TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Pembangunan Jembatan Presisi Polri di SD Negeri 018 Semulut, Dusun Semulut, Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, terus mengalami kemajuan signifikan. Hingga hari keempat pengerjaan, progres fisik jembatan dilaporkan telah mencapai sekitar 70 persen.Jembatan ini dibangun sebagai solusi atas akses berbahaya yang selama ini harus dilalui para siswa menuju sekolah, menyusul keberadaan buaya liar di aliran air sekitar lingkungan sekolah. Kehadiran jembatan permanen tersebut diharapkan mengakhiri kekhawatiran orang tua dan tenaga pendidik.
Pekerjaan dilakukan oleh Satgas Darurat Pembangunan Jembatan Presisi Polri dengan dukungan personel Polsek Tebing Tinggi, Polsek Rangsang Barat, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud komitmen Polri dalam menjamin keselamatan anak-anak sekolah di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan infrastruktur.
“Selama ini siswa harus melintasi jembatan kayu darurat di kawasan yang diketahui menjadi habitat buaya liar. Dengan dibangunnya Jembatan Presisi Polri, risiko tersebut dapat dihilangkan sehingga aktivitas belajar anak-anak menjadi lebih aman,” ujar Aldi, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, hingga saat ini telah terpasang sebanyak 48 tiang pancang sebagai pondasi utama jembatan kayu, yang telah tersambung hingga ke depan teras sekolah. Pemasangan papan lantai jembatan pun mulai dilakukan sebagai tahapan menuju penyelesaian akhir.
“Ini merupakan fase penting. Jika tidak ada kendala, pemasangan papan akan terus dilanjutkan hingga jembatan siap digunakan,” tambahnya.
Pembangunan jembatan tersebut mendapat respons positif dari pihak sekolah dan warga sekitar. Sebelumnya, pihak sekolah bahkan sempat memasang papan peringatan bahaya buaya sebagai langkah antisipasi keselamatan siswa.
Dengan hampir rampungnya Jembatan Presisi Polri, jalur lama yang berisiko tinggi akan ditutup secara permanen dan digantikan akses baru yang lebih layak dan aman.
Kegiatan ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto, kebijakan Kapolri dan Kapolda Riau, serta menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjawab persoalan mendasar masyarakat pedesaan, khususnya di sektor pendidikan dan keselamatan anak.
(tribunpekanbaru.com/ Teddy Tarigan)