Akademisi Unilai Nilai Program Gentengisasi Prabowo Selaras Asta Cita, Hidupkan Ekonomi Rakyat
February 04, 2026 03:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Akademisi kebijakan publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Lampung (Unila), Sigit Krisbintoro, menilai program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto selaras dengan visi pembangunan nasional dalam Asta Cita.

Menurut Sigit, program tersebut sejalan dengan misi memperkuat kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya.

“Gagasan gentengisasi sesuai dengan Asta Cita yang dibuat Presiden Prabowo, yakni memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya,” ujar Sigit, Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan, sejak dahulu rumah hunian masyarakat Indonesia menggunakan genteng berbahan tanah liat yang berasal dari alam.

“Untuk membuat genteng, alam kita menyediakan bahan baku yang sangat melimpah. Ini artinya, gentengisasi merujuk kembali pada lingkungan alam Indonesia,” katanya.

Baca Juga Presiden Prabowo Minta Semua Rumah Beratapkan Genteng, "Seng Itu Panas"

Secara teknis, lanjut Sigit, genteng memiliki keunggulan dibandingkan atap seng maupun baja ringan.

Genteng mampu mengisolasi panas dan meredam kebisingan saat hujan.

“Walaupun dari sisi konstruksi membutuhkan ketelitian dan waktu lebih lama, namun secara kualitas genteng lebih nyaman untuk hunian,” ungkapnya.

Dari sisi ekonomi, program gentengisasi juga dinilai mampu membantu masyarakat kecil serta menghidupkan kembali industri rumahan pembuat genteng yang selama ini tergerus oleh penggunaan seng dan baja ringan.

“Ini bisa menggerakkan kembali ekonomi rakyat, terutama para perajin genteng yang sempat terpinggirkan,” jelas Sigit.

Ia menambahkan, penggunaan seng dan baja ringan juga memiliki kelemahan, seperti mudah berkarat sehingga mengurangi nilai estetika rumah.

Meski demikian, Sigit menilai program gentengisasi perlu diintervensi dengan teknologi modern agar kualitas produk lebih terjamin.

“Pembuatan genteng sebaiknya tidak lagi manual, tapi menggunakan teknologi modern agar lebih kuat, tahan lama, dan mampu menghadapi cuaca ekstrem,” ujarnya.

Selain itu, aspek pembiayaan juga perlu dikaji secara mendalam agar program ini benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Soal biaya harus dikaji secara komprehensif, supaya gentengisasi betul-betul berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi warga,” kata Sigit.

Ia menilai, program tersebut juga berpotensi memperkuat identitas budaya rumah di Indonesia.

“Gentengisasi bisa menjadi sarana memperkokoh ciri khas budaya hunian di Tanah Air,” tambahnya.

Sigit menyebut, program gentengisasi merupakan implementasi yang realistis dari Asta Cita kedelapan Presiden Prabowo.

“Ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Asta Cita kedelapan yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan,” tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menggagas proyek gentengisasi nasional untuk mengganti atap seng dengan genteng tanah liat.

Program ini bertujuan mempercantik wajah permukiman di Indonesia.

Gagasan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Gentengisasi menjadi bagian dari Gerakan Indonesia Asri, Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Program ini juga berkaitan dengan upaya perbaikan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah.

Presiden Prabowo menginginkan seluruh rumah di Indonesia secara bertahap beralih menggunakan atap genteng melalui gerakan nasional.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai program gentengisasi tidak memerlukan anggaran besar. Nilainya diperkirakan jauh di bawah Rp 1 triliun.

Menurut Purbaya, estimasi anggaran besar yang beredar selama ini muncul akibat asumsi keliru, yakni menganggap seluruh rumah akan diganti atapnya.

“Padahal, gentengisasi hanya menyasar rumah tertentu yang masih menggunakan atap seng,” ujarnya.

Program ini difokuskan pada penggantian atap seng dengan genteng berbahan batuan atau material lain yang dinilai lebih layak dan aman bagi masyarakat.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.