SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - BPBD Kabupaten Mojokerto mengingatkan warga masyarakat akan kerawanan bencana alam di kondisi cuaca ekstrem yang masih berlanjur saat ini.
Terbaru, bencana alam tanah longsor terjadi di Tebing di Desa Claket, Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur akibat diguyur hujan lebat.
Material longsor sempat menutup akses jalan alternatif Pacet-Trawas via Cembor, pada Senin (2/2/2026) malam.
Baca juga: Pohon Beringin Jumbo Timpa Rumah di Pungging Mojokerto, Feri dan Keluarga Panik Selamatkan Diri
Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan, cuaca ekstrem memicu hujan lebat mulai sore hingga malam di kawasan Pacet hingga mengakibatkan tebing longsor di Desa Claket.
"Kabupaten Mojokerto hujan intensitas sedang-tinggi dan angin kencang, mengakibatkan tanah longsor di Desa Claket yang menutup akses jalan," ujar Rinaldi saat dijumpai usai kegiatan Konsultasi Publik Pemindahan Ibu Kota Kabupaten Mojokerto di Hotel Aston, Puri, Selasa (3/2/2026).
Rinaldi mengungkapkan, tebing di sisi jalan raya Pacet-Trawas longsor panjang 15 meter dengan ketebalan satu meter dan tinggi sekitar 3 meter.
Petugas gabungan BPBD bersama masyarakat secara manual menggunakan alat seadanya untuk mengevakuasi material longsor.
"Material tanah longsor telah dievakuasi dan bisa dilewati kendaraan sekitar pukul 21.00 WIB," jelasnya.
Baca juga: Angin Puting Beliung di Pungging Mojokerto, Rusak Puluhan Rumah Warga dan Fasum
Kalaksa BPBD Rinaldi menyebut, potensi kerawanan bencana di Kabupaten Mojokerto kembali tinggi menyusul puncak musim hujan yang diprediksi masih berlangsung sampai Maret nanti.
Petugas BPBD juga intensif melakukan mitigasi dan cepat tanggap dalam penanggulangan bencana, didukung posko bencana hidrometeorologi Kabupaten Mojokerto 2025 yang beroperasi 24 jam.
"Hasil mitigasi penyebabnya adalah hujan intensitas cukup tinggi sehingga terjadi longsor di Pacet, kondisi tebing labil karena berulangkali terkena air," pungkas Rinaldi.
Ia mengajak masyarakat waspada terhadap potensi bencana terutama di daerah rawan banjir, longsor dan angin kencang.
"Peran masyarakat sangat penting dalam kesiapsiagaan, maupun penyampaian informasi awal dalam penanggulangan bencana," tukasnya.
Baca juga: Pemkab Mojokerto Terima 12.000 Vaksin PMK, Antisipasi Temuan Kasus di Dawarblandong
Peta bencana Kabupaten Mojokerto, wilayah rawan banjir mayoritas pemukiman di Kecamatan Mojosari, Kecamatan Pungging, Ngoro, Mojoanyar, Bangsal, Puri, Sooko, Gedeg, Jetis, Kemlagi dan Dawarblandong.
Desa berpotensi terdampak banjir di antaranya Desa Candiharjo, Kembangsri, Tanjungrono, Kedungmunggal, Jotangan, Kebondalem, Kwatu, Salen, Pekuwon, Leminggir, Jabon, Kenanten, Sumolawang, Brangkal, Brayung, Tempuran, Balongwono, Modongan, Mojoranu, Ngingasrembyong dan lainnya.
Desa rawan banjir di lor kali (Utara Sungai) Brantas meliputi Sidoharjo, Pagerejo, Penompo, Canggu, Jetis, Perning, Mojolebak, Ngabar, Jerukseger, Gembongan, Gempolkerep, Kedungsari, Betro, Sawo, Talunblandong, Banyulegi dan lainnya.