Rahasia besar di balik masa lalu penyanyi dangdut Denada perlahan mulai terkuak.
Setelah bertahun-tahun, Denada akhirnya mengakui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya.
Di balik pengakuan itu, tersimpan luka dan trauma mendalam akibat sikap ayah biologis Ressa Rizky Rossano yang meninggalkan mereka.
Luka lama ini dibongkar oleh adik kandung Denada.
Ia menyaksikan sendiri bagaimana sang kakak hancur setiap kali topik mengenai identitas pria di masa lalunya itu muncul dalam pembicaraan keluarga.
Adik Denada mengungkapkan bahwa membicarakan ayah kandung Ressa adalah hal yang sangat menyakitkan bagi sang kakak.
Ada rasa sakit yang luar biasa yang membuat Denada memilih untuk menutup diri rapat-rapat selama puluhan tahun.
"Kalau saya bicara dengan kakak saya, saya jadi kasihan," ungkap sang adik.
"Setiap saya mencoba omongan itu ke kakak saya, kakak saya langsung amat sangat sedih sekali," sambungnya.
Ia menggambarkan reaksi Denada bukan sekadar sedih biasa, melainkan perpaduan antara kemarahan dan luka hati yang pedih.
Hal inilah yang membuatnya enggan untuk terus menggali siapa sebenarnya sosok pria yang seharusnya bertanggung jawab tersebut.
Sebagai seorang adik, ia memilih untuk berada di garda terdepan guna melindungi sang kakak.
Meskipun ia memiliki kecurigaan mengenai siapa ayah kandung keponakannya, ia menegaskan tidak akan pernah mengumbar hal tersebut.
Baginya, menjaga perasaan Denada adalah prioritas utama.
Ia juga merasa bingung terhadap pihak-pihak yang justru menyudutkan Denada.
Padahal menurutnya, tanggung jawab moral sepenuhnya ada pada laki-laki tersebut.
"Dalam keluarga lain, kalau sesuatu terjadi seperti itu, apalagi keluarga perempuan, maka semuanya harus melindungi. Harusnya yang diserang laki-laki itu," tegasnya.
Misteri ini sebenarnya sempat tersentuh dalam percakapan di podcast Denny Sumargo bersama Ratih, tante Denada yang merawat Ressa sejak bayi.
Dalam momen tersebut, Ratih tampak sangat berhati-hati. Meski mengetahui identitas ayah biologis Ressa, ia memilih untuk bungkam.
Di sisi lain, pengakuan Denada di media sosial mengenai status Ressa ternyata belum cukup mendinginkan suasana.
Denada sempat meminta maaf atas kebodohannya di masa lalu yang sempat tak mengakui Ressa karena kondisi psikis yang tidak stabil saat itu.
Menanggapi permintaan maaf sang ibu, Ressa Rossano memberikan reaksi yang cukup mengejutkan.
Ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026), Ressa mengaku bahwa permohonan maaf tersebut belum menyentuh hatinya.
"Intinya belum kena ke hati," ujar Ressa singkat.
Bagi Ressa, kata-kata saja tidaklah cukup.
Setelah 24 tahun hidup dengan pertemuan yang sangat minim, ia menuntut sebuah pertemuan personal yang jujur di mana ia dan ibunya bisa bicara dari hati ke hati.
Adik Denada Tambunan, Enrico Tambunan buka suara soal dugaan ayah biologis Ressa Rizky Rossano.
Menurut Enrico, ayah biologis Ressa meninggalkan Denada.
Namun dirinya mengaku belum mendapat kepastian secara langsung dari Denada soal sosok laki-laki tersebut.
Melalui video yang ia unggah di Instagram, Enrico mengaku baru tahu Ressa adalah anak Denada pada Juni 2025.
Saat itu dirinya diberi tahu langsung oleh Ratih, tante Denada yang selama ini merawat Ressa.
Namun Enrico mengaku kalau saat ini dirinya sudah tidak bisa lagi berkomunikasi dengan Ratih.
Enrico juga mengaku sedih mendengar pernyataan Ratih di podcast yang mengaku tahu siapa ayah kandung Ressa.
"Saya sunggung sangat amat sedih karena waktu saya nonton podcast tante mengatakan tante tahu siapa bapaknya, tapi tante tidak mau omongin," kata Enrico.
Sebagai adik, Enrico memang baru tahu kalau Ressa adalah anak kakaknya.
"Jadi saya tidak tahu bahwa Ressa adalah anak Mba Dena pada waktu itu, mungkin karena saya tidak tinggal di Indonesia, kalapun saya ke Indo saya tinggal di rumah papah, keluarga papa tidak ada yang tahu juga," jelas Enrico.
Enrico sudah mencoba mencari tahu siapa ayah biologisnya, namun menurut dia Ratih enggan memberi tahu.
"Juni 2025 saya baru dijelaskan sama tante. Waktu itu dia tidak mau menjelaskan lagi," tuturnya.
Bahkan saat Enrico mencoba bicara pada Denada, sang kakak juga tidak pernah mau membuka masa lalunya itu.
"Kalau saya bicara dengan kakak saya, saya pun jadi kasihan, saya tidak tahu terjadi apa dulu itu," kata dia.
Meski begitu, Ressa masih ingat siapa pria yang jadi kekasih kakaknya saat itu.
"Saya bisa mungkin meraba-raba kira-kira siapa orangnya, antara yang mana dengan yang mana. Tapi kan tentunya saya tidak tahu secara pasti, karena saya tidak di Indonesia," jelasnya.
Menurut Enrico, Denada langsung sedih setiap kali ditanya soal ayah kandung Ressa.
"Tapi setiap kali saya mencoba membawa omongan itu ke kakak saya, kakak saya sangat amat sedih langsung. Seperti orang yang PTSD, langsung seperti orang yang mukanya sedih, campur marah, gak mau omongin," katanya.
"Seperti ada rasa sakit hari yang luar biasa, setiap saya mencari tahu siapa ayahnya," tambah dia.
Kini Enrico pun mengaku kecewa pada tantenya karena malah menyudutkan kakaknya, dan tidak menyerang ayah kandung Ressa.
"Kekecewaan saya yang luar biasa, kalau di podcast itu tante bilang tahu siapa bapaknya, kenapa yang tante serang adalah malah keponakan sendiri, bukan orang lain, yang justru dialah bapaknya, dia lah harusnya yang memberikan nafkah utama, kalau menurut saya, yang bertanggung jawab," beber Enrico.
Menurut dia, Denada juga merupakan korban karena ditinggalkan oleh laki-laki yang tidak mau bertanggung jawab itu.
"Sekarang sudah kakak saya ditinggalin, kakak saya harus menanggung beban yang luar biasa, dan sekarang dijatuhkan lagi, bukan malah dilindungi," katanya.
Ia pun mendesak sang tante untuk mengejar ayah biologis Ressa.
"Kalu tante tahu laki-lakinya siapa, harusnya yang diserang laki-laki itu, dan keponakan justru dilindungi," katanya.
"Seharusnya kita mempertanyakan laki-laki ini di mana, kenapa dia tidak bertanggung jawab," tandas Enrico.
Meski begitu, ia mengaku bisa menebak siapa pria yang dekat dengan kakaknya saat itu.
"Saya hanya bisa menebak-nebak waktu itu kakak saya lagi deket sama siapa. Dan karena saya tidak di Indonesia, jadi saya tidak tahu persis," katanya.
"Jadi kalau memang tante tahu, tante serang orang itu, jangan serang keponakan sendiri," tegas Enrico lagi.