Persebaya Surabaya Pincang Jelang Bali United
February 04, 2026 08:32 PM

 

SURYA.CO.ID , SURABAYA - Persebaya Surabaya menghadapi laga tandang melawan Bali United dalam laga Pekan 20 Super League 2025-2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (7/2/2026), dengan kondisi pincang. 

Sejumlah pemain kunci absen, namun pelatih Bernardo Tavares tetap menegaskan optimisme tim untuk meraih tiga poin.

Absennya Bruno Moreira, Milos Raickovic, Toni Firmansyah, Bruno Paraiba, dan Gustavo Fernandes membuat Bajol Ijo harus mencari solusi darurat.

Kondisi ini menjadi ujian bagi pemain baru dan pelapis untuk menunjukkan kualitas mereka.

Meski kehilangan banyak pilar, Persebaya tetap percaya diri.

Rekor 12 laga tak terkalahkan menjadi modal penting, ditambah motivasi tinggi untuk menjaga posisi di papan atas Super League 2025/2026.

 

Baca juga: Sisi Lain Laga Bali United Vs Persebaya, Bernardo Tavares Waspadai Keuntungan Recovery Tuan Rumah


Absennya Bruno Moreira, Milos Raickovic, Toni Firmansyah, Bruno Paraiba, dan Gustavo Fernandes

Bruno Moreira harus menepi karena akumulasi kartu kuning.

Sang kapten dikenal sebagai motor serangan dan pemimpin di lapangan, sehingga absennya menjadi kehilangan besar bagi Persebaya.

Milos Raickovic juga tidak bisa diturunkan karena kondisi yang sama, larangan bermain akumulasi kartu. 

Gelandang asal Montenegro ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan lini tengah.

Toni Firmansyah menambah daftar pemain yang absen.

Kehilangan gelandang muda ini membuat opsi rotasi semakin terbatas.

Baca juga: Persebaya Surabaya Incar Riyan Ardiansyah Pemain Malut, Bursa Transfer Memanas

 

Bruno Paraiba, striker asal Brasil yang sempat mencetak gol debut, masih dalam pemulihan cedera.

Ia sudah absen saat Persebaya ditahan imbang Dewa United.

Gustavo Fernandes, bek anyar asal Brasil, belum sempat debut karena cedera pangkal paha.

Ia sudah absen dalam dua laga terakhir sejak diperkenalkan sebagai rekrutan baru.

Absennya lima pemain ini membuat Persebaya harus mengandalkan kombinasi pemain baru dan pelapis.

Pedro Matos dan Jefferson Silva diharapkan bisa menutup celah di lini tengah dan pertahanan.

Jefferson Silva sudah menunjukkan ketenangan di lini belakang, sementara Pedro Matos mampu mengatur tempo permainan.

Bruno Paraiba yang absen membuat Malik Risaldi dan Paulo Gali Freitas berpotensi dimainkan lebih ofensif sebagai striker darurat.

Eksperimen ini memang belum ideal, tetapi menunjukkan fleksibilitas tim dalam menghadapi situasi sulit.

Persebaya sebelumnya melepas enam pemain di putaran kedua, termasuk Rizky Dwi dan Kadek Raditya.

Sebagai gantinya, mereka mendatangkan empat pemain asing baru.

Namun, cedera dan akumulasi kartu membuat skuad baru belum bisa tampil lengkap.

Tavares menegaskan bahwa kondisi ini harus dijadikan peluang bagi pemain lain untuk membuktikan diri.

Dengan absennya banyak pilar, Persebaya harus lebih kreatif dalam menyusun strategi.

Situasi ini menjadi ujian mental sekaligus kesempatan bagi pemain muda untuk tampil lebih berani.

 

Baca juga: Persebaya vs Bali United: Bernardo Tavares Minta Lupakan Skor 5-2, Fokus Curi Poin


Bernardo Tavares Optimistis Pemain Lain Bisa Tampil Maksimal


Bernardo Tavares menegaskan bahwa absennya sejumlah pemain kunci tidak boleh dijadikan alasan.

“Tapi ini menjadi kesempatan pemain lain untuk menunjukkan bahwa mereka telah berkembang dan meningkat,” ujarnya.

Pelatih asal Portugal itu menekankan pentingnya fokus penuh di laga melawan Bali United.

“Kami harus memiliki rencana yang baik. Dan berusaha untuk tidak melakukan banyak kesalahan,” katanya.

Tavares juga menyoroti jadwal padat yang membuat timnya memiliki waktu istirahat lebih sedikit dibanding lawan.

Meski begitu, ia tetap optimistis Persebaya bisa meraih hasil positif.

Modal penting Bajol Ijo adalah rekor 12 laga tak terkalahkan, melewati catatan Borneo FC dan Malut United.

Dua kemenangan dan satu imbang bersama Tavares menjadi bukti kebangkitan tim.

Pelatih berusia 45 tahun itu menegaskan pentingnya menjaga mentalitas optimis.

“Kami akan bekerja keras, akan mencoba untuk mendapatkan tiga poin. Kami harus optimis,” pungkasnya.

Baca juga: Rekam Jejak Laga Bali United vs Persebaya Surabaya, Sarat Gengsi Tensi Tinggi

 

Persebaya memang sedang dalam kepercayaan diri tinggi. 

Dukungan penuh Bonek dan Bonita diharapkan memberi energi tambahan.

Tavares menilai setiap pemain harus siap dimainkan di posisi berbeda.

Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan tim.

Eksperimen Malik Risaldi dan Paulo Gali sebagai striker darurat menjadi bagian dari strategi darurat.

Dengan absennya Bruno Moreira dan Bruno Paraiba, fleksibilitas pemain semakin dibutuhkan.

Tavares menegaskan bahwa setiap pertandingan berbeda.

Ia meminta pemain melupakan kemenangan besar 5-2 di putaran pertama.

“Pertandingan itu tidak akan membantu kami di pertandingan yang akan datang. Tapi tentu saja kami harus terus optimis,” tegasnya.

Dengan kondisi ini, Persebaya berharap bisa tetap kompetitif meski tampil pincang.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.