WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto resmi melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS). Aksi korporasi ini mengubah struktur kepemilikan perseroan secara signifikan dan meningkatkan porsi saham publik.
Informasi tersebut terungkap dalam laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka. Dalam laporan bertanggal Senin (2/2/2026), disebutkan transaksi dilakukan pada 30 Januari 2026.
Tommy Soeharto menjual sebanyak 738,69 juta saham HITS atau setara 10,40 persen hak suara. Dengan harga transaksi Rp 391 per saham, nilai penjualan tersebut mencapai sekitar Rp 288,82 miliar.
Baca juga: Airlangga Mundur, Tommy Soeharto Ramaikan Bursa Ketum Golkar, Pengamat: Masih Jadi Kader Nggak?
Pada waktu yang sama, PT Humpuss juga melepas seluruh kepemilikan sahamnya di HITS sebanyak 3,40 miliar saham atau setara 47,89 persen hak suara. Saham tersebut dijual dengan harga Rp 152 per saham, sehingga nilai transaksi mencapai sekitar Rp 516,95 miliar.
Dengan rampungnya transaksi tersebut, baik Tommy Soeharto maupun PT Humpuss tidak lagi memiliki saham HITS. Hal ini sekaligus menandai berakhirnya status keduanya sebagai pemegang saham pengendali perseroan.
Sementara itu, saham HITS hingga kini masih berada dalam status penghentian sementara perdagangan (suspensi) oleh Bursa Efek Indonesia. Harga terakhir saham HITS tercatat di level Rp 116 per saham dan tidak mengalami perubahan pada perdagangan Selasa (3/2/2026).
Baca juga: Tiga kali Lelang Aset Tommy Soeharto tak Kunjung Laku, Ini Penjelasan Pejabat Kemenkeu
Berdasarkan informasi perusahaan, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk bergerak di bidang jasa transportasi dan logistik maritim. Kegiatan usahanya mencakup pengangkutan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG), minyak mentah, bahan bakar minyak, bahan kimia, peti kemas, batu bara, serta berbagai jenis kargo laut lainnya. Perseroan juga menyediakan layanan awak kapal dan manajemen kapal.
HITS mulai beroperasi secara komersial pada 1 Januari 1993 dan didirikan pada 21 Desember 1992 berdasarkan Akta Notaris R.N. Sinulingga Nomor 464.
Sebelum transaksi besar tersebut, struktur kepemilikan saham HITS masih didominasi entitas terafiliasi Grup Humpuss. PT Humpuss tercatat menggenggam 47,89 persen saham, disusul PT Menara Cakra Buana sebesar 32,83 persen, serta Tommy Soeharto dengan porsi 10,40 persen. Sisanya dimiliki oleh publik.
Namun, laporan keterbukaan informasi terbaru memastikan seluruh saham milik PT Humpuss dan Tommy Soeharto telah dilepas dalam satu waktu transaksi, sehingga kepemilikan keduanya kini menjadi nol dan kepemilikan publik meningkat signifikan.