Bantuan Beras Mandek, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian SBT Dikecam
February 03, 2026 06:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima 

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Rudy Wajo, melontarkan kritik keras terhadap kinerja Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian terkait penanganan bantuan beras yang dinilai tidak berjalan maksimal di lapangan.

Rudy menyoroti belum tersalurnya bantuan beras bagi warga terdampak bencana di Negeri Effa, Kecamatan Kesui Watuela, meski data korban telah disampaikan oleh tim bencana kepada pemerintah daerah.

“Kemarin ada bencana di Negeri Effa, dan datanya sudah dikirim oleh tim bencana untuk distribusi bantuan beras,” ujarnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama mitra Komisi II, Selasa (3/2/2026).

Namun hingga kini, bantuan tersebut belum juga dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Sampai sekarang dari Dinas Ketahanan Pangan terkesan diam saja, cuek, seakan-akan kondisi ini aman,” sesalnya.

Menurut Rudy, sikap tersebut menunjukkan lemahnya respons dan empati pemerintah daerah terhadap warga yang sedang berada dalam kondisi darurat.

“Kepala Dinas harus serius dan bekerja dengan hati yang bersih, jangan menganggap masalah ini sepele,” tegasnya.

Ia mengaku telah berulang kali mengonfirmasi persoalan tersebut kepada Dinas Ketahanan Pangan, namun hingga kini belum ada realisasi di lapangan.

“Beras yang dijanjikan sampai sekarang belum dirasakan oleh masyarakat korban bencana di Negeri Effa,” bebernya.

Baca juga: Minim Perawatan, Lapangan Nusantara Masohi Ditumbuhi Rumput Liar

Baca juga: Kuota Haji Maluku 2026 Ditetapkan 587 Orang, Kota Ambon Mendominasi

Selain persoalan bantuan bencana, Rudy juga menyinggung janji Dinas Pertanian terkait penyediaan beras hasil panen di Bula Parat yang hingga kini belum dipenuhi.

Rudy mengaku sempat menghadiri panen raya dan meminta agar disiapkan 20 karung beras untuk kepentingan masyarakat, bahkan dengan komitmen akan melakukan pembayaran.

Namun hingga hari ini, beras yang dijanjikan tersebut tidak pernah diterima.

“Saya sempat hadir menyaksikan panen raya di Bula Barat dan meminta dibelikan 20 karung beras, nanti saya bayar. Sampai hari ini beras itu tidak pernah sampai,” katanya.

Rudy menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan soal pembayaran, melainkan soal tanggung jawab moral dan konsistensi janji kepada masyarakat.

“Ini bukan masalah kita tidak bayar, tapi jangan menjanjikan kami, karena di belakang kami ada ribuan masyarakat,” lanjutnya.

“Kalau memang tidak bisa dipenuhi, jangan memberikan janji-janji palsu,” tutupnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.