Guru SD Korban Penyekapan di Batang Hari Masih Trauma
February 04, 2026 07:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Kasus penyekapan dan perampokan yang menimpa seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi.

Namun hingga kini korban dan pihak keluarga masih belum bersedia memberikan keterangan kepada awak media.

Dari pantauan Tribunjambi.com pada sore hari sekira pukul 16.00 WIB  di kediaman korban di wilayah Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, kondisi tampak sepi. 

Pintu rumah tertutup rapat, sementara ada beberapa jurnalis terlihat mendatangi lokasi untuk meminta keterangan, namun belum mendapatkan respons dari pihak keluarga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat yang enggan di sebutkan namanya, korban diketahui bernama Resi berusia sekira 39 tahun.

Seorang guru yang lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). 

Sebelumnya, korban sempat mengajar di SMP Negeri 3 Muara Bulian sebelum kemudian mengajar di SD Negeri 42/1 Lubuk Ruso.

" Sudah sekira dua tahun beliau mengajar di Pemayung. Sehari-hari memang pulang pergi menggunakan travel," ujar seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.

Menurut penuturan warga, pihak keluarga korban sempat enggan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. 

Namun setelah mendapat masukan dari sejumlah tetangga, laporan akhirnya dibuat.

" Awalnya keluarga tidak mau melapor. Setelah ada saran dari tetangga, baru akhirnya dilaporkan ke polisi," katanya.

Terkait alasan keluarga sempat tidak ingin ada pelaporan, warga tersebut mengaku tidak mengetahui secara pasti.

Namun, ia menduga hal itu berkaitan dengan rasa takut dan kemungkinan adanya ancaman.

" Kalau alasan pastinya saya kurang tahu. Mungkin karena takut atau ada ancaman, tapi itu saya tidak tahu persis," ujarnya.

Lebih lanjut, warga menyebutkan bahwa hingga saat ini korban dan keluarga masih mengalami trauma berat akibat peristiwa tersebut. 

Kondisi itu diduga menjadi alasan utama pihak keluarga belum bersedia memberikan keterangan kepada media.

" Keluarga dan korban masih benar-benar trauma. Itu kemungkinan kenapa sampai sekarang belum mau memberikan keterangan," tutupnya.

Sebelumnya, peristiwa penyekapan dan perampokan tersebut terjadi pada Selasa, 3 Januari 2026 lalu. 

Saat itu, korban diduga menjadi korban kejahatan di dalam mobil pribadi yang diduga merupakan travel ilegal.

Dalam kejadian tersebut, korban disebut disekap dan dirampok oleh tiga orang pelaku.

Video kondisi korban yang mengenakan seragam PNS dan menangis histeris sempat beredar luas di media sosial dan menarik perhatian publik. (Tribunjambi.com/ Khusnul Khotimah)

Baca juga: Guru SD Korban Penyekapan dan Perampokan di Batang Hari Lapor Polisi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.