Jadi Lembaga Riset Swasta Pertama di Lombok Utara, Sekda KLU Apresiasi Keberadaan DRC
February 04, 2026 05:22 PM

 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK UTARA - Pengurus Lembaga Riset Dayan Gunung Research Center (DRC) melakukan silaturahmi ke Sekda Kabupaten Lombok Utara (KLU) Sahabuddin, Rabu (4/2/2026).

Silaturahmi ini dilakukan DRC dalam rangka perkenalan dan pemaparan program yang dilakukan DRC di Lombok Utara.

Dalam penyampaiannya, Wakil Direktur DRC Zulhadi mengatakan, DRC merupakan wadah akademis yang isinya pemuda-pemuda Lombok Utara yang bergelut di bidang akademisi dan praktisi.

Dalam waktu dekat DRC memiliki program Kelas Riset yang dilakukan untuk mengembangkan kapasitas pemuda KLU (khususnya mahasiswa) dalam bidang penelitian.

"Kami ke sini dalam rangka silaturahmi, dan mempermaklumkan kepada pihak Pemda untum kegiatan yang kami lakukan. Adapun dalam waktu dekat kami akan membuka Kelas Riset," kata Zulhadi, Akademisi yang sebentar lagi akan promosi Doktoral di bidang Ilmu Pemerintahan ini.

Akademisi Universitas 45 Mataram tersebut memaparkan, di Lombok Utara belum ada lembaga riset swasta, oleh karena itu DRC menjadi lembaga riset swasta pertama di tanah Dayan Gunung ini.

Lebih jauh, Zulhadi menerangkan, daerah (KLU) memiliki banyak hal yang berpotensi untuk dikaji sehingga pengembangan pembangunan daerah selalu berdasarkan hasil kajian.

"Pengembangan daerah selalu membutuhkan kajian. Yang paling pas mengkaji KLU adalah putra-putri Dayan Gunung, oleh sebab itu DRC ini lahir sebagai wadah akademis bagi anak-anak muda KLU dalam hal penelitian," tambah Zulhadi.

Baca juga: Mandalika Internasional Festival: Perpaduan Riset, Sains dan Budaya Lokal Menuju Panggung Global

Di kesempatan tersebut, Sekda KLU Sahabuddin mengapresiasi keberadaan DRC di gumi Tioq Tata Tunaq. Ia menyebutkan, peran para peneliti cukup penting untuk akselarasi pembangunan daerah. Kajian-kajian akademik mutlak diperlukan dalam pembangunan.

"Saya berterima kasih kepada saudara-saudara yang sudah membangun lembaga riset ini (DRC). Ini menunjukan bahwa Lombok Utara memiliki SDM-SDM yang unggul di bidang penelitian," kata Sahabuddin.

Menurutnya, banyak pemuda-pemuda Lombok Utara yang memiliki kemampuan dan berprofesi sebagai Akademisi, namun rata-rata mereka beraktivitas di luar KLU. Keberadaan para peneliti DRC membangun lembaga riset dan menjalin kemitraan dengan pemda ini sebagai bentuk pengabdian dan panggilan jiwa untuk tanah kelahiran.

"Saya menghargai sekali langkah teman-teman membuat lembaga riset ini. Saya pikir ini adalah bentuk pengabdian dan panggilan jiwa. Adanya DRC ini dapat menjadi wadah yang tepat bagi pemuda KLU dan mitra yang baik bagi pemerintah," terang Sahabuddin.

Keberadaan DRC diharapkan dapat merubah atmosfer atau iklim kepemudaan di Lombok Utara menjadi lebih kreatif dan inovatif. Diketahui, anggota peneliti yang dimiliki DRC merupakan akademisi-akademisi muda yang sudah berpengalaman di beberapa kampus ternama di NTB.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.