SURYA.co.id - Aksi inspiratif datang dari Agus Dwi Wibowo, seorang pengusaha kasur busa sukses di Desa Mategal, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur.
Agus mendadak jadi perbincangan hangat setelah aksinya secara sukarela membangun jalan desa sepanjang 350 meter menggunakan dana pribadi.
Aksi Agus yang ikhlas membangun jalan desa ini viral di media sosial sejak Senin (2/2/2026).
Baca juga: Sumber Kekayaan Mat Yasin yang Ikhlas Perbaiki Jalan Desa 10 Km Pakai Uang Pribadi Rp2 M
Bagi Agus, pembangunan jalan ini bukanlah upaya untuk sekadar viral di media sosial.
Agus mengaku, motivasi utamanya memperbaiki jalan desa adalah rasa syukur dan kecintaannya terhadap desa tempat ia dibesarkan.
"Intinya saya pertegas ini bukan saya mencari viral atau ada masuk tujuan yang lain. Kembali, hanya satu yang saya yakini bahwa saya tumbuh, berkembang di Desa Mategal. Dan di Desa Mategal inilah saya belajar arti kebersamaan," ungkap Agus kepada SURYA.co.id, Senin.
Kondisi jalan yang memprihatinkan membuat hati nuraninya tergerak untuk turun tangan.
Agus mengaku, merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan kenyamanan bagi warga sekitar.
"Sehingga saat saya melihat kondisi jalan yang menurut saya dan menurut sebagian masyarakat itu tidak layak, hati saya bergerak untuk menyisihkan sebagian dari usaha saya," tambahnya.
Agus berharap, pembangunan jalan dengan panjang kurang lebih 350 meter dan lebar 4 meter ini mampu mendongkrak roda ekonomi dan pendidikan di Desa Mategal.
Dengan jalan yang cukup luas untuk skala desa, warga juga tidak lagi terhambat.
"Harapan saya kepada masyarakat, jalan ini bisa dinikmati oleh masyarakat Mategal. Dan mungkin untuk petani yang mengangkut hasil pertaniannya supaya lebih mudah. Siswa-siswa yang ingin belajar sehingga dengan jalan yang baik akan mengurangi risiko insiden yang tidak diinginkan. Dan mereka akan lebih nyaman dan senang dalam hal melakukan kegiatan," jelas Agus.
Agus mengaku sudah belasan tahun lamanya jalan Desa Mategal rusak.
Namun, Agus sendiri tidak menyalahkan pemerintah. Ia menyadari bahwa proses birokrasi pemerintah seringkali memakan waktu lama karena adanya regulasi dan sistem yang prosedural.
Sementara itu, kebutuhan masyarakat akan akses jalan yang layak sudah sangat mendesak.
"Karena menurut pendapat saya, pemerintah memang ada dan hadir, tetapi regulasi dan sistemnya cukup lama. Masyarakat di sini cukup tidak sabar melihat kondisi ini. Dan harapan saya, saya sebagai individu, sebagai anak asli kelahiran di sini Mategal, bisa memberikan solusi untuk harapan masyarakat jalan yang baik. Sehingga inilah bentuk sinergi dari pemerintah dan anak desa Mategal," pungkas Agus.
Ketua RT 12 Desa Metegal, Katimin yang ikut membangun jalan mengaku lega, karena ada sosok pengusaha seperti Agus Dwi Wibowo yang peduli terhadap sekitar.
Menurutnya jalan desa sudah rusak selama 15 tahunan.
"Sudah ada 15 tahun. Tidak ada anggaran sama sekali sama desa," katanya.
Sebagai warga yang ikut menikmati perbaikan jalan desa ini, Katimin berharap ada pengusaha-pengusaha di desa Metegal lainnya yang peduli dengan sekitar.
"Harapannnya terus membantu. Artinya punya usaha di desa untuk memajukan desa Madagal," tambahnya. (SURYA.co.id/Febrianto Ramadani)