Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Yayasan Masyarakat Cemerlang Bersama (YMCB) Aceh menggelar aksi-3 bertajuk Normalisasi Pembelajaran di Sekolah dan Madrasah Terdampak Banjir Aceh Tahun 2025 dengan tema “Menjaga Asa Tetap Tembus Kuliah ke Berbagai PTN dalam Cobaan Banjir”.
Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan masyarakat sipil untuk mempercepat pemulihan layanan pendidikan pasca bencana banjir di Aceh yang dilaksanakan di sejumlah sekolah menengah atas dan madrasah Kabupaten Pidie Jaya (Pijay) dan Bireuen selama dua hari hingga Rabu (4/2/2026).
Fokus kegiatan diarahkan pada bimbingan karir serta pendampingan strategi menghadapi seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNBP dan SNBT) bagi siswa SMA dan MA yang proses belajarnya sempat terganggu akibat banjir.
Di Pidie Jaya, pendampingan dilakukan di MAN 1 Meureudu dan SMAN 1 Meureudu. Sementara di Bireuen, kegiatan dilaksanakan di SMAN 1 Jangka, MAN 7 Bireuen, dan SMAN 1 Bireuen. Setiap sesi diikuti puluhan siswa dan mendapat respons positif dari peserta.
Pimpinan aksi, Mukhlis Mukhtar menyampaikan, kegiatan ini menjawab kebutuhan nyata siswa di wilayah terdampak bencana. “Siswa sangat antusias karena kegiatan bimbingan karier terbuka seperti ini jarang dilakukan, terutama dalam memberikan arahan konkret terkait masa depan pendidikan mereka. Kegiatan ini terlaksana berkat donasi dari beberapa perusahaan serta dukungan masyarakat secara individual,” ujarnya.
Materi bimbingan mencakup pengenalan potensi diri, pemilihan program studi sesuai bakat dan minat, serta strategi efektif menjawab soal-soal seleksi masuk PTN. Salah satu narasumber, Faisal Anwar menilai, pendekatan tersebut membantu siswa mengambil keputusan pendidikan secara lebih terarah.“Melalui kegiatan ini, siswa dapat mengenali potensi dirinya, melihat peluang pendidikan secara realistis, dan berani mempersiapkan masa depan,” jelasnya.
Narasumber yang lain, Safwan Nazaruddin, menyatakan kegiatan ini meningkatkan motivasi siswa untuk memperkuat kompetensi pendukung seleksi masuk perguruan tinggi, terutama kemampuan bahasa Inggris.
“Siswa semakin termotivasi untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris karena sangat dibutuhkan dalam menjawab soal-soal tes masuk PTN dan memahami berbagai bidang ilmu,” ungkapnya.
Baca juga: UIN Ar-Raniry Kirim 20 Mahasiswa Psikologi Dampingi Penyintas Banjir di Pijay
Sementara Ketua YMCB Aceh, Lukman Ibrahim, mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, terutama sekali lembaga donor PT Ecotropica, Rekanan PTPN dan donatur personal yang terlibat dalam kegiatan tersebut. “Apresiasi yang sangat tinggi kami berikan kepada pimpinan aksi, para narasumber dan pimpinan sekolah dan madrasah yang sangat welcome terhadap aksi ini,” ucapnya.
Lukman menyatakan, YMCB akan terus menggagas aksi-aksi lanjutan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak banjir. “Sambil berkoordinasi dengan lembaga pendidikan setempat dan lembaga-lembaga pemerintah lainnya,” pungkasnya.(*)