Gagal Palak Sopir, Preman Nekat Kejar dan "Hujani" Bus Wisata dengan Batu!
February 04, 2026 03:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Teror di Tengah Kebun Teh: Gagal Palak Sopir, "Jagoan" Pangalengan Hujani Bus Wisata dengan Batu hingga Penumpang Histeris
BANDUNG – Suasana tenang dan asri di kawasan Perkebunan Teh Malabar, Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, mendadak berubah menjadi mencekam pada Minggu (1/2/2026). Sebuah bus pariwisata yang membawa rombongan wisatawan menjadi sasaran aksi anarkis seorang pemuda berinisial FF (27) yang nekat melakukan pelemparan batu setelah upayanya memalak sopir bus menemui kegagalan.

Insiden ini bermula saat bus yang sedang melaju di tengah hamparan kebun teh dicegat oleh FF yang berboncengan motor dengan rekannya. Dengan nada memaksa, pelaku meminta sejumlah uang "jatah" atau pungli kepada sopir bus sebagai syarat melintas. Namun, sopir bus yang merasa tidak memiliki kewajiban tersebut memilih untuk menolak permintaan pelaku dan terus melanjutkan perjalanan.

Baca juga: PALAK Sopir Truk, Pria Berseragam Ormas di Bogor Dapat Rp 90 Ribu, Ongkos Pulang ke Cianjur

Tak terima permintaannya ditolak, harga diri FF rupanya terusik. Ia yang naik pitam langsung tancap gas mengejar bus pariwisata tersebut. Dalam aksi kejar-kejaran yang terekam kamera warga, FF kemudian melepaskan lemparan batu besar ke arah badan bus. Suara dentuman keras akibat benturan batu dengan material bus seketika memicu kepanikan luar biasa di dalam kabin.

Rekaman video dari dalam bus memperlihatkan detik-detik mengerikan saat para penumpang, didominasi wanita dan anak-anak, berteriak histeris ketakutan. Beberapa penumpang bahkan terdengar lirih memanjatkan doa, khawatir lemparan batu berikutnya akan memecahkan kaca dan melukai mereka. Suasana liburan yang seharusnya penuh tawa berubah total menjadi trauma dalam hitungan detik.

Kapolsek Pangalengan, Kompol Edi Pramana, mengonfirmasi bahwa aksi premanisme jalanan ini langsung ditindaklanjuti dengan cepat. Beruntung, para wisatawan di dalam bus cukup sigap untuk tidak larut dalam ketakutan. Mereka segera memanfaatkan layanan darurat dengan menghubungi Call Center Polri 110.

Baca juga: Pilu Pedagang di Jakarta Timur, Babak Belur Dikeroyok 2 Preman, Berkedok Minta Uang Keamanan & Sewa

Laporan tersebut menjadi kunci gerak cepat kepolisian. Mendapat sinyal darurat, tim kepolisian langsung meluncur ke lokasi kejadian di area Perkebunan Teh Malabar. Setelah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari para saksi serta mencocokkan rekaman video yang viral, polisi berhasil mengantongi identitas pelaku.

Pelarian FF tidak berlangsung lama. "Si Jagoan" kebun teh ini akhirnya berhasil diringkus di tempat persembunyiannya di Kampung Lebak, Desa Tribakti Mulya, Pangalengan. Kini, FF harus merasakan dinginnya jeruji besi Polsek Pangalengan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi juga masih mendalami keterlibatan rekan pelaku yang saat itu berada di lokasi kejadian.

Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi para pengelola wisata dan wisatawan agar tidak memberikan ruang sedikit pun bagi praktik pungutan liar (pungli) dan premanisme. Pihak kepolisian menegaskan bahwa keamanan kawasan wisata Bandung Selatan adalah prioritas, dan tindakan tegas akan selalu diambil bagi siapapun yang mencoba merusak citra pariwisata dengan aksi kriminalitas jalanan.

Tribun Jatim | TribunTrends.com | Afif Muhammad

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.