SURYA.co.id Surabaya - Persebaya Surabaya menghadapi tantangan besar pada pekan ke-20 Super League 2025/2026. Bajol Ijo harus tampil tanpa kapten Bruno Moreira dan gelandang Milos Raickovic yang terkena akumulasi kartu kuning, setelah tren kemenangan mereka terhenti usai ditahan imbang Dewa United.
Tambahan satu poin dari hasil imbang membuat Persebaya mengoleksi 32 poin dari 19 pertandingan, menempatkan mereka di posisi kelima klasemen sementara.
Absennya dua pilar utama ini menambah beban pelatih Bernardo Tavares dalam meramu strategi menghadapi Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Tavares menegaskan tim harus segera beradaptasi. “Kami perlu bekerja keras karena setelah ini kami akan bermain melawan Bali. Mereka memiliki waktu dua hari lebih banyak untuk mempersiapkan pertandingan ini daripada kami,” ujarnya.
Dengan kondisi ini, Persebaya harus mengandalkan pemain asing baru dan opsi darurat di lini depan untuk menjaga peluang menembus empat besar klasemen.
Baca juga: Daftar 4 Pilar Persebaya Absen Saat Lawan Bali United Bernardo Tavares Siapkan Opsi
Absennya Bruno Moreira membuat lini depan Persebaya kehilangan sosok pemimpin sekaligus pengatur serangan. Tavares harus mencari alternatif agar Bajol Ijo tetap tajam.
Malik Risaldi menjadi salah satu opsi. Meski berposisi sebagai winger, ia memiliki kecepatan dan tendangan keras yang bisa dimanfaatkan sebagai striker.
Paulo Gali juga bisa dimainkan lebih ofensif. Mobilitasnya di sisi kanan memberi variasi serangan yang bisa mengejutkan lawan.
Bruno Paraiba menjadi tumpuan utama. Striker asing ini diharapkan mampu mengisi kekosongan dengan naluri gol yang tajam.
Pedro Matos dan Francisco Rivera di lini tengah akan mendapat tugas lebih besar untuk menyuplai bola ke lini depan.
Baca juga: Persebaya Surabaya Cari Striker Lokal, Ramadhan Sananta Berpeluang Reuni Dengan Tavares
Jefferson Silva dan Risto Mitrevski menjaga pertahanan, sementara Ernando Ari tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar.
Tavares menilai tim harus lebih cerdas dalam memanfaatkan peluang. “Kami bisa saja mengambil keuntungan dengan keunggulan satu pemain,” katanya usai ditahan imbang Dewa United.
Dengan strategi alternatif ini, Persebaya berharap tetap kompetitif menghadapi Bali United.
Persebaya melakukan perombakan besar di putaran kedua. Enam pemain dilepas, termasuk Rizky Dwi dan Kadek Raditya, sementara empat pemain asing baru didatangkan: Bruno Paraiba, Jefferson Silva, Pedro Matos, dan Gustavo Fernandes.
Jefferson Silva langsung dimainkan penuh melawan PSIM, Bruno Paraiba mencetak gol debut, sementara Pedro Matos menunjukkan adaptasi cepat. Gustavo Fernandes masih menunggu kesempatan tampil.
Absennya Bruno Moreira dan Milos Raickovic membuat peran pemain baru semakin vital. Mereka diharapkan mampu menutup celah yang ditinggalkan dua pilar utama.
Pedro Matos akan menjadi motor di lini tengah. Francisco Rivera juga diharapkan menjaga kreativitas serangan.
Bruno Paraiba menjadi ujung tombak serangan. Malik Risaldi dan Paulo Gali mendukung dari sisi sayap.
Risto Mitrevski menegaskan pentingnya kerja keras tim. “Semua pemain perlu memberikan 100 persen seperti di setiap pertandingan. Dan itulah satu-satunya cara untuk memenangkan pertandingan,” ujarnya.
Dengan komposisi ini, Persebaya tetap optimistis menjaga momentum meski kehilangan dua pemain inti.
Malik Risaldi menjadi salah satu pemain yang siap mengisi kekosongan di lini depan. Kecepatan dan tendangan kerasnya bisa menjadi senjata untuk menekan pertahanan Bali United.
Paulo Gali juga bisa dimainkan lebih ofensif. Mobilitasnya di sisi kanan memberi variasi serangan yang bisa mengejutkan lawan.
Keduanya memang bukan striker murni, tetapi Tavares menilai fleksibilitas mereka penting dalam situasi darurat.
Malik pernah dimainkan sebagai striker dalam beberapa laga sebelumnya. Meski bukan targetman sejati, ia mampu memberi ancaman dengan pergerakan cepat.
Gali Freitas juga memiliki kemampuan menusuk dari sisi sayap. Kombinasinya dengan Bruno Paraiba bisa menjadi solusi sementara.
Dengan absennya Bruno Moreira dan Milos Raickovic, peran Malik dan Gali semakin krusial.
Tavares menegaskan tim harus lebih kreatif. “Kami memiliki peluang bagus. Kami bermain cepat. Transisi ofensif yang bagus, transisi defensif yang bagus,” katanya.
Dengan kondisi ini, Persebaya berharap tetap kompetitif menghadapi Bali United dan menjaga peluang menembus empat besar klasemen.