TRIBUN-BALI.COM - Dua jenazah yang ditemukan dan sementara dititip, di RSU Negara di Jembrana diberangkatkan menuju ke RSUD Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu 4 Februari 2026.
Adalah sebagai upaya identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI Polda Jatim, karena adanya dugaan mayat tersebut merupakan korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.
Menurut pantauan, sebelum proses evakuasi tim dari Dokkes dan Identifikasi Satreskrim Polres Jembrana melakukan penyelesaian administrasi di RSU Negara.
Selanjutnya, dua jenazah yang sebelumnya ditemukan di perairan Gilimanuk pada Minggu 1 Februari dan pesisir Pantai Penginuman, Gilimanuk Rabu 4 Februari pagi tadi dievakuasi ke mobil ambulance Dokkes Polres Jembrana.
Selanjutnya, ambulance bergerak menuju Pelabuhan Gilimanuk untuk menyeberang ke Banyuwangi dan ke RSUD Blambangan, Jawa Timur untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim.
Baca juga: BWS Ungkap Sebab Banjir Pancasari dari Tebing-tebing di Kawasan Bali Handara? Simak Penjelasannya!
Baca juga: SOSOK Dwi Arbani Kadis LHK Pengganti Made Rentin, Koster Minta Tancap Gas Tangani Sampah di Bali!
"Hari ini, temuan jenazah Minggu sore dan tadi pagi kita serahkan ke Polda Jatim, untuk proses lebih lanjut. Sebelumnya kita sudah koordinasi dengan Polresta Banyuwangi untuk penanganannya," jelas Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati saat dikonfirmasi, Rabu 4 Februari 2026.
AKBP Kadek Citra melanjutkan, penyerahan ke Polda Jatim karena untuk sementara dugaannya dua jenazah tersebut merupakan korban dari tragedi KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam pada 2 Juli 2025 lalu. Selanjutnya, Polresta Banyuwangi nantinya berkoordinasi dengan tim dari DVI Polda Jatim untuk proses identifikasi lebih lanjut.
"Sebab, penemuan jenazah ini ditemukan saat proses evakuasi bangkai KMP Tunu Pratama Jaya. Sehingga, jenazah perlu identifikasi lebih untuk mengetahui data ilmiahnya," jelasnya.
Lalu apakah sudah ada pihak keluarga korban KMP Tunu, yang mengkonfirmasi soal jenazah tersebut, AKBP Kadek Citra mengakui belum ada.
Namun, ketika nanti ada keluarga korban yang hendak konfirmasi terkait jenazah tersebut bisa langsung berkoordinasi dengan Polresta Banyuwangi atau bisa menyampaikan lewat Polres Jembrana.
Kemudian apakah sudah diketahui identitas awal seperti jenis kelamin atau lainnya, mantan Kasat Lantas Polres Tabanan ini mengakui masih perlu identifikasi lebih lanjut.
"Terkait itu (identitas) perlu identifikasi jenazah lebih lanjut," tandasnya. Untuk diketahui, sosok mayat ditemukan terdampar di Pantai Pengimuman, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Rabu 4 Februari 2026.
Jenazah dalam kondisi tidak utuh tersebut kemudian dievakuasi ke RSU Negara untuk Identifikasi lebih lanjut. Petugas gabungan mengevakuasi mayat tersebut sejauh 3 Km dari pantai dengan tandu.
Menurut informasi yang diperoleh, temuan mayat tersebut diketahui sekitar pukul 08.14 WITA. Saat itu, warga yang sedang beraktivitas di pantai melihat sosok mayat tersebut dalam kondisi tak utuh di pesisir Pantai Pengimuman.
Hal tersebut kemudian dilaporkan ke aparat setempat untuk penanganan evakuasi. TNI dan Polri wilayah Gilimanuk kemudian melakukan evakuasi untuk diarahkan ke RSU Negara. (*)