TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Pengembangan jaringan gas rumah tangga (jargas) di Batam dipercepat dan ditetapkan sebagai proyek percontohan nasional untuk memperluas pemanfaatan energi gas bumi yang lebih bersih dan mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina menegaskan kesiapan menjalankan mandat Danantara untuk memfokuskan bisnis pada sektor midstream dan downstream gas, termasuk melalui percepatan pipanisasi gas bumi hingga ke rumah tangga.
Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa Batam dipilih sebagai kota awal pengembangan jargas. Program ini akan dievaluasi sebelum diterapkan di daerah lain. "Untuk PGN, kita akan mulai tahun ini melakukan pipanisasi sampai ke rumah-rumah. Kita coba dulu di satu kota, yaitu Batam," ujar Dony melalui keterangan tertulisnya, Selasa (3/2/2026).
Direktur Komersial PGN, Aldiansyah Idham, mengatakan PGN mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam menyediakan energi yang aman, terjangkau, dan ramah lingkungan bagi masyarakat. Menurutnya, pengembangan jargas menjadi salah satu strategi utama memperluas akses energi bersih.
Hingga akhir Desember 2025, jumlah pelanggan jargas rumah tangga di Batam tercatat sebanyak 8.829 pelanggan. Pada tahun 2026, PGN menargetkan penambahan sekitar 10.000 sambungan rumah yang akan mencakup wilayah Batu Aji, Sagulung, dan Batam Kota.
Pembangunan jaringan jargas tersebut direncanakan mulai Maret 2026 dan dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kesiapan pasokan gas, infrastruktur pendukung, serta kebutuhan pasar di masing-masing wilayah.
Pengembangan jargas Batam merupakan bagian dari rencana belanja modal PGN tahun 2026 sebesar US$353 juta, di mana sebagian besar dialokasikan untuk penguatan sektor midstream dan downstream. PGN berharap program ini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung percepatan transisi energi nasional.
(Tribunpekanbaru.com/Alexander)