Gebrakan AC Milan Batal di Detik Akhir: Bintang Crystal Palace Gagal Dicomot, Sebabnya Mencengangkan
February 03, 2026 09:44 PM

TRIBUNWOW.COM - Gagalnya transfer Jean-Philippe Mateta dari Crystal Palace ke AC Milan menjadi satu di antara drama terbesar di penghujung bursa transfer musim dingin 2026.

Hal ini terjadi karena proses kepindahan Jean-Philippe Mateta sebenarnya sudah berada pada tahap yang sangat maju.

Kesepakatan nilai transfer yang disebut mencapai lebih dari €30 juta (Rp600 miliar) dikabarkan telah tercapai antara kedua klub.

Sehingga Jean-Philippe Mateta tinggal melewati rangkaian tes medis untuk merampungkan kepindahannya ke San Siro.

Namun, kekhawatiran terkait kondisi lutut Jean-Philippe Mateta membuat pihak AC Milan meminta pemeriksaan tambahan sebelum mengambil keputusan akhir.

Baca juga: Transfer Liga Inggris : Everton Datangkan Aset Masa Depan Chelsea dengan Status Pinjaman

Situasi tersebut menempatkan status transfer Jean-Philippe Mateta dalam posisi serba menggantung.

Hal ini disebabkan oleh hasil evaluasi tim medis yang keluar nantinya akan menjadi penentu apakah kesepakatan dilanjutkan atau dibatalkan.

Pada akhirnya, AC Milan memilih mundur sehingga rencana hijrah penyerang berusia 28 tahun tersebut resmi batal meski proses negosiasi sudah berlangsung intens.

Konfirmasi paling kuat mengenai batalnya transfer ini datang dari Jurnalis Spesialis Bursa Transfer, Fabrizio Romano, melalui unggahan di akun X miliknya @FabrizioRomano, Senin (2/1/2026).

Dalam cuitan tersebut, Romano menulis bahwa Mateta tidak akan bergabung dengan AC Milan setelah menjalani dua sesi tes medis pada hari yang sama.

Selain itu, ia juga menyebut bahwa sang pemain sebenarnya menginginkan kepindahan ini, namun keputusan klub didasarkan pada hasil pemeriksaan medis.

Unggahan itu langsung viral dan mendapat banyak tayangan dan interaksi.

Dengan demikian, pernyataan Romano menjadi titik balik narasi, mengubah status rumor dan spekulasi menjadi kabar resmi bahwa transfer Mateta ke AC Milan benar-benar tidak akan terwujud.

Media internasional kemudian menindaklanjuti kabar tersebut dengan laporan yang lebih rinci mengenai alasan di balik keputusan Milan membatalkan transfer.

Khususnya terkait riwayat cedera lutut dan kekhawatiran tentang ketahanan fisik Mateta dalam jangka panjang.

Mereka menekankan bahwa pembatalan ini terjadi dan berdekatan dengan batas waktu bursa transfer.

Sehingga memicu efek berantai terhadap rencana transfer klub-klub lain yang bergantung pada kepindahan Mateta.

Di sisi lain, dikutip dari OneFootball, Senin (2/1/2026), yang lebih menekankan sudut pandang sang pemain.

Kabarnya, Mateta tetap berhasrat pindah namun takdir berkata lain, ia harus menerima keputusan klub tujuan yang memilih mundur.

Dampak Gagal Transfer Mateta bagi Kedua Klub

Dari keseluruhan laporan, terlihat jelas bahwa faktor medis, bukan persoalan finansial atau kesepakatan pribadi, menjadi pemicu utama gagalnya transfer ini.​

Bagi Crystal Palace

Bagi Crystal Palace, kegagalan kepindahan ini berdampak langsung pada rencana penataan skuad dan strategi rekrutmen mereka menjelang penutupan bursa.

Kabarnya, Crystal Palace juga sudah mulai menyiapkan langkah pengganti.

Termasuk kaitan dengan rencana transfer Jorgen Strand Larsen dan pergerakan klub lain yang terhubung dalam rantai kesepakatan.

Dengan berantakannya transfer Mateta ke Milan, skenario berantai tersebut ikut terguncang sehingga memaksa klub-klub terkait meninjau ulang strategi dan prioritas mereka.

Sang penyerang kini harus melanjutkan musim bersama klub yang sudah hampir ia tinggalkan.

Kondisi ini seperti menggambarkan suasana yang berpotensi memengaruhi motivasi dan pembagian peran di lini depan.

Bagi AC Milan

Di sisi AC Milan dan sepak bola Italia, kasus ini memunculkan kembali perdebatan.

Perdebatan tersebut menyangkut sejauh mana klub-klub besar berani mengambil risiko terhadap pemain dengan catatan medis yang tidak sempurna.

Keputusan AC Milan ini dinilai sebagai langkah hati-hati yang wajar mengingat besarnya nilai investasi.

Selain itu, keputusan tersebut mempertimbangkan kebutuhan tim akan sosok penyerang yang siap tampil konsisten sepanjang musim.

Namun, ada pula pandangan bahwa insiden ini menyoroti betapa rumitnya proses perekrutan di level tertinggi.

Di mana aspek medis, teknis, dan finansial harus dipertimbangkan secara bersamaan dalam waktu terbatas.

Kasus Mateta menambah daftar contoh transfer besar yang batal di detik-detik terakhir karena alasan medis.

Fenomena seperti ini selalu menyita perhatian publik sepak bola karena dianggap dramatis dan penuh spekulasi.

Pada akhirnya, satu laporan medis mampu mengubah arah karier seorang pemain.

Laporan tersebut juga dapat menggeser peta rencana transfer beberapa klub sekaligus dalam satu jendela bursa.

(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret/Alifazahra Avrilya Noorahma)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.