Aset Ridwan Kamil Tak Dilaporkan, KPK Lacak Sumber Uang Fantastis Terkait Korupsi Bank Pelat Merah
February 04, 2026 01:54 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Fakta baru soal dugaan kasus korupsi pengadaan iklan bank pelat merah yang turut menyeret nama Ridwan Kamil selaku mantan Gubernur Jawa Barat. 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak menelusuri asal-usul sumber uang terkait kepemilikan sejumlah aset Ridwan Kamil.

Langkah ini diambil menyusul temuan adanya aset-aset milik RK yang diduga tidak dilaporkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Penyidik menduga sumber pembiayaan aset-aset tersebut memiliki keterkaitan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank BUMD Jabar yang sedang disidik oleh KPK.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa pihaknya sedang menyusun kepingan informasi untuk mencocokkan waktu perolehan aset dengan aliran dana yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi tersebut.

"KPK menduga ada sejumlah aset milik Pak RK yang belum dilaporkan dalam LHKPN. Nah, itu kami dalami mengapa belum dimasukkan, kemudian asal-usul aset itu dari mana. Apakah sumber uangnya berkaitan dengan perkara di Bank BUMD Jabar, ini nanti kita akan cek apakah sesuai atau tidak," ujar Budi dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).

Berdasarkan pendalaman penyidik, aset-aset yang tidak tercantum dalam LHKPN tersebut berupa aset tidak bergerak yang tersebar di beberapa lokasi strategis. 

Aset tersebut terdeteksi berada di wilayah Jawa Barat, Bali, hingga luar negeri.

Informasi yang dihimpun menyebutkan salah satu aset yang menjadi sorotan adalah kepemilikan kafe di Bandung dan Seoul, Korea Selatan.

"Tentu ini menjadi catatan bagi kami bagaimana Pak RK bisa mendapatkan aset-aset tersebut dalam kapasitasnya saat itu sebagai Gubernur Jawa Barat," kata Budi.

Aktivitas Keuangan Mencurigakan, Jumlahnya Fantastis

Selain aset properti, KPK juga mengendus adanya aktivitas keuangan yang mencurigakan berupa penukaran mata uang asing dalam jumlah fantastis. 

Transaksi ini diduga dilakukan dalam kurun waktu 2021 hingga 2024.

KPK menemukan indikasi penukaran valuta asing ke rupiah yang nilainya mencapai miliaran rupiah. 

Temuan ini didapat setelah penyidik mendalami aktivitas RK di luar negeri serta sumber pembiayaannya.

"Sejauh ini kami meng-capture, ada dugaan penukaran mata uang asing ke rupiah yang nilainya juga mencapai miliaran rupiah," ungkap Budi.

Untuk memvalidasi temuan ini, KPK telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk asisten pribadi RK, Randy Kusumaatmadja, serta pihak swasta dari sektor money changer, yakni Direktur Golden Money Changer Djunianto Lemuel dan pegawainya.

Pernah Diperiksa KPK Desember 2025, Dugaan Aset Tersembunyi dan Bantahan RK

Pendalaman aktivitas luar negeri ini juga beriringan dengan temuan penyidik terkait aset-aset RK yang diduga tidak dilaporkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). 

Aset-aset tersebut disinyalir berupa properti dan tempat usaha yang tersebar di Bali, Bandung, hingga Seoul, Korea Selatan.

Dalam kasus korupsi pengadaan iklan di Bank BUMD Jabar ini, negara diduga mengalami kerugian hingga Rp222 miliar. 

KPK menduga adanya aliran dana non-bujeter yang dikelola Divisi Corporate Secretary bank tersebut.

Sebelumnya, Ridwan Kamil yang telah diperiksa pada awal Desember 2025 membantah terlibat. 

Ia menegaskan tidak mengetahui teknis pengadaan iklan karena hal tersebut merupakan aksi korporasi yang menjadi ranah teknis BUMD.

"Makanya kalau ditanya saya mengetahui, saya tidak tahu. Apalagi terlibat, menikmati hasilnya dan sebagainya," ujar RK saat itu.

Meski demikian, KPK memastikan proses penyidikan masih terus bergulir. 

Penyidik terus berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk finalisasi penghitungan kerugian negara sekaligus memperkuat bukti-bukti dugaan aliran dana ke berbagai pihak.

Lisa Mariana Bongkar Wanita yang Terima Aliran Dana dari Ridwan Kamil 

Lisa Mariana lagi-lagi membuat gebrakan baru setelah dikabarkan terancam di penjara atas pencemaran nama baik Ridwan Kamil. 

Dirinya terang-terangan menyebut memiliki anak dari Ridwan Kamil, namun hal itu sudah dipatahkan melalui hasil tes DNA yang negatif. 

Tak berhenti sampai disitu, Lisa Mariana malah mengancam Ridwan Kamil akan membongkar semua kebusukannya. 

Termasuk soal dugaan Ridwan Kamil yang terlibat dugaan korupsi bank BJB. 

Sekarang Lisa Mariana membongkar nama-nama perempuan yang menerima aliran dana dari Ridwan kamil ke KPK.  

Lisa Mariana menyampaikan sudah memberikan nama itu ke KPK. 

"Dan kepada bapak-bapak penyidik KPK yang terhormat, mohon diusut tuntas juga. Tolong disurati yang kemarin sudah di list beberapa nama perempuan yang menerima aliran dana juga, Pak. Jadi saya mohon bersikap adil," pinta Lisa, dikutip dari YouTube Cumicumi, Sabtu (27/9/2025).

Lisa Mariana juga kesal karena mediasi berujung gagal. Pihak Ridwan Kamil menolak mediasi damai dengan Lisa Mariana. 

Ia meminta KPK segera mengusut nama-nama wanita yang disebutnya sebagai penerima aliran dana Ridwan Kamil.

"Segera diusut tuntas, Pak. Disurati, dipanggil juga, Pak. Jangan hanya saya aja," tegasnya.

Sembari mengamuk dan membentak-bentak, ibu dua anak ini meminta keadilan.

"Gue dicurangin, gue nggak apa-apa! Gue nggak apa-apa! Gue nggak minta apa-apa! Terus kalau misalkan gue pakai baju oranye, gue juga nggak apa-apa! Gue terhormat, karena gue lagi memperjuangkan hak anak gue saat itu!," tandasnya.

Sambil menangis, Lisa mengaku mentalnya diserang.

"Tapi sekarang gue udah nggak minta apa-apa lagi, pasti diserang juga. Lewat mana-mana, kanan, kiri, depan belakang. Capek tahu! Mental gue gila! Salah emang orang miskin lawan orang kaya!" teriaknya masih menangis.

Sebelumnya, Ridwan Kamil melalui kuasa hukumnya Muslim Jaya Butar-butar telah menegaskan menolak mediasi.

"Pak Ridwan Kamil sekali lagi kami nyatakan, beliau menyampaikan menolak secara tegas mediasi," tandas Muslim.

KPK Dalami Aliran Dana Ridwan Kamil ke Perempuan Lain

Di sisi lain, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan aliran dana dalam kasus korupsi Bank BUMD Jabar yang diduga diterima oleh mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK). 

Aliran dana tersebut kini ditelusuri ke sejumlah perempuan lain, tidak hanya kepada selebgram Lisa Mariana (LM).

Plt Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengonfirmasi pihaknya sedang fokus menelusuri aliran dana dari Ridwan Kamil. 

Hal ini sekaligus merespons pernyataan Lisa Mariana yang meminta KPK untuk turut memeriksa perempuan-perempuan lain yang ia sebut juga menerima dana dari RK terkait kasus korupsi proyek pengadaan iklan di Bank BUMD Jabar periode 2021–2023.

"Kami sebetulnya sedang mendalami aliran dana dari RK," ujar Asep dalam keterangannya, Jumat (26/9/2025).

Asep menyayangkan Lisa Mariana yang baru mengungkap adanya penerima lain melalui media sosial. 

Menurutnya, informasi tersebut seharusnya disampaikan langsung kepada penyidik saat ia diperiksa pada 22 Agustus 2025 lalu untuk mempermudah penelusuran.

"Yang bersangkutan (Lisa) kan sudah dikasih kesempatan dijelaskan. Sampaikan harusnya gitu. Ya berarti sedang didalami sama penyidik kalau sudah dikasih," tutur Asep.

 

Sumber: Tribunnews.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.