- Stand yp comedy show Pandji Pragiwaksono bertajuk 'Mens Rea', menjadi sorotan publik karena terus menerus menyinggung isu sosial politik yang ada di Indonesia.
Materi 'Mens Rea' stand up comedy Pandji Pragiwaksono dianggap komedinya bermain di pinggir jurang, menghasilkan ia dilaporkan ke polisi oleh enam organisasi.
Tak hanya itu saja, anak dari Pandji Pragiwaksono pun dibully warganet dampak dari materi komedi 'Mens Rea'.
Dengan adanya laporan polisi hingga anaknya dibully, Pandji Pragiwaksono menegaskan kedepan akan tetap membuat stand up comrdy show lagi serupa dengan Mens Rea.
"Kalau ditanya apakah akan ada show lagi? Pasti ada, tapi judulnya bukan Mens Rea. 10 kali saya buat show judulnya selalu berbeda," kata Pandji Pragiwaksono usai bertemu dengan Majelis Ulama Indonesia di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).
Pandji mengakui materinya nanti juga akan mengangkat isu sosial politik di Indonesia, sesuai dengan keresahan yang ada di hatinya.
Karena Mens Rea memiliki dampak besar, Pandji memastikan dirinya tidak kapok kembali mengangkat tema atau isu sosial politik lagi di kemudian hari.
"Enggak (kapok), karena memang tidak datang dengan niat jahat. Datangnya hanya dengan niat menghibur, untuk bikin masyarakat ketawa," ucapnya.
"Maka tidak ada alasan untuk saya kapok selama saya membuka ruang diskusi," sambungnya.
Pandji menyebut dirinya menerima banyak masukan dari banyak pihak usai Mens Rea menuai sorotan masyarakat Indonesia.
Namun, Pandji memastikan materi Mens Rea dibuat dengan tujuan agar bisa menjadi lebih baik, serta menghibur masyarakat.
"Saya diingatkan bahwa sebagai orang yang berkarya tentu selalu ada ruang untuk jadi lebih baik lagi. Karena saya ingin terus berkarya, maka karya itu harus didesain dengan mempertimbangkan perasaan sebanyak-banyaknya orang juga," jelasnya.
Pandji Pragiwaksono menegaskan bahwa pertunjukan Stand Up Comedy dibuat untuk menghubur masyarakat, bukan buat dirinya sendiri.
Pandji Pragiwaksono berusaha mewakili perasaan masyarakat, yang ia tuangkan dalam materi stand up nya.
"Artinya apapun yang saya bawakan di atas panggung, ketika sudah disajikan di sebuah pertunjukan, itu adalah karena dia mewakili keresahan masyarakat orang... masyarakat banyak. Dan itu bisa membuat tawa orang banyak," ujar Pandji Pragiwaksono.
"Ketika tawa itu tercipta, berarti mereka mengerti, mereka menemukan lucunya. Dan selalu pertunjukan saya seperti itu. Sehingga apa yang ada di atas panggung adalah gambaran dari potret masyarakat yang nonton dia. Karena tiap komika segmennya masing-masing. Kebayang?," tambahnya.(*)