Jakarta (ANTARA) - Dua pemain timnas futsal Indonesia, Ahmad Habiebie dan Syauqi Saud, mengaku antusias setelah akan kembali bertemu mantan pelatih mereka di tim Garuda, Kensuke Takahashi, yang kini melatih timnas futsal Jepang.

Momen ini akan dirasakan keduanya pada laga semifinal Piala Asia Futsal 2026 saat Indonesia berjumpa Jepang di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis (5/2) pukul 19.00 WIB.

"Ya, kebetulan ketemu mantan pelatih timnas juga. Juga mantan pelatih timnas U-20 saya juga kan. Jadi ya sangat ambisi banget sih," kata Habiebie usai kemenangan 3-2 timnya atas Vietnam pada babak perempat final di Indonesia Arena, Selasa.

Perjalanan paling berkesan Habiebie bersama Kensukse di tim U-20 adalah menjadi semifinalis Piala Asia Futsal U-20 2019. Kala itu, Garuda Muda lolos dari babak grup setelah meraih dua kemenangan dari dua pertandingan kontra Taiwan (6-3) dan Irak (2-1).

Indonesia kemudian melaju ke babak perempat final, di mana di babak ini mengalahkan Vietnam 7-5. Di semifinal, laju Indonesia dihentikan oleh Afganistan dengan kekalahan 3-4.

Jika Habiebie pernah dilatih Kensuke di tim U-20, Syauqi dilatih pelatih yang melatih Indonesia selama tiga tahun sejak 2018 itu di tim senior.

"Ya, itu pelatih saya juga dulu di 2018, 2019," kata Syauqi.

Kendati akan bertemu dengan mantan pelatihnya di Indonesia, Syauqi mengaku pada laga nanti ia tetap akan tampil habis-habisan guna mempersembahkan tiket final untuk Garuda.

"Ya, namanya bertarung ya kita bakal habis-habisan lah. Enggak ada pandang-pandang apa, yang penting habis-habisan aja gitu untuk memenangkan pertandingan," ucap dia.

Sementara itu, sebelum mencetak sejarah di tahun ini dengan melaju ke semifinal, laju terbaik Indonesia sebelumnya di Piala Asia Futsal terjadi empat tahun lalu di Kuwait.

Ketika itu, Indonesia menelan kekalahan 2-3 dari Jepang, yang di akhir turnamen menjadi juara saat mengalahkan Iran 3-2.

Saat ditanya bagaimana pendapatnya setelah Indonesia bertemu lagi dengan tim yang menyingkirkan timnya empat tahun lalu, Syauqi mengatakan pertemuan nanti menjadi ajang balas dendam tim Garuda.

"Ya ini mungkin membalas dendam kita ya. Membalas dendam kami," ucap penggawa klub Bintang Timur Surabaya itu.

"Kami enggak bisa janjikan kemenangan, tapi kami bisa janji kami memberikan yang terbaik lah untuk tanah air ini di semifinal nanti. Itu yang bisa kami janji," kata dia.