BELASAN Siswa SMPN 2 Negara Kesurupan, Sebut "Nira Kebus" Sambil Tunjuk Pelinggih
February 04, 2026 10:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN –  Suasana Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Marga, Kabupaten Tabanan Rabu 4 Februari 2026 mendadak tegang. Hal itu karena belasan siswa di sekolah tersebut kesurupan.

Bahkan saat kesurupan itu, salah satu siswa menyebutkan jika badannya panas dan menuding salah aatu pelinggih di sekolah tersebut.

"Kebus nira (panas saya), kebus nira," ujar Plt Kepala SMPN 2 Marga, Ni Made Dian Kurnia menirukan suara murid yang kesurupan saat dikonfirmasi.

Pihak sekolah katanya bergerak cepat, menyikapi peristiwa kesurupan massal yang dialami belasan siswi saat kegiatan literasi sekolah. Untuk mencegah kondisi meluas, sekolah memutuskan memulangkan seluruh siswa lebih awal.

Baca juga: DISDIK Jamin Tak Dibagikan ke Siswa, Menu MBG di Karangasem Diduga Tidak Layak Konsumsi 

Baca juga: TEWAS Saat Snorkeling di Nusa Penida, Jasad WNA Korea Selatan Mengambang Usai 10 Menit Menyelam!

"Keputusan tersebut diambil demi menjaga ketenangan dan keselamatan siswa. Mengingat, suasana sekolah sempat panik setelah sejumlah siswi menunjukkan gejala kerauhan secara bersamaan," sambung Dian Kurnia.

"Kami mengambil langkah antisipatif agar kesurupan tidak merembet ke siswa lain. Setelah situasi agak kondusif dan MBG diberikan, siswa kami pulangkan lebih awal," tambahnya.

Ia menjelaskan, kejadian bermula saat sekolah menggelar kegiatan literasi internal yang diawali dengan persembahyangan bersama.

Salah satu siswi tiba-tiba mengalami kesurupan dan dibawa ke ruang guru. Tidak berselang lama, belasan siswi lainnya yang berada di lapangan turut berteriak histeris.

Dalam kondisi tersebut, salah satu siswi yang kesurupan mengeluhkan panas pada tubuhnya dan menunjuk pelinggih berupa bebaturan di sisi barat sekolah. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh para guru.

"Dari keterangan yang disampaikan, disebutkan bahwa di lokasi tersebut tidak diperbolehkan menghaturkan canang menggunakan dupa. Selama ini memang ada ketentuan seperti itu, namun kemungkinan murid baru belum mengetahuinya," jelas Dian Kurnia.

Untuk menenangkan para siswi, pihak sekolah segera menghubungi pemangku. Setelah dilakukan penanganan secara niskala, kondisi para siswi berangsur membaik dan aktivitas sekolah dihentikan sementara.

Sebagai langkah lanjutan, SMPN 2 Marga juga berencana melaksanakan upacara pecaruan dan Rsi Gana sebagai bentuk permohonan maaf secara niskala agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kami masih menunggu petunjuk dari pemangku terkait waktu pelaksanaan upacara. Yang jelas, ini menjadi evaluasi bagi kami untuk memberikan pemahaman lebih awal kepada siswa, khususnya murid baru," imbuhnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.