TRIBUN-MEDAN.com - Seorang pria yang baru dua bulan menikah ditemukan tewas di rumah kontrakannya.
Adapun pelaku pembunuhan tersebut ialah sang istri bersama anggota keluarganya.
Dikutip dari Sanook.com Selasa (3/2/2026), kasus pembunuhan ini terjadi di kota Bareilly, negara bagian Uttar Pradesh, India.
Korban diketahui bernama Jitendra, berusia 33 tahun. Ia baru saja menikah dengan Jyoti, perempuan yang telah menjalin hubungan asmara dengannya sejak masa sekolah.
Hubungan keduanya telah berlangsung lebih dari sembilan tahun sebelum akhirnya mereka memutuskan menikah pada akhir tahun lalu.
Pernikahan tersebut berlangsung di tengah kebahagiaan keluarga besar kedua belah pihak.
Namun, kebahagiaan rumah tangga itu hanya bertahan singkat. Dua bulan setelah menikah, Jitendra ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakan yang mereka tempati.
Saat pertama kali ditemukan, jasad korban berada dalam kondisi tergantung pada teralis besi jendela rumah. Temuan awal tersebut membuat polisi menduga korban meninggal akibat bunuh diri.
Kecurigaan muncul dari pihak keluarga korban. Adik laki-laki Jitendra tidak percaya bahwa sang kakak mengakhiri hidupnya sendiri.
Ia kemudian meminta pihak berwenang melakukan autopsi secara menyeluruh. Hasil pemeriksaan forensik membuktikan bahwa dugaan bunuh diri tidak benar.
Tim medis menyatakan penyebab kematian adalah akibat dicekik hingga kehabisan napas, bukan karena gantung diri. Berdasarkan hasil tersebut, polisi langsung mengubah arah penyelidikan menjadi kasus pembunuhan.
Dari hasil penyelidikan terungkap bahwa konflik rumah tangga menjadi pemicu utama tragedi ini.
Meski Jitendra dan Jyoti sama-sama bekerja sebagai pegawai sementara dengan penghasilan, korban disebut memiliki kebiasaan berjudi secara online.
Ia diam-diam mengambil uang dari rekening istrinya sebesar 20.000 rupee, atau sekitar Rp8 juta, dan menghabiskannya untuk berjudi hingga mengalami kerugian. Masalah keuangan itu memicu pertengkaran yang terus berulang setelah pernikahan mereka.
Pada hari kejadian, pertengkaran di antara pasangan suami istri itu kembali memuncak. Adu mulut yang terjadi dilaporkan berkembang menjadi kekerasan fisik.
Dalam kondisi emosi, Jyoti kemudian menghubungi orang tuanya serta kakak laki-lakinya untuk datang ke rumah kontrakan tersebut.
Ketika orang tua dan kakak Jyoti tiba di lokasi, situasi semakin memburuk. Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, ketiga anggota keluarga itu membantu menahan tubuh Jitendra.
Dalam kondisi tidak berdaya, korban kemudian dicekik oleh istrinya sendiri hingga meninggal dunia.
Setelah memastikan korban tewas, mereka diduga berusaha menutupi kejahatan tersebut dengan merekayasa tempat kejadian perkara agar terlihat seperti bunuh diri.
Mereka mengikatkan kain syal di leher korban, lalu menggantung jasadnya pada teralis jendela rumah kontrakan. Setelah itu, kejadian tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Polisi kemudian bergerak cepat dan berhasil menangkap Jyoti beserta kedua orang tuanya.
Dalam pemeriksaan, Jyoti mengakui perbuatannya. Ia menyatakan tindakan tersebut dilakukan karena kemarahan yang telah lama terpendam akibat konflik rumah tangga yang terus terjadi.
Sementara itu, kakak laki-laki Jyoti yang turut terlibat dalam kejadian tersebut masih dalam pelarian. Pihak kepolisian menyatakan terus melakukan pengejaran untuk menangkap tersangka yang tersisa.
(cr31/tribun-medan.com)