Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Harga emas global dalam beberapa hari terakhir mengalami penurunan setelah sebelumnya mencatat penguatan signifikan pada awal tahun.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil Sumbagsel, Novryandi, didampingi oleh Kepala Cabang Pegadaian Bengkulu, Ibnu Tri Budi Harto, mengatakan penurunan ini dipengaruhi dinamika pasar internasional.
Di antaranya penguatan dolar Amerika Serikat, aksi ambil untung oleh investor, serta sentimen kebijakan suku bunga global.
Berdasarkan pergerakan harian, harga emas tercatat turun sekitar 1–2 persen dari level tertingginya.
Kondisi tersebut turut berdampak pada harga emas di dalam negeri yang menyesuaikan dengan pergerakan pasar global.
Harga tersebut berlaku untuk harga beli emas ukuran 1 gram, sekaligus menjadi nilai buyback atau harga jual kembali di Pegadaian.
Meski mengalami penurunan, kondisi ini dinilai masih wajar dan merupakan bagian dari siklus investasi emas jangka panjang.
Sebagai instrumen lindung nilai atau safe haven, emas dikenal memiliki ketahanan nilai di tengah ketidakpastian ekonomi.
Baca juga: Syarat dan Cara Investasi Emas di Pegadaian Bengkulu, Bisa Mulai Cuma Rp10 Ribu
Fluktuasi harga dalam jangka pendek menjadi mekanisme alami pasar yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang investasi.
Mmasyarakat tidak perlu khawatir menghadapi penurunan harga emas saat ini.
Menurutnya, kondisi tersebut justru dapat dimanfaatkan sebagai momentum yang tepat untuk memulai investasi emas secara bertahap.
"Penurunan harga emas merupakan dinamika pasar yang sehat. Bagi investor jangka panjang, khususnya masyarakat yang ingin mulai berinvestasi, ini menjadi momentum yang baik untuk masuk. Emas tetap relevan sebagai instrumen lindung nilai untuk menjaga stabilitas keuangan," kata Novryandi, Rabu (4/2/2026).
Pegadaian terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan dengan menghadirkan akses investasi emas yang semakin mudah, praktis, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Selain memiliki likuiditas tinggi, emas juga dinilai efektif sebagai sarana diversifikasi portofolio serta pelindung nilai terhadap inflasi.
Dengan menabung emas secara rutin, masyarakat dapat membangun kebiasaan finansial yang sehat sekaligus mempersiapkan kebutuhan keuangan di masa depan.
Seiring dengan transformasi digital perusahaan, Pegadaian menghadirkan layanan investasi emas melalui aplikasi Tring! by Pegadaian.
Aplikasi ini memungkinkan masyarakat melakukan transaksi tabungan emas secara mudah, aman, dan real-time melalui ponsel.
Melalui Tring! nasabah dapat membeli emas dengan nominal ringan, memantau pergerakan harga secara transparan, menabung secara fleksibel kapan saja, hingga mencetak atau memanfaatkan emas untuk berbagai kebutuhan finansial lainnya.
Seluruh transaksi terintegrasi dengan sistem resmi Pegadaian dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Kami mengajak masyarakat memanfaatkan momentum penurunan harga ini dengan mulai menabung emas melalui layanan digital Tring! by Pegadaian. Investasi emas kini semakin praktis dan dapat diakses siapa saja, kapan saja," tutup Novryandi.