Harga Sawit Bengkulu Naik Jadi Rp 3.352,76 per Kg, PKS Diminta Patuh
February 04, 2026 01:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Bengkulu mengalami kenaikan pada awal Februari 2026. 

Setelah sempat berada di angka Rp 3.133 per kilogram pada awal tahun, kini harga TBS naik menjadi Rp 3.352,76 per kilogram.

Kepala Seksi Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Yuhan Sahneri, mengatakan bahwa kenaikan harga tersebut merupakan hasil dari rapat penetapan harga yang rutin dilaksanakan setiap bulan.

“Berdasarkan hasil rapat penetapan, harga TBS sawit pada awal Februari 2026 ini ditetapkan sebesar Rp 3.352,76 per kilogram,” ungkap Yuhan saat dihubungi di Bengkulu, Rabu (4/2/2026) pukul 10.25 WIB.

Penetapan harga TBS dilakukan melalui mekanisme yang transparan dan melibatkan berbagai pihak terkait.

Proses ini mencakup perwakilan perusahaan kelapa sawit, asosiasi petani, serta instansi pemerintah yang berwenang.

Keterlibatan seluruh unsur tersebut penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan rasa keadilan bagi semua pelaku usaha di sektor perkebunan, baik perusahaan besar maupun petani sawit mandiri.

“Keterlibatan semua pihak ini penting guna menjaga stabilitas harga dan memastikan keadilan bagi seluruh pelaku usaha perkebunan,” tutur Yuhan.

Terkait harga yang telah ditetapkan, Yuhan meminta seluruh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi di wilayah Provinsi Bengkulu agar mematuhi harga resmi tersebut. 

Pihak nya menegaskan tidak boleh ada pabrik yang menetapkan harga di luar kesepakatan.

“Penetapan harga baru ini sudah kami sampaikan kepada seluruh pabrik sawit di Bengkulu. Kami meminta agar harga tersebut dipatuhi,” jelas Yuhan.

Meski harga TBS kembali mengalami kenaikan, Yuhan tetap meminta para petani sawit untuk menjaga kualitas panen. 

Dengan memanen buah sawit dalam kondisi matang sempurna karena kualitas buah sangat berpengaruh terhadap rendemen dan produktivitas minyak sawit mentah (CPO).

“Kami mengimbau petani untuk memanen sawit dalam kondisi matang agar produktivitas tetap optimal. Dengan kualitas yang baik, diharapkan harga jual di tingkat petani juga bisa terus membaik ke depan,” tutup Yuhan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.