Nasib Sampah Bukittinggi Bergantung di Payakumbuh, DLH Minta Gubernur Sumbar Bangun TPST Regional
February 03, 2026 10:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bukittinggi usulkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) regional di Payakumbuh kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mengatasi persoalan limbah kota.

Langkah ini bertujuan agar armada pengangkut tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh menuju TPA Aie Dingin di Kota Padang.

Usulan DLH Bukittinggi tersebut mengarah pada pembangunan kembali fasilitas pengelolaan sampah regional di Kota Payakumbuh yang dirancang sebagai TPST Payakumbuh.

Fasilitas ini ditujukan untuk menampung dan mengolah sampah dari beberapa daerah di Sumatera Barat.

Kepala DLH Bukittinggi, Aldiasnur, menyampaikan bahwa keberadaan TPST Payakumbuh akan memungkinkan Bukittinggi menghentikan pengangkutan sampah ke TPA Aie Dingin Padang. 

Baca juga: Warga Padang Sempat Protes, Bukittinggi Kirim 85 Ton Sampah Setiap Hari ke TPA Aie Dingin

"Kita tengah mengusulkan ke provinsi untuk membangun kembali TPST di Payakumbuh," katanya saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Selasa (3/2/2026).

Tak hanya Kota Bukittinggi ujar Aldiasnur, sampah dari Kota Payakumbuh, Padang Panjang dan Kabupaten Agam juga berakhir di sana.

Ketentuan ini juga mengacu pada Perpres Nomor 12 Tahun 2025 (terkait RPJMN 2025-2029) yang memuat Proyek Strategis Nasional.

Proyek ini mencakup penataan TPA dan pembangunan TPST Regional di Kota Payakumbuh. 

"Mudah-mudahan Gubernur Sumbar, Mahyeldi bisa berkomunikasi dengan pemerintahan pusat, jadi kita bisa lagi membuang sampah di sana," katanya.

Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem Sumbar Mengintai hingga Malam, Wilayah Ini Bakal Dihantam Hujan Lebat

Selama ini, Kota Bukittinggi tidak memiliki lahan yang cukup untuk membuang sampah ke TPA.

Oleh karena itu, DLH Bukittinggi mengusulkan agar pembangunan TPST Payakumbuh dapat terwujud.

"Selama ini di Bukittinggi keterbatasan lahan," tambahnya.

Sampah Bukittinggi ke Padang 85 Ton

Kota Bukittinggi menyumbang sebanyak 80 hingga 85 ton sampah setiap harinya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Aie Dingin, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Pernyataan itu disampaikan oleh Kadis DLH Bukittinggi, Aldiasnur saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Selasa (3/2/2026).

Dalam keterangannya, sampah yang diangkut dari Kota Bukittinggi ke TPA Aie Dingin bervariasi.

Hal itu dikarenakan volume sampah di bank sampah di Bukittinggi tidak selalu sama. Untuk itu ia menafsir sebanyak 80 hingga 85 ton.

"Sekitar 80 sampai 85 ton, jumlahnya tidak sama setiap harinya. Sampah ini dibawa menggunakan enam truk dari Bukitinggi ke TPA Aie Dingin, Padang," ungkapnya.

Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem Sumbar Mengintai hingga Malam, Wilayah Ini Bakal Dihantam Hujan Lebat

Namun, pengantaran sampah dari Bukittinggi ke Padang dilakukan pada malam hari. Hal itu disebabkan oleh akses buka tutup di Lembah Anai, usai jalan ambles dan diperbaiki.

Sampah ini memang berakhir di TPA Air Dingin, Kota Padang. Sesuai juga dengan MoU dengan Pemko Padang dalam jangka 5 tahun. Sekarang, MoU tersebut baru berjalan dua tahun. 

"Biasanya kita antar pagi hingga siang, namun karena jalan buka tutup di Lembah Anai, terpaksa mengantarnya malam," tambahnya.

PROSES PEMBUANGAN SAMPAH - Penampakan tumpukan sampah di TPA Aie Dingin, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Selasa (3/2/2026). Kadis DLH Bukittinggi, Aldiasnur sebut Kota Bukittinggi mengangkut sebanyak 80 hingga 85 ton sampah setiap harinya ke TPA Aie Dingin, Padang.
PROSES PEMBUANGAN SAMPAH - Penampakan tumpukan sampah di TPA Aie Dingin, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Selasa (3/2/2026). Kadis DLH Bukittinggi, Aldiasnur sebut Kota Bukittinggi mengangkut sebanyak 80 hingga 85 ton sampah setiap harinya ke TPA Aie Dingin, Padang. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Keluhan Warga

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bukittinggi merespon terkait keluhan warga Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang terkait pembuangan sampah ke TPA Air Dingin.

Pihaknya menyebut, permasalahan tersebut berakar dari aktivitas pembuangan sampah saat malam hari.

Baca juga: Selasar Pasar Raya Padang Dibersihkan, Puluhan Pedagang Terpaksa Pindah ke Basemen Fase VII

Sehingga akhirnya, muncul keluhan warga kepada sopir truk pengangkut sampah dari Bukittinggi ke TPA Air Dingin tersebut.

Diketahui, keluhan warga ini juga viral di media sosial Instagram @sudutbukittinggi, memperlihatkan perdebatan masyarakat dengan sopir pengangkut sampah dari Bukittinggi.

Dalam perdebatan itu terdengar bahwa warga meminta kepada sopir jangan membuang sampah ke daerahnya.

"Jan buang sampah ka tampek den" ucap warga kepada sopir yang mengangkut sampah dari Bukittinggi ke TPA Air Dingin itu.

Video tersebut juga mendapatkan berbagai respon dari masyarakat, ada yang mendukung aksi warga hingga menyebut pembuangan sampah dari Kota Bukittinggi ke TPA Air Dingin Padang, sesuai dengan perjanjian kerjasama.

Baca juga: KemenHAM Kawal Kasus Nenek Saudah, DPR Minta APH Usut Tuntas Hingga Tambang Ilegal

Postingan itu mendapatkan like sebanyak 2.626, 333 komentar 135 kali dibagikan. Sedangkan postingan sudah tayang selama 21 jam, saat dilihat pukul 09:57 WIB.

Menanggapi itu, Kadis DLH Bukittinggi Aldiasnur menyebut pembuangan sampah ke TPA Air Dingin berdasarkan perjanjian kerjasama dengan Pemko Padang.

Saat sekarang, kerjasama tersebut sudah berjalan selama dua tahun, dari target lima tahun.

Ia menjelaskan, keluhan warga Kelurahan Balai Gadang terjadi akibat aktivitas pembuangan sampah dari Bukittinggi ke TPA Air Dingin Padang terjadi saat malam hari.

Hal itu memunculkan tanda tanya, sehingga viral perdebatan masyarakat dengan sopir pengangkut sampah DLH Bukittinggi itu.

Baca juga: Kisah Asmanidar 35 Tahun Mengepul Sampah di TPA Aie Dingin Padang, Berhasil Kuliahkan Anak

"Biasanya kan kami buang sampah sore, namun karena akses buka tutup di Lembah Anai mulai di buka saat malam hari," ungkapnya saat dikonfirmasi TribunPadang.com.

Aldiasnur juga mengaku sudah membicarakan masalah tersebut kepada warga Balai Gadang.

Hingga kesepakatannya, pembuangan sampah dari Bukittinggi ke TPA Air Dingin Padang tetap berlangsung saat malam hari.

"Ke depannya tetap malam, warga sudah menerima, karena sudah disampaikan alasannya, kalau jalan di Lembah Anai buka pukul 20:00 WIB hingga 05:00 WIB pagi," tambahnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.