Warga Kota Siak Mulai Menghirup Aroma Karhutla, Udara Mulai Tidak Sehat
February 04, 2026 05:16 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Warga Kota Siak mulai mencium aroma kayu dan reranting terbakar sejak Rabu (4/2/2026).

Bau menyengat yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) itu dirasakan mengganggu aktivitas dan mengancam kesehatan masyarakat, terutama pada jam-jam pagi.

Rani, seorang guru yang beraktivitas di pusat Kota Siak, mengatakan aroma asap terasa sangat pekat sejak pagi hari.

Bau tersebut bahkan membuat hidung terasa perih dan pernapasan menjadi tidak nyaman.

“Baunya menyengat sekali, sampai hidung terasa perih. Udara juga pengap, pernapasan jadi tidak enak. Ini menunjukkan karhutla sudah sangat dekat dengan kawasan perkotaan Siak,” kata Rani.

Baca juga: Bupati Siak Larang Hiburan DJ dan Musik Remix di Acara Hajatan

Ia mengimbau masyarakat agar mulai meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama pada pagi hari. 

“Kasihan warga yang harus beraktivitas pagi-pagi, seperti kami para guru dan anak-anak murid. Pernapasan terasa terganggu sekali,” ujarnya.

Seiring keluhan warga tersebut, kebakaran hutan dan lahan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Siak.

Salah satunya melanda Kampung Pebadaran, Kecamatan Pusako, Selasa (4/2/2026) malam. Karhutla di sana terjadi di atas lahan seluas sekitar 1,5 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Siak, Novendra Kasmara, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran di Pebadaran. Tim gabungan langsung dikerahkan untuk mencegah api meluas.

“Begitu menerima laporan, tim langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan pemblokiran agar api tidak meluas ke area lain,” ujar Novendra.

Baca juga: Dewan Minta Pemkab Siak Prioritaskan Pembayaran Tunda Bayar 2024, Rekanan Terancam Bangkrut

Kebakaran diketahui mulai terjadi pada sore hari di kawasan Jalan Sungai Apit, Kampung Pebadaran.

Api membakar semak belukar, kebun sawit, serta lahan gambut milik masyarakat.

Proses pemadaman melibatkan lebih dari 30 personel gabungan dari TRC BPBD Kabupaten Siak, Damkar BPBD Sungai Apit, Babinsa Kecamatan Pusako, RPK Arara Abadi, Manggala Agni Daops Siak, pihak kecamatan, serta Satpol PP.

“Pemadaman didukung peralatan darat seperti mesin pompa, selang, dan pemantauan menggunakan drone,” jelas Novendra.

Api berhasil dipadamkan. Namun, asap sisa kebakaran masih muncul dari lahan gambut sehingga pendinginan lanjutan terus dilakukan.

“Kondisi api sudah padam, hanya menyisakan asap. Pendinginan akan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api baru,” katanya.

Menurut Novendra, kendala utama di lapangan adalah jauhnya sumber air serta karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar.

“Sumber air cukup jauh dan kondisi gambut menyulitkan pemadaman. Ke depan, bisa saja diperlukan alat berat untuk pembuatan sekat bakar,” ujarnya.

Selain di Pebadaran, karhutla juga terjadi di Kampung Benayah, Kecamatan Pusako.

Titik api terdeteksi melalui Dashboard Lancang Kuning (DLK) pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 06.00 WIB di lahan gambut seluas sekitar satu hektare.

Kapolsek Bungaraya, AKP M Sihombing, mengatakan personel langsung bergerak cepat setelah titik api terpantau.

“Begitu terdeteksi di Dashboard Lancang Kuning, personel langsung menuju lokasi. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.30 WIB. Saat ini masih dilakukan pendinginan karena masih ada sisa asap,” ujarnya.

Pemadaman melibatkan personel Polsek Bungaraya, TNI, Manggala Agni, RPK, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta warga setempat. Meski sempat terkendala angin yang berubah-ubah, api berhasil dikendalikan berkat kerja sama lintas sektor.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengapresiasi kesigapan seluruh personel dan efektivitas sistem deteksi dini DLK.

“Pemanfaatan Dashboard Lancang Kuning sangat efektif sebagai sistem deteksi dini, sehingga penanganan bisa dilakukan cepat dan tepat,” tegas Kapolres.

Ia menambahkan, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran serta menelusuri pemilik lahan.

“Kami tidak mentolerir pembakaran lahan. Jika ditemukan unsur kesengajaan, akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Hingga Rabu siang, seluruh titik api di Kecamatan Pusako dilaporkan telah padam dan dalam kondisi terkendali.

Pendinginan terus dilakukan untuk mencegah kebakaran berulang, sementara warga diimbau tetap waspada dan menjaga kesehatan di tengah mulai terciumya asap karhutla. 

(Tribunpekanbaru.com / mayonal putra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.