Wisata NTT, Nikmati Pesona 4  Destinasi Wisata Pantura Flores Timur, Ada Pantai Telaga Biru
February 04, 2026 03:19 AM

POS KUPANG.COM --  Kabuaren Flores Timur , Provisi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki banyak tempat indah yang tak dari wilayah lain di NTT .

Kabupaten di ujung timur Pulau Flores itu memiliki empat destinasi wisata alam yang populer dan digandrungi wisatawan berada di jalur Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Destinasi wisata alam itu terbentang dari Kecamatan Lewolema hingga Titehena. Empat spot wisata alam ini menyuguhkan keindahan dan keunikannya.

Pulau Flores 
Bagi wisatawan  yang ingin menghabiskan akhir pekan atau hari libur, spot wisata di Pantura Flores Timur ini sangat cocok untuk dikunjungi. 

Pantai Kawaliwu

PANTAI-Pantai Kawaliwu yang terletak di Kecamatan Lebolema, Flores Timur.
PANTAI-Pantai Kawaliwu yang terletak di Kecamatan Lebolema, Flores Timur. (istimewa)


Pantai Kawaliwu berlokasi di Kawaliwu, Riangkotek, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Pantai ini berada di jalur Pantura Flores Timur ini memiliki pesona keindah tersendiri. Bibir pantainya dipenuhi batu-batu kecil berwarna hitam berbeda dari pantai lainnya yang berpasir.

Selain itu pantai ini menyuguhkan keindahan saat matahari terbanam. Namun yang palin unik ada air panas yang keluar dari di bebatuan pantainya.

Air Panas Kawaliwu

Wisatawan sedang merasakan air panas alami, di bibir pantai Kawaliwu di Kelurahan Riangkotek, Kecamatan Lewo Lema, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis (11/10/2018).
Wisatawan sedang merasakan air panas alami, di bibir pantai Kawaliwu di Kelurahan Riangkotek, Kecamatan Lewo Lema, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis (11/10/2018). ((KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA))

Air Panas Kawaliwu juga berada di Kawasan Pantai  Kawaliwu. Ada puluhan lubang kecil yang digali menggunakan tangan. 
Genangan air setinggi di atas mata kaki orang dewasa dijadikan wadah berendam kaki. Ada pula lubang sepanjang dua meter digunakan pengunjung untuk rebahan.

Baca juga: Wisata NTT, Jelajah Desa Watu Lanur di Manggarai Timur NTT, Ada Air Terjun dan Kekayaan Budaya

Pantai Telaga Biru

PANTAI - Pantai Telaga Biru di Desa Waibele, Kecamatan Lewolema, Flores Timur NTT (POS-KUPANG.COM/PAUL KABELEN)

Pantai Telaga Biru terletak di  Desa Lewobele, Kecamatan Lewolema sekitar 20-an km dari Kota Larantuka. Meski relatif dekat dijangkau, topografi dan jalan yang rusak berat bisa memakan waktu hampir satu.

Lokasi ini digandrungi pelancong lokal khususnya kalangan muda. Mereka datang berenang  dan mengabadikan momen diunggah ke platform media sosial.

Di pinggir pantai tumbuh berbagai jenis tanaman menciptakan suasana sejuk. Bebatuan dan karang kecil bertaburan memenuhi bibir pantai. Lautnya berwarna hijau kebiru-biruan bisa menghipnotis mata pengunjung berlama-lama di sana.

Uniknya, perpaduan warna hijau kebiruan itu seperti membentuk sebuah telaga. Pengunjung diimbau selalu waspada lantaran ada semacam palung laut berjarak belasan meter dari bibir pantai.

Keunikan berikut yaitu terdapat aliran air tawar yang mengarah ke laut. Pantai ini mulanya difasilitasi dengan pondok tempat duduk bersantai. Namun sekarang pondok tersebut sudah rusak  diterpa badai.

Pantai Lato 

Keindahan alam wisata di Pantai Lato, Desa Watowara, Kecamatan Titehena, Flores Timur, Sabtu, 7 Juni 2025.
Keindahan alam wisata di Pantai Lato, Desa Watowara, Kecamatan Titehena, Flores Timur, Sabtu, 7 Juni 2025. (POS-KUPANG.COM/PAUL KABELEN)

Pesona destinasi wisata Pantai Wato Lato di Desa Lewouran, Kabupaten Flores Timur, NTT sangat berbeda dari pantai umumnya yang berpasir.

Pantai ini memiliki bentang alam yang unik karena kawasan pantainya terdiri hamparan batu karang warna hitam. Tak heran bila nama pantai ini berkaitan dengan kondisi pantai, Wato Lota atau batu susun.

Selain panorama pantainya yang unik, pantai ini juga menyuguhkan pesona sunset atau matahari terbenam.

Jalan Rusak Jadi Kendala
Namun di balik keindahan empat destinasi wisata alam di Pantura Flores Timur itu, akses jalan yang buruk menjadi kendala.

Kesenjangan infrastruktur jalan sangat terasa saat melintasi Pantura, dari Lewolema hingga Titehena. Nyaris tak ada potongan aspal, tanda bahwa sejumlah desa di jalur pantura terisiolir.

Rusak sangat parah, jalur itu semakin curam dan ekstrem akibat abrasi. Pengendara diminta waspada lantaran akses jalannya kian sempit, berliku, belum lagi genangan lumpur di permukaan tanah.

Sebelum sampai ke Telaga Biru, tampak sebuah jembatan ambruk. Konstruksinya ikut terseret banjir. Keadaan itu semakin menyulitkan warga di Pantura. Mereka berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Flores Timur memperhatikan wilayah setempat.

Tak sedikit warga pernah mengalami kecelakaan saat melintas. Bebatuan lepas dan terjal. Tanjakannya licin, sulit beraktivitas saat tiba musim hujan. Ekonomi masyarakat terus terganggu gegara ketimpangan sosial satu ini.*

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.