Bologna 0-3 AC Milan: Rossoneri Tidak Butuh Jean-Philippe Mateta!
February 04, 2026 12:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM - AC Milan gagal menyelesaikan transfer hari terakhir untuk striker Crystal Palace, Jean-Philippe Mateta. 

Namun, Rossoneri tetap merayakan kemenangan setelah jendela transfer ditutup berkat kemenangan 3-0 tandang melawan Bologna di Serie A Rabu dini hari WIB.

Tga poin tersebut diraih bahkan tanpa Rafael Leao dan Christian Pulisic, di mana Ruben Loftus-Cheek, Christopher Nkunku, dan Adrien Rabiot mencetak gol di Dall'Ara.

Bologna hanya memenangkan satu dari enam pertandingan Serie A mereka di tahun 2026 sebelum pertandingan dimulai.

Sementara itu AC Milan, yang baru saja bermain imbang 1-1 dengan Roma pekan lalu, membutuhkan kemenangan jika mereka ingin terus memberikan tekanan pada Inter Milan di puncak klasemen Liga Italia. 

Baca juga: Rating Pemain Bologna 0-3 AC Milan: Rabiot dan Nkunku Man of The Match

Bologna tanpa kiper Lukasz Skorupski yang terkena sanksi, dan juga tanpa bek tengah andalan Jhon Lucumi karena cedera.  

Pulisic, Alexis Saelemaekers, dan Santiago Gimenez tidak masuk dalam skuad AC Milan karena cedera. 

Leao hanya cukup fit untuk duduk di bangku cadangan, dan dengan Niclas Fullkrug juga masuk dalam daftar pemain cadangan, tercipta duet penyerang baru Rossoneri, Nkunku dan Loftus-Cheek.

Bologna memulai pertandingan dengan menjanjikan melalui Juan Miranda dan Jonathan Rowe, serta mendapatkan serangkaian tendangan bebas dan sepak pojok yang sayangnya tidak mampu mereka manfaatkan. 

AC Milan mulai menemukan ritme permainan setelah seperempat jam dan hampir mencetak gol setelah Zachary Athekame mengirimkan umpan silang dari sayap kanan yang disambut sundulan Youssouf Fofana. 

Pemain Prancis tersebut menyundul bola sedikit melenceng dari tiang gawang. 

AC Milan akhirnya mencetak gol pembuka dua menit kemudian. 

Nkunku mendapat kesempatan sundulan bebas di dalam kotak penalti, yang awalnya berhasil ditepis oleh Federico Ravaglia. 

Kiper tersebut menepis bola rebound ke kaki Adrien Rabiot, yang kemudian mengoper bola kepada Loftus-Cheek untuk mencetak gol dari jarak 10 yard. 

Nkunku dan Loftus-Cheek kembali bekerja sama untuk menggandakan keunggulan Rossoneri 10 menit sebelum jeda. 

Pemain Inggris itu mengoper bola kepada rekan penyerangnya di dalam kotak penalti, Ravaglia keluar untuk mencoba menghentikannya, tetapi salah memperkirakan waktu dan menjatuhkan Nkunku di dalam kotak penalti. 

Penalti diberikan, pemeriksaan VAR mengkonfirmasi keputusan yang tepat, dan Nkunku berhasil mengeksekusi tendangan penalti dengan tendangan rendah ke kanan, mengecoh Ravaglia dalam prosesnya. 

Beberapa saat setelah babak kedua dimulai, Juan Miranda mengirimkan lemparan jauh yang konyol tepat ke area kosong di dalam setengah lapangan sendiri. 

Rabiot melihat peluang tersebut, merebut bola, berlari menuju gawang dan tidak menyia-nyiakan kesempatan satu lawan satu untuk mencetak gol ketiga, menjadikan skor 3-0. 

Peluang emas mulai berkurang sejak saat itu: Bologna mendapat banyak penguasaan bola di babak kedua, tetapi tidak mampu berbuat banyak untuk menembus pertahanan AC Milan. 

Niclas Fullkrug lolos ke depan gawang setelah menerima umpan panjang di atas kepala setelah masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua. 

Ia menggiring bola melewati Torbjorn Heggem, tetapi malah menabrak kiper Ravaglia. 

Secara realistis, pekerjaan sudah selesai untuk AC Milan ketika Rabiot mencetak gol ketiga hanya beberapa menit setelah babak kedua dimulai. 

Rekor tak terkalahkan mereka di Serie A kini mencapai 22 pertandingan. 

Mereka tertinggal lima poin dari pemimpin klasemen, Inter Milan. 

Sementara itu, Bologna terpuruk di posisi ke-10 dan bisa terperosok ke bagian bawah klasemen jika gagal menang akhir pekan depan. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.