Batik Masih Jadi Primadona Handicraft Indonesia di 2026
GH News February 03, 2026 07:09 PM
Jakarta -

Di tengah beragam produk kerajinan yang ditampilkan di INACRAFT 2026, batik kembali menegaskan posisinya sebagai andalan utama industri handicraft Indonesia.

Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) sebagai motor dari gelaran tersebut kembali menggelar INACRAFT yang ke-26 di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 4-8 Februari mendatang.

Sekjen ASEPHI dan Project Officer INACRAFT 2026, Muhammad Nur Azis Bakhtiar, membeberkan bahwa industri handcrafting Indonesia saat ini berada dalam koridor yang positif, terutama dari lini fesyen (batik). Dominasi produk fesyen berbasis batik tidak hanya mencerminkan kekuatan budaya, tetapi juga menjadi indikator daya tahan dan daya jual kerajinan Tanah Air di pasar domestik maupun internasional.

"Kalau kami INACRAFT karena kami merasakan bahwa peserta kami kalau boleh jujur itu 40 persen lebih dari fashion, terutama batik. Jadi kalau kita tetap bahwa yang eksis itu masih ke batik," ungkapnya saat konferensi pers INACRAFT 2026 di JICC, Selasa (3/2/2026).

"Nah untuk arah (tren) ke mana kami juga belum bisa merabanya. Sebenarnya kami secara timeline, kita ambil dari kemarin (tahun) bahwa handicraft Indonesia yang masih laku di batik dengan kita parameter di INACRAFT. Terus kedua bahwa kita juga perlu memperhatikan, kita jujur bahwa yang aksesoris, home decor, dan sebagainya-non batik juga itu perlu diperhatikan," lengkap Azis.

Dengan target transaksi INACRAFT 2026 yang dibidik menembus Rp 102,5 miliar, batik diproyeksikan kembali menjadi kontributor signifikan. Keberadaan ratusan pelaku usaha, banyak di antaranya perempuan pelaku UMKM, memperkuat peran batik bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai mesin ekonomi kreatif yang terus bergerak.

Oleh karena itu dengan banyaknya kontribusi dari pengrajin perempuan, INACRAFT 2026 ini mengusung konsep 'Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft'. Wakil Ketua Umum III Bidang Kerjasama Regional dan Internasional, Baby Jurmawati, menjelaskan para anggota yang ikut andil banyak dalam sektor industri kreatif handcrafting ini rerata adalah perempuan.

Oleh karenanya sebagai bentuk pemberdayaan dan menggaungkan lebih luas lagi sektor handcrafting Indonesia ke waja dunia, ASEPHI mencoba untuk mengusung tema tersebut.

"Itu dari womanpreneur, ada tiga kategori: baik untuk young,kemudian yang perempuan-perempuan yang terkait sosial, jadi mereka di masalah sosial atau berkait dengan networking,dengan komunitas. Kemudian yang terakhir yang eksportir, ini memang dari sisi kerucutnya memang sangat sedikit,tapi tetap ada gitu ya," ungkap Baby.

Sebagai informasi, dari pernyataan resmi mereka terdapat sekitar 1.013 stand, terdiri dari 788 peserta individu, 208 stand dari kementerian/lembaga, dan 10 stand dari luar negeri yang ikut serta dalam gelaran INACRAFT 2026 ini.

Untuk target kunjungannya mencapai 100 ribu pengunjung, di antaranya berasal dari luar negeri seperti Jepang, Singapura, Malaysia, Timor Leste, USA, India, Australia. Kemudian, Prancis, Uzbekistan, Filipina, Brunei Darussalam, dan Maroko.

Muhammad Lugas Pribady
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.