Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mulai menggeser pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) agar tidak lagi terpusat di Kota Bula. Tahun 2026, kegiatan tersebut dipastikan akan digelar di Kecamatan Werinama dan Pulau Gorom.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan SBT, Nofel Alkatiri, mengatakan GPM merupakan program rutin yang dilaksanakan menjelang hari-hari besar keagamaan, baik atas arahan pemerintah pusat maupun kebijakan daerah.
“Gerakan Pangan Murah itu rutinitas setiap tahun. Untuk tahun ini, karena keterbatasan anggaran, pelaksanaannya kita batasi di Werinama dan Pulau Gorom,” ujar Nofel, Rabu (4/2/2026).
Baca juga: Sampah Berserakan di Collection Point Wayame, DLHP Ambon Soroti Rendahnya Kesadaran Warga
Baca juga: Polisi Tangkap Royke Madobaafu, Gemafuru Tegaskan Kejahatan Seksual Anak Tak Bisa Ditoleransi
Ia menjelaskan, pada perencanaan awal GPM ditargetkan dapat menjangkau hampir seluruh kecamatan di Kabupaten SBT. Namun, kebijakan efisiensi anggaran membuat rencana tersebut harus disesuaikan.
“Keinginan kita tentu semua kecamatan bisa terjangkau, tapi kondisi efisiensi anggaran mengharuskan kita menyesuaikan,” jelasnya.
Pemilihan Werinama dan Pulau Gorom sebagai lokasi GPM didasarkan pada pertimbangan pemerataan akses pangan. Selama ini, kegiatan GPM lebih banyak terpusat di Kota Bula.
“Tahun-tahun sebelumnya hanya di Bula. Karena itu, tahun ini kami bersepakat dengan Pak Bupati dan Pak Sekda agar GPM keluar dari Bula dan menjangkau wilayah lain,” katanya.
Selain GPM, Dinas Ketahanan Pangan SBT juga tetap melakukan stabilisasi pangan melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Wilayah yang belum terjangkau GPM tetap dilayani melalui program tersebut.
“Untuk daerah Tutuk Tolu dan sekitarnya tetap kita sentuh melalui beras SPHP. Kita juga jual beras murah keliling, sejauh mobil bisa menjangkau,” pungkas Nofel. (*)