

Kegiatan ini diharapkan memulihkan psikologis anak terdampak banjir, mereka memahami keselamatan diri, serta kembali tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman dan mendukung.

(Banjarmasinpost.co.id/Adiyat Ikhsan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.