Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Ahsan Faradisi
TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Seorang anak balita berusia 2 tahun diduga tenggelam di Sungai Sentong, Dusun Polai, Desa Semendi, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (3/2/2026).
Hingga kini jasad korban belum ditemukan dan proses pencarian masih terus dilakukan petugas gabungan bersama warga dan kemungkinan pencarian akan dilanjutkan besok. Mengingat cuaca saat ini tidak memungkinkan.
Korban diketahui bernama Muhammad Arsyad Arrazi (2), anak dari pasangan Suami Istri (Pasutri) Abd Manan (43) dan Zuharo (41), warga Dusun Sentong, Desa Semendi, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.
Sebelum dikabarkan tenggelam, korban terlihat oleh warga tengah berdiri sendirian di depan teras rumah mengenakan kaos dalam. Tidak lama kemudian, korban dinyatakan hilang.
Baca juga: Dua Bocah Kembar di Bojonegoro Tenggelam saat Bermain di Sungai Mencari Ikan
Seorang warga setempat, Suyut mengatakan, setelah kembali dari sawah, dirinya sempat melihat korban berada di depan rumah. Namun saat saksi masuk ke dalam rumah untuk mandi dan bersiap salat, terdengar teriakan warga yang mencari keberadaan korban.
"Anaknya sendirian. Di dekat sungai ada bekas kaki kecil yang diduga milik korban. Ada juga bekas seperti ceker tangan," kata Suyut.
"Warga juga berupaya melakukan ritual bakar kemenyan dan menaburkan garam kasar di beberapa titik. Dengan harapan korban segera ditemukan," imbuhnya.
Kapolsek Tongas, AKP Ahmad Jayadi mengatakan, jika pihaknya menerima adanya laporan seorang anak hilang sekitar pukul 17.00 WIB, sehingga langsung mendatangi lokasi kejadian.
"Semnetara pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai dari lokasi kejadian ke arah utara, hingga wilayah Desa Bayeman, Dusun Sentong. Kondisi arus sungai yang cukup deras menjadi kendala dalam proses pencarian," ujar AKP Jayadi.
Dalam operasi pencarian tersebut, lanjut AKP Jayadi, selain melibatkan Polsek Tongas, juga Sat Samapta, BPBD Kabupaten Probolinggo, Satpol PP Kecamatan Tongas, relawan, tenaga medis, serta masyarakat setempat.