Audero Buka Suara Soal Insiden Petasan, Akun Instagram Inter Milan Diserbu Netizen Indonesia
February 03, 2026 09:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM - Akhirnya kiper Cremonese, Emil Audero buka suara seusai terkena lemparan petasan, hingga netizen Indonesia ramai-ramai serbu Instagram Inter Milan.

Insiden pelemparan petasan yang meledak di lapangan pada pertandingan giornata 23 Liga Italia Serie A antara Cremonese vs Inter Milan, Senin (2/2/2026) kemarin, berbuntut panjang.

Inter kini terancam hukuman serius akibat ulah penonton di tribun suporternya yang melempar petasan hingga mengenai Emil Audero.

Insiden memalukan itu terjadi tepat pada menit 48 saat terdengar bunyi dentuman keras yang mengejutkan seisi Stadion Giovanni Zini.

Dentuman tersebut disertai asap putih yang membumbung di area gawang Cremonese, bersamaan dengan jatuhnya Emil Audero ke tanah.

Audero diketahui terkena percikan ledakan petasan di bagian telinga, lutut, dan kakinya.

LEDAKAN PETASAN - Kiper Cremonese, Emil Audero tumbang di lapangan akibat terkena lemparan petasan yang meledak di dekatnya. Insiden ini terjadi saat menghadapi Inter Milan pada giornata 23 Liga Italia Serie A, di Stadion Giovanni Zini, Senin (2/2/2026).
LEDAKAN PETASAN - Kiper Cremonese, Emil Audero tumbang di lapangan akibat terkena lemparan petasan yang meledak di dekatnya. Insiden ini terjadi saat menghadapi Inter Milan pada giornata 23 Liga Italia Serie A, di Stadion Giovanni Zini, Senin (2/2/2026). (X/@SerieA_ID)

Baca juga: Reaksi Lautaro Martinez dan Presiden Inter Milan, Buntut Insiden Petasan yang Menimpa Audero

Beruntung, kiper Timnas Indonesia tersebut masih bisa melanjutkan pertandingan tanpa harus ditunda.

Meski demikian, butuh sekira 5 menit bagi perangkat pertandingan untuk memastikan situasi laga Cremonese vs Inter Milan aman dilanjutkan.

Respons Audero

Pada akhirnya Emil Audero buka suara soal insiden menghadapi mantan klubnya itu.

Ia mengabarkan kondisinya sudah lebih baik dan tak mengalami cedera mengkhawatirkan.

"Halo semuanya, ini adalah pesan untuk mengucapkan terima kasih kepada semua yang menulis kepada saya kemarin. Sekarang saya baik-baik saja, meskipun kemarin saya merasakan sakit yang cukup kuat di telinga dan perih di lutut," kata Emil Audero dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram Cremonese, Selasa (3/2/2026).

Penjaga gawang asal Lombok, Indonesia itu menyayangkan insiden tersebut harus terjadi di dalam pertandingan.

Menurutnya, petasan itu bisa berakhir lebih buruk, lantaran para pemain berkonsentrasi penuh di lapangan.

"Saya lega setelah melihat kembali rekaman kejadian, karena memang bisa saja berakhir lebih buruk. Sayangnya, insiden seperti ini masih terus terjadi… Saya berharap semakin jarang terjadi dan sekali lagi berterima kasih kepada semua yang telah mendukung saya," ungkapnya.

Audero juga menegaskan alasannya enggan mengakhiri pertandingan lebih cepat.

Padahal, ia bisa saja meminta laga diberhentikan dengan alasan keselamatan. Jika sikap ini yang diambil, maka Cremonese yang di laga tersebut kalah 0-2, bisa berbalik menang WO 3-0 atas Inter Milan.

Menurut Audero, ia masih merasakan adrenalin untuk berada di lapangan dan mengakhiri pertandingan dengan normal.

Lagipula, tak ada cedera serius yang dialaminya untuk memaksa wasit menghentikan laga.

"Mengapa saya tetap berada di lapangan? Adrenalin, pertama dan terutama itu. Tapi Anda juga melakukannya karena Anda berada di lapangan, Anda memahami situasinya, dan Anda tidak ingin itu berakhir seperti itu," kata mantan kiper Inter Milan dan Juventus ini.

"Saya tidak merasa ingin pergi. Menskors pertandingan karena insiden seperti itu tidak sesuai dengan saya. Saya tahu saya bisa melakukannya. Bahkan jika sesuatu terjadi nanti," ujarnya menambahkan.

KORBAN PETASAN - Kiper berdarah Indonesia, Emil Audero saat bermain untuk Cremonese di Liga Italia Serie A musim 2025/2026. Audero menjadi korban pelemparan petasan yang dilakukan penonton dari arah curva pendukung Inter Milan pada laga Liga Italia Serie A, Senin (1/2/2026).
KORBAN PETASAN - Kiper berdarah Indonesia, Emil Audero saat bermain untuk Cremonese di Liga Italia Serie A musim 2025/2026. Audero menjadi korban pelemparan petasan yang dilakukan penonton dari arah curva pendukung Inter Milan pada laga Liga Italia Serie A, Senin (1/2/2026). (ARSIP - Instagram/@uscremonese)

Baca juga: Momen Emil Audero Mendadak Tumbang di Gawang, Kena Petasan saat Cremonese vs Inter Milan

Detik-detik ledakan petasan

Saat ini, Emil Audero masih menyimpan bekas luka dari petasan yang meledak di dekat kakinya pada babak kedua melawan Inter Milan.

Masih jelas dalam ingatan Audero sebelum menit 48 pertandingan itu tiba dan asap putih menghalangi pandangannya.

"Sudah ada asap dan petasan sejak pemanasan. Biasanya hanya flare yang tidak meledak, jadi saya tidak terlalu peduli," kata Audero kepada Gazzetta dello Sport.

Namun saat babak kedua, Audero melihat kertas putih yang jatuh di tanah tepat di area gawang tempat ia berdiri.

Ia kemudian bergeser untuk mengikuti arah bola, setelahnya ledakan menggelegar, disertai asap putih.

"Saat pertandingan, saya fokus, lalu menoleh dan melihat benda itu di tanah dekat saya. Kebetulan saya bergeser mengikuti jalannya bola. Saya sempat memanggil perhatian wasit, melangkah sedikit, lalu terdengar ledakan dahsyat," ujar Audero.

Sontak Audero tersungkur ke tanah, itu lebih pada reaksi terkejut akibat dahsyatnya suara ledakan.

"Suara ledakan itu seperti dihantam palu di telinga, saya sulit mendengar. Di kaki kanan ada luka robek, celana sobek, dan rasa perih luar biasa. Kalau saya tidak bergeser, akibatnya bisa sangat fatal," ucap kiper berusia 29 tahun ini.

KENANGAN INDAH - Emil Audero ketika meraih Scudetto bersama Inter Milan musim 2023/2024. Itu menjadi kenangan indah bagi kiper asal Indonesia ini bersama Nerazzurri.
KENANGAN INDAH - Emil Audero ketika meraih Scudetto bersama Inter Milan musim 2023/2024. Itu menjadi kenangan indah bagi kiper asal Indonesia ini bersama Nerazzurri. (ARSIP - inter.it)

Baca juga: Profil Emil Audero, Kiper Inter Milan Kelahiran Mataram Dilirik Masuk Timnas Indonesia

Tak Dendam dengan Inter Milan

Audero juga memilih tak menaruh dendam pada Inter Milan maupun suporternya.

Apalagi, Audero punya kenangan indah bersama Nerazzurri di masa lalu, terutama saat meraih Scudetto bintang kedua pada musim 2023/2024.

"Saya punya hubungan baik dengan klub dan para pemain. Presiden Marotta dan semuanya datang menanyakan kondisi saya. Mereka khawatir. Yang jelas, saya bukan tipe orang yang mencari keuntungan dari insiden ini. Saya hanya ingin terus bermain," ungkap Audero.

Ia juga enggan menyalahkan suporter, sebab itu merupakan elemen penting dalam sepak bola, sebagai pemain keduabelas di dalam tim.

"Mayoritas suporter adalah bagian penting dari sepak bola, penuh gairah dan dukungan. Tapi di mana pun ada segelintir orang yang tidak ada hubungannya dengan sepak bola. Meski begitu, saya tetap percaya pada sisi baik suporter, walau insiden seperti ini terlalu sering terjadi," ucapnya.

Kendati demikian, Audero masih tak habis pikir dengan pelaku pelemparan petasan.

Jika ia diberi kesempatan bertemu dengan pelaku, Audero akan meminta penjelasan atas aksi ceroboh tersebut.

"Saya ingin bertanya: mengapa? Apa tujuanmu—mendukung tim atau membuat keributan? Mengapa kamu memilih menyakiti orang lain dan dirimu sendiri? Jelaskan makna dari semua ini…" tegasnya.

Saat ini, Cremonese telah memberinya dua hari waktu istirahat untuk memulihkan psikologis dan fisiknya.

Ia diharapkan bisa merumput lagi saat Cremonese bertandang ke markas Atalanta, pada 10 Februari mendatang.

Diserbu Netizen Indonesia

Insiden pelemparan petasan itu berbuntut tercorengnya citra Inter Milan sebagai klub fairplay.

Inter yang punya hubungasn erat dengan Indonesia di masa lalu, harus tercoreng akibat pelemparan petasan yang korbannya Emil Audero.

Netizen Indonesia langsung bergerak cepat memenuhi kolom komentar di setiap postingan Instagram Inter Milan baru-baru ini.

Puluhan ribu komentar netizen Indonesia tak terima Emil Audero menjadi sasaran petasan dari suporter Nerazzurri.

Nyaris semua komentar netizen Indonesia di Instagram Inter berisi hujatan dan sentimen negatif, tak sedikit dengan meluapkan kata-kata kasar.

Hukuman Berat Ancam Nerazzurri

Akibat insiden itu, hukuman berat menanti Inter Milan.

Berbagai sumber di Italia mengungkapkan setidaknya ada 4 potensi sanksi yang bakal didapat Nerazzurri:

1. Denda besar untuk klub. Ini merupakan konsekuensi standar atas aksi yang dilakukan suporter, hingga membuat jalannya pertandingan terganggu.

2. Larangan bertandang untuk suporter. Sanksi ini bisa berlaku hingga akhir musim, yang mana Inter Milan menyisakan 8 pertandingan tandang di Liga Italia Serie A. Jika ini terjadi, maka sangat merugikan Nerazzurri, lantaran mereka masih harus menghadapi AC Milan, Lazio, dan Bologna di laga away.

3. Curva suporter di San Siro ditutup. Sanksi ini akan membuat laga kandang Inter Milan tanpa penonton penuh, lantaran sebagian ditutup untuk area suporter. Padahal, dukungan dari suporter sangat penting bagi Nerazzurri dalam memacu perburuan Scudetto musim ini.

4. Tanpa penonton di laga kandang. Sanksi ini paling berat, Nerazzurri bisa bermain kandang di sisa musim ini tanpa kehadiran penonton. Selain melemahkan secara gairah, itu juga memukul sektor finansial klub.

(*)

TribunKaltara.com / Cornel Dimas Satrio K

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.