Kedai Nwansa Coffee Hadir di Jalan Surabaya Menteng, Dorong Aktivasi Kembali Ekonomi dan Budaya
February 04, 2026 01:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Nwansa Coffee menginisiasi gerakan #makejalsurgreatagain sebagai bukti kontribusi pada perputaran aktivitas ekonomi dan nilai budaya di Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat. 

Jalsur yang dimaksud merupakan Jalan Surabaya yang bersejarah sebagai ikon pasar barang antik yang bertahan puluhan tahun.  

Namun, badai pandemi Covid-19 dalam sekejap melunturkan potret keunikan itu, penghasilan merosot, bahkan daya minat memudar begitu saja. 

Keinginan untuk bertahan hidup melahirkan Nwansa Coffee yang kini tumbuh sebagai kedai kopi selama dua tahun belakangan dan kembali menghidupkan harmoni budaya dan roda ekonomi di Jalan Surabaya. 

“Nwansa Coffee menilai inisiasi kedai kopi sebagai urban culture dan bahkan sebagai needs (kebutuhan) di Jalan Surabaya mampu menghidupkan kembali Jalan Surabaya di masa mendatang,” kata Co-founder Nwansa Coffee Dimas Satryo Pinandito, Sabtu (31/1/2026). 

Baca juga: Momen Warga Gaza Tolong Korban di Tengah Serangan Israel hingga Picu Kepanikan di Nuseirat

Ia mengatakan Nwansa Coffee telah menggelar berbagai rangkaian kegiatan pemasaran di Jalan Surabaya, dimulai dari event olahraga, event musik, bahkan berkolaborasi dengan UMKM setempat demi memastikan kondusifitas terus terjaga. 

Bahkan, konsep antik dan elegan yang melekat pada citra Jalan Surabaya turut menyatu dengan identitas Nwansa Coffee, yang terus digencarkan secara masif melalui platform media sosial.

Melalui gerakan #makejalsurgreatagain justru menjadi stimulus sekaligus pengingat bahwa Jalan Surabaya masih mempertahankan kultur dan ciri khasnya. 

Gerakan ini memastikan bahwa Jalan Surabaya sebagai ikon di jantung kota Jakarta masih terus tumbuh melalui pendekatan modernisasi.

Baca juga: Gak Main-main! Ancaman Rudal Iran Bikin Israel Rayu AS Berhitung Ulang Opsi Perang

Meski demikian, #makejalsurgreatagain tetap memerlukan dukungan penuh dan kolaborasi Pemerintah Provinsi Jakarta untuk menoreh sejarah baru di Jalan Surabaya. 

“Jalan Surabaya is still alive.⁣ Bukan karena satu nama, tapi karena kita semua yang memilih bertahan.⁣ Kami merayakan kerja sama, solidaritas, dan rasa percaya⁣
antara kios, cerita, barang antik, musik lama, kopi, dan manusia-manusia yang menjaga denyutnya tetap hidup,” ungkap Dimas. 

“Dari jalan kecil dengan sejarah besar,⁣we rise, together untuk menghidupkan kembali Jalan Surabaya dan pasar barang antiknya, dengan cara kita sendiri,” jelas Dimas. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.