Mudik Lebaran 2026, Tol Prambanan-Purwomartani Dibuka-Tutup
February 04, 2026 02:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jelang mudik Lebaran 2026, Pemerintah DIY menyiapkan skema buka-tutup jalur di pintu keluar tol fungsional Solo-Yogyakarta segmen Prambanan-Purwomartani. 

Walaupun mempercepat waktu tempuh, pembukaan ruas tol fungsional ini berpotensi memindahkan titik kemacetan dari Prambanan ke wilayah Kalasan, Kabupaten Sleman, mengingat kapasitas jalan penghubung yang belum ideal.

Sebagai informasi, ruas Tol Solo–Yogyakarta segmen Prambanan–Purwomartani sepanjang 11,48 kilometer dan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 (Ambarawa–Bawen) sepanjang 4,98 kilometer ditargetkan beroperasi secara fungsional pada Lebaran 2026. 

Menurut data PT Jasa Marga (Persero) Tbk, progres konstruksi kedua ruas tersebut telah mencapai kisaran 90 hingga 95 persen.

Antisipasi lonjakan kendaraan

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menyatakan, koordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan tanah jalan tol telah dilakukan. 

Fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang keluar di Kalasan (Purwomartani). 

Menurut Ni Made, kecenderungan pemudik untuk memilih pintu keluar terdekat dengan Kota Yogyakarta dikhawatirkan akan membebani jalan lokal yang belum sepenuhnya siap menerima limpahan arus besar.

”Orang kan semakin dekat (dengan kota tujuan) itu kan semakin senang. Jadi, nanti itu menumpuknya di Kalasan. Nanti dilihat, orang kan lebih senang lebih dekat mencapai Jogja, kan? Otomatis (pilih) Kalasan. Nah, itu nanti takutnya itu crowded di Kalasan,” ujar Ni Made di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (3/2).

Ni Made menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang disiapkan akan bersifat situasional. 

Jika volume kendaraan di pintu keluar Kalasan sudah melebihi kapasitas jalan penampung, arus akan dialihkan kembali ke pintu keluar Prambanan. 

Hal ini dilakukan agar beban lalu lintas terbagi dan tidak mengunci satu kawasan.

”Jadi, nanti dilihat dari situasi volume lalu lintasnya seperti apa. Kalau yang seimbang maksudnya masih bisa memungkinkan, ya dibuka. Tapi kalau dibagi dengan yang Prambanan (sudah padat), jadi yang Kalasan tutup. Seperti itu, nanti dilihat situasi. Ya, seperti kalau di jalan tol, kalau pas Lebaran kan gitu, buka-tutup jalur itu. Sama dengan fungsi yang ada di exit tolnya yang berbagi antara Prambanan dan Kalasan,” tutur Ni Made.

Ia mengakui kondisi jalan penghubung (feeder) dari pintu keluar tol fungsional di Kalasan 
menuju jalan nasional belum dalam kondisi teknis yang ideal selayaknya tol operasional penuh. 

Antisipasi kemacetan di jalan desa

Oleh karena itu, pengaturan lalu lintas menjadi kunci utama agar tidak terjadi kemacetan parah di jalan-jalan desa atau kabupaten di sekitarnya.

”Exit tolnya secara beban, iya kan masih belum disesuaikan. Nah, itu kan karena belum tuntas. Makanya dia masih fungsional, dalam artian kan memang secara ini masih bisa digunakan,” ucapnya. 

"Tapi secara teknis yang ideal kan belum seperti itu. Jadi ya itu masih istilahnya rekayasa. Jadi melihat dari kondisi lalu lintas, volume lalu lintas yang ada pada saat itu.

"Jadi kalau dibuka dua-duanya, orang pilih yang Kalasan. Jadi crowded-nya nanti mesti akan di ujung situ.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan Achmad Purwanto, mengonfirmasi kesiapan kedua ruas tol tersebut. 

Menurut Rivan, pembukaan fungsional ini merupakan strategi pengelolaan lalu lintas nasional untuk memecah kepadatan menuju DIY.

”Untuk Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6, progres konstruksinya saat ini sudah mencapai sekitar 90 persen,” kata Rivan. 

"Sementara itu, Tol Solo–Yogyakarta ruas Prambanan–Purwomartani progresnya sudah berada di kisaran 95 persen.

"Dengan capaian tersebut, kedua ruas ini kami siapkan untuk dapat difungsionalkan secara terbatas pada saat arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Namun, senada dengan kekhawatiran Pemda DIY, Rivan juga mengingatkan potensi pergeseran titik macet. 

”Lonjakan volume kendaraan menuju wilayah Purwomartani dan Sleman Timur harus diantisipasi,” jelas Rivan. 

"Jika pengaturan lalu lintas di jalan-jalan penghubung tidak dilakukan secara optimal, kepadatan justru bisa bergeser ke jalan kabupaten yang relatif lebih sempit.

Tentang Tol Solo-Yogyakarta atau Tol Jogja-Solo

Tol Solo-Yogyakarta adalah bagian dari jaringan Tol Trans Jawa sepanjang 42,38 km yang menghubungkan Kartasura (Solo) hingga Purwomartani (Yogyakarta), dengan progres operasional hingga Prambanan dan fungsional hingga Purwomartani pada Lebaran 2026.

Tol ini memangkas waktu tempuh Klaten-Yogyakarta menjadi sekitar 20 menit dan didukung struktur melayang (elevated) di wilayah Sleman. 

Update Tol Solo-Yogyakarta Januari 2026:

Ruas Beroperasi: Seksi 1 Kartasura - Klaten sepanjang 22,3 km sudah beroperasi. Segmen Klaten-Prambanan (7,85 km) resmi beroperasi sejak Juli 2025.

Jalur Fungsional Lebaran 2026: Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo segmen Prambanan–Purwomartani (11,48 km) disiapkan untuk fungsional pada mudik Lebaran 2026 untuk mengurai kemacetan.

Progres Konstruksi: Progres pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 di wilayah Sleman mencapai 78 persen pada awal tahun 2026.

Tarif: Total tarif tol Solo-Jogja (Klaten-Prambanan) berkisar antara Rp38.500 hingga Rp84.500 tergantung golongan kendaraan. 

Jalur ini dirancang untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung pariwisata, dengan exit tol fungsional berada di Purwomartani, Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.