TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado mencatat telah menangani sedikitnya 1 kejadian kebakaran sejak awal tahun 2026.
Dari jumlah tersebut, sembilan kebakaran terjadi pada bangunan gedung, sementara tiga lainnya merupakan kebakaran non-bangunan gedung.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado, Jimmy Charles Rotinsulu.
Kebakaran terakhir terjadi di sebuah rumah di Jalan Gunung Krakatau, Lingkungan II Pakowa, Wanea, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (3/2/2026).
"Untuk penanganannya, kami menurunkan sampai 39 personel,” ujar Jimmy.
Jimmy mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam penggunaan listrik dan peralatan yang berpotensi memicu kebakaran.
“Upaya pencegahan sangat penting agar kejadian kebakaran bisa diminimalisir,” katanya.
Berikut kasus kebakaran yang menonjol di awal 2026:
Kebakaran menghanguskan dua unit rumah warga di Lingkungan IV Kelurahan Mahakeret Timur, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara, Senin (26/1/2026).
Rumah tersebut milik keluarga Lontaan-Wantania dan Tumomor–Supit.
Api diduga dari seorang bocah yang memainkan korek api.
Sekitar 80 persen bangunan rumah Tumomor-Supit terbakar.
Yang tersisa hanya beberapa perabot, berkas, ruang tamu, dan sebagian ruang keluarga.
Dalam peristiwa tersebut, Damkar Manado mengerahkan 31 personel.
Kantor Samsung Service Center di Jalan Pierre Tendean, Sario, Manado, terbakar, Senin (2/2/2026).
Sebanyak enam unit armada pemadam dikerahkan ke lokasi kejadian.
Proses pemadaman melibatkan 35 personel.
Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 15.26 Wita.
Baca juga: Curhat Pimpinan Diler Mobil dan Motor di DPRD Sulut, Penjualan Turun
Baca juga: Lirik Lagu Tak Kita Menyerahkan - KJ 54
Jimmy memastikan, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban luka maupun korban meninggal dunia.(*)