TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Institut Teknologi Sumatera (Itera) memastikan sistem operasional terhadap tiga unit Smart BRT Itera telah matang secara teknis.
Bus ini mengusung konsep transportasi cerdas yang terkoneksi internet, sehingga memungkinkan penumpang mengetahui posisi bus secara akurat melalui ponsel sebelum menuju halte.
Dosen Teknik Sipil Itera sekaligus Penanggung Jawab Smart BRT Itera, Muhammad Abi Berkah Nadi, mengatakan, bus ini dirancang untuk meminimalisir ketidakpastian waktu tunggu yang selama ini menjadi keluhan pengguna transportasi umum.
Abi memaparkan bahwa persiapan teknologi IoT (Internet of Things) sudah terpasang sepenuhnya pada tiga unit bus yang akan beroperasi.
Adapun teknologi IoT pada bus mengintegrasikan sensor, GPS, dan konektivitas internet untuk menciptakan sistem transportasi cerdas yang memantau kondisi kendaraan, lokasi, dan perilaku pengemudi secara real-time (waktu riil).
"Untuk unit yang akan dioperasionalkan ada tiga bus yang dijalankan. Jadi dari kesanggupan alat sudah kita kembangkan, termasuk sistem IoT-nya sudah terpasang, peluncurannya semoga bisa segera dalam waktubdekat," ungkap Abi Berkah Nadi diwawancara, Rabu (4/2/2026)
Terkait rute, Abi menjelaskan jalur yang akan ditempuh mulai dari pintu tol Kota Baru hingga ke kawasan pusat Kota Tanjung Karang.
"Trayeknya itu dari nanti kita akan lalui pintu tol Kota Baru ke MBK, tapi tadi sudah ada masukan agar trayek juga melintas ke arah Bundaran Gajah (Tugu Adipura) putar balik ke Jalan Kartini, Teuku Umar, Balik Lagi ke Way Halim serta ke arah Korpri, dan kembali ke Itera lagi," jelasnya.
Mengenai waktu operasional, Abi menyebut bus akan melayani masyarakat sejak pagi hingga petang dengan jeda antar bus yang teratur.
"Kalau untuk operasional kami akan lakukan setiap hari mulai jam 6 pagi sampai jam 6 sore," Kata dia.
"Perkiraan kami satu bus itu dari awal titik ke sampai mutar balik lagi ke titik awal rute yang dilalui kurang lebih itu makan waktu satu jam. Sehingga jeda antara tiap bus itu kurang lebih 15 hingga 20 menit," tambahnya.
Dengan tarif yang dipatok sebesar Rp5.000, Abi berharap dukungan penuh dari pemerintah dan antusiasme warga agar layanan ini dapat berkelanjutan.
"Sebenarnya layanan ini yang menjadi kunci keberhasilannya adalah peran serta antusias masyarakat dalam menggunakan transportasi umum," Kata Abi.
"Kami berharap masyarakat juga jangan sampai angin-anginan menggunakan transportasi umum," Imbuhnya.
Disinggung soal keberlanjutan trayek melayani ruas Kota Baru, Abi menyebut pihaknya siap mendukung penuh.
Ia berharap, layanan BRI ini ke depan tidak hanya melayani satu trayek.
Melalui kolaborasi dan sinergi dengan Dishub dan pemerintah daerah, pihaknya mendorong agar angkutan publik dapat saling terintegtasi baik antar moda maupun antar trayek.
"Kami juga berharap Pemerintah Daerah bisa mengembangkan trayek-trayek baru, termasuk dengan wacana bergabungnya 8 desa di Lampung Selatan ke Bandar Lampung yang melintasi Itera," kata Abi.
Dengan bergabungnya 8 desa ke wilayah Bandar Lampung, Abi menilai transportasi publik akan menjadi sarana hang sangat dibutuhkan ke depan.
"Termasuk rute dari Kota Baru menuju pusat Bandar Lampung maupun sebaliknya ke depan sangat dibutuhkan.
Dengan adanya BRT ini, Abi Menyebut bahwa Kampus Itera siap mendukung dan berkolaborasi untuk menyediakan layanan transportasi publik yang layak, aman, dan nyaman untuk masyarakat.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)