Polisi Gorontalo Selidiki Kematian Didik Pratama, Korban Sempat Keluhkan Dada Sesak dan Muntah Darah
February 04, 2026 08:38 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Aparat Kepolisian saat ini tengah mendalami dan menyelidiki secara intensif penyebab kematian seorang pria bernama Didik Pratama yang ditemukan tidak bernyawa di kamar kosnya. 

Penyelidikan ini dilakukan setelah muncul keterangan bahwa korban sempat mengeluhkan sesak di bagian dada dan mengalami gejala muntah darah sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Warga Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, digegerkan dengan penemuan sesosok pria tersebut pada Rabu (4/2/2026).

Jasad korban ditemukan pertama kali di salah satu rumah kos di wilayah tersebut pada sore hari sekitar pukul 15.00 Wita.

Pihak kepolisian yang menerima laporan warga segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan awal.

Langkah cepat diambil oleh aparat guna mengamankan lokasi sebelum dilanjutkan dengan prosedur olah tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi Terima Laporan Warga

Informasi mengenai penemuan jenazah ini awalnya diterima oleh personel Polsek Telaga Biru dari laporan masyarakat setempat.

Segera setelah laporan masuk, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi guna memastikan kondisi pria yang dilaporkan tersebut.

Kanit Intel Polsek Telaga Biru, Bripka Alfian Thaib, mengonfirmasi bahwa laporan awal masuk ke pihaknya pada sore hari.

Menurut keterangan Bripka Alfian, laporan resmi diterima kepolisian sekitar pukul 15.11 Wita.

Ia memperkirakan waktu penemuan atau kejadian tersebut tidak jauh dari jam diterimanya laporan tersebut.

Setelah personel Polsek Telaga Biru tiba, pengamanan di area sekitar kamar kos langsung dilakukan untuk menjaga status quo.

Tidak berselang lama, sejumlah personel dari Polda Gorontalo juga turut tiba di lokasi kejadian perkara.

Kehadiran personel Polda Gorontalo bertujuan untuk memperkuat proses identifikasi dan penyelidikan awal.

Tim Inafis dikerahkan ke lokasi untuk melakukan olah TKP secara mendalam guna mengungkap fakta-fakta di lapangan.

Keterlibatan Tim Inafis sangat krusial untuk mencari petunjuk fisik yang berkaitan dengan penyebab pasti kematian korban.

Identitas Korban Terungkap

PENEMUAN MAYAT – Petugas kepolisian bersama tim Inafis Polda Gorontalo melakukan olah TKP di salah satu rumah kos di Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, usai ditemukannya sesosok pria berinisial DPK (33) dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (4/2/2026) sore.
PENEMUAN MAYAT – Petugas kepolisian bersama tim Inafis Polda Gorontalo melakukan olah TKP di salah satu rumah kos di Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, usai ditemukannya sesosok pria berinisial DPK (33) dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (4/2/2026) sore. (TribunGorontalo.com)

Identitas korban kemudian teridentifikasi sebagai Didik Pratama Karim, seorang pria berusia 33 tahun.

Berdasarkan data kependudukan, korban berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Boalemo.

Alamat lengkap korban tercatat berada di Dusun Taruna, Desa Tangkobu, Kecamatan Paguyaman.

Polisi mulai menghimpun informasi sementara dari orang-orang terdekat serta lingkungan pertemanan korban di sekitar kos.

Dari penelusuran awal, ditemukan fakta bahwa Didik pernah mengeluhkan kondisi kesehatannya beberapa waktu terakhir.

Bripka Alfian menyebutkan bahwa korban sering bercerita kepada temannya mengenai rasa sakit yang dideritanya.

Keluhan utama yang disampaikan korban adalah rasa sakit atau sesak pada bagian dada.

Selain sesak dada, informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa korban juga kerap mengalami muntah darah.

Meski terdapat riwayat keluhan kesehatan tersebut, polisi belum memberikan kesimpulan final mengenai penyebab kematian.

Penyelidikan masih terus berjalan untuk memastikan apakah kematian murni karena penyakit atau ada faktor lain.

Saat pertama kali ditemukan oleh saksi, posisi korban berada di dalam kamar kos dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Bripka Alfian menjelaskan bahwa posisi tubuh korban saat itu terlihat seperti orang yang sedang beristirahat.

Tubuh Didik ditemukan dalam posisi mengarah miring, selayaknya posisi seseorang saat sedang tidur.

Kondisi fisik jasad saat ditemukan menunjukkan bahwa kematian tidak terjadi sesaat sebelum ditemukan.

Aparat di lapangan mencium adanya aroma tidak sedap yang mulai tercium dari jenazah korban di dalam kamar tersebut.

Berdasarkan kondisi aromanya, polisi memperkirakan korban sudah meninggal dunia sejak beberapa waktu yang lalu.

Dugaan awal kepolisian menyebutkan kemungkinan korban meninggal dunia pada malam hari sebelum ditemukan atau sore hari sebelumnya.

Selain fokus pada TKP, polisi juga menggali latar belakang keluarga korban untuk keperluan koordinasi.

Ayah kandung korban diketahui telah meninggal dunia sekitar dua tahun yang lalu.

Korban sendiri sebenarnya merupakan orang asli wilayah Tuladenggi, tempat lokasi kos tersebut berada.

Saat ini, ibu kandung korban diketahui bertempat tinggal di wilayah Paguyaman, Kabupaten Boalemo.

Sebelum memutuskan tinggal di kos, korban sempat memiliki riwayat tinggal bersama kerabatnya.

Korban pernah tinggal bersama pamannya yang diketahui menjabat sebagai lurah di Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo.

Namun, menurut keterangan pihak keluarga, korban Didik Pratama memang memiliki kecenderungan untuk hidup mandiri.

Pamannya menjelaskan bahwa korban lebih suka tinggal sendiri, yang menjadi alasannya menyewa kamar kos di Tuladenggi.

Setelah seluruh proses olah TKP oleh Tim Inafis selesai, jenazah korban langsung dievakuasi dari kamar kos.

Jenazah Didik Pratama dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis resmi guna mencocokkan fakta keluhan muntah darah dengan penyebab kematian.

 

(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.