Lahan Pertanian Seluas 70 Are Milik Warga Desa Napan Terdampak Longsor, Terancam Gagal Panen 
February 04, 2026 11:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Lahan pertanian milik warga Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT bernama Yakobus Saba terdampak longsor. Lahan pertanian itu berlokasi di RT 001, RW 001.

Longsor tersebut terjadi pada pekan lalu. Bencana longsor ini menyebabkan pemilik lahan khawatir. Pasalnya, sebagian lahan pertanian itu sudah mengalami penurunan permukaan tanah.

Pemilik lahan bernama Yakobus Saba mengaku tidak dapat berbuat banyak terhadap kondisi lahan pertanian miliknya tersebut. Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang beberapa waktu terakhir menyebabkan permukaan tanah lahan pertanian ini menurun.

"Pemerintah desa sudah datang lihat langsung saya punya kebun," ujarnya, Rabu, 

Puncak penurunan permukaan tanah ini terjadi pada Sabtu, 31 Januari 2026 pekan lalu. Diperkirakan sekitar 70 are lahan pertanian tersebut mengalami penurunan permukaan tanah.

Baca juga: Satu Unit Rumah di Desa Napan, Kabupaten TTU Terancam Longsor 

Ia menegaskan apabila hujan lebat kembali melanda wilayah desa tersebut, lahan pertanian tersebut dipastikan mengalami longsor. Bencana longsor ini tidak pernah diprediksi sebelumnya.

Sebagian tanah kebun milik warga ini telah mengalami longsor dengan kondisi rekahan tanah yang cukup besar. Lahan pertanian ini sudah ditanam jagung dan padi.

Lahan pertanian tersebut, kata Yakobus, merupakan satu-satunya harapan ia bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Fenomena ini menjadi kekhawatiran tersendiri untuk ia dan keluarganya.

"(Tanaman) Padi juga sudah tinggi, jagung juga sudah tinggi semua," ungkapnya.

Kepala Desa Napan, Wendelinus Kefi mengatakan, pihaknya telah menerima informasi dan meninjau langsung lokasi lahan pertanian milik warga tersebut.

Setelah menerima informasi ini, kata Wendelinus, Pemerintah Desa telah menyurati BPBD Kabupaten TTU dan mengirim dokumentasi tentang kondisi di lapangan.

"Selain kebun milik warga," ujarnya, 

Satu unit rumah milik warga Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bernam Ludovikus Oki terancam longsor. Rekahan tanah telah mencapai halaman rumah tersebut.

Lokasi ini sebelumnya telah dipasang Galbion (kawat bronjong). Rekahan di sekitar rumah yang terletak di RT 001, RW 001 itu terjadi pada Sabtu, 31 Januari 2026 lalu. Ancaman longsor ini terjadi setelah intensitas hujan tinggi melanda wilayah Kabupaten TTU beberapa pekan terakhir. 

Longsor dalam skala besar diperkirakan terjadi apabila curah hujan tinggi melanda wilayah itu. Rumah milik warga ini berada di ketinggian. Dimana di halaman rumah tersebut terdapat turunan tajam.

Setelah melakukan survei di lapangan, Pemerintah Desa Napan langsung menindaklanjuti laporan tersebut kepada BPBD Kabupaten TTU. 

"Kalau hujan lebat lagi itu berpotensi (longsor). Karena jarak antara rekahan tanah dan pondasi rumah sudah sangat dekat," ujarnya.

Diperkirakan jarak rekahan tanah dan pondasi rumah tersisa 1 meter. Galbion (kawat bronjong) diduga dipasang hanya untuk menahan pergerakan tanah.

Dikatakan Wendelinus, galbion dipasang di sepanjang turunan di depan rumah itu. Namun, diperkirakan tidak dapat menahan ancaman longsor tersebut. (bbr)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.