TRIBUNNEWSMAKER.COM, SUKOHARJO - Proses pembangunan Sekolah Rakyat di Jalan Gading Indah, Gabahan, Jombor, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, kini telah memasuki tahap perataan tanah.
Setelah tahapan tersebut rampung, pembangunan akan dilanjutkan ke tahap fisik gedung permanen.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan saat ini pengerjaan masih fokus pada perataan lahan.
Ia menyebut pembangunan gedung Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang melibatkan kementerian sosial.
“Untuk fisik bangunan Sekolah Rakyat sedang dibangun. Dari Gubernur juga telah mengeluarkan surat edaran terkait reintegrasi pekerja anak yang ada di daerah agar didorong kembali bersekolah melalui Sekolah Rakyat,” ujar Yunia, Rabu (4/2/2026).
Yunia menjelaskan, pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Sukoharjo saat ini masih berada pada tahap awal.
Sementara untuk program penyelenggaraan pendidikan, termasuk pengelolaan sekolah, belum sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah daerah.
Baca juga: Kualitas Hidup Masyarakat Sukoharjo Meningkat,Program Pembangunan Dinilai Tepat Sasaran
“Program-program lainnya seperti penyelenggara dan sebagainya memang belum diserahkan ke kami,” katanya.
Pembangunan gedung Sekolah Rakyat ditargetkan selesai pada Juni 2026.
Dalam prosesnya, Dinas Sosial Sukoharjo hanya berperan melakukan monitoring, sementara kewenangan lain berada di tangan pemerintah pusat.
“Dinas Sosial Sukoharjo hanya diperintah untuk melakukan monitoring saja. Untuk yang lain, termasuk perekrutan guru pengajar Sekolah Rakyat, itu menjadi kewenangan pemerintah pusat,” lanjut Yunia.
Ia menambahkan, pembangunan gedung Sekolah Rakyat telah mulai dikerjakan sejak Desember 2025.
Dampak dari aktivitas pembangunan tersebut menyebabkan jalan perkampungan di sekitar lokasi mengalami kerusakan.
Meski demikian, Yunia meminta masyarakat untuk bersabar.
Baca juga: Pemkab Sukoharjo Matangkan Dua Proyek Strategis, DED Jadi Kunci Penataan Kota
Ia memastikan kondisi jalan akan diperbaiki dan dikembalikan seperti semula setelah proses pembangunan selesai.
Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo diminta oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk menyediakan lahan seluas kurang lebih 5 hektare.
Lahan tersebut digunakan untuk pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Sebelumnya, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono telah meninjau langsung lahan seluas 5,1 hektare di Jalan Gading Indah, Gabahan, Jombor, Bendosari, Sukoharjo, pada Sabtu (25/10/2025).
Berdasarkan hasil peninjauan, lahan tersebut dinyatakan layak untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Kabupaten Sukoharjo menjadi salah satu dari 104 titik lokasi pembangunan Sekolah Rakyat tahap pertama di Indonesia.
Ke depan, pemerintah menargetkan 514 kabupaten/kota dapat memiliki minimal satu Sekolah Rakyat.
“Di Sukoharjo akan ikut program pembangunan untuk tahap pertama. Tahap pertama ada 104 titik, dan Sukoharjo menjadi salah satu titik pembangunan,” jelas Agus Jabo.
Saat ini, tercatat sebanyak 166 Sekolah Rakyat rintisan telah dibangun. Ke depan, siswa yang saat ini menempuh pendidikan di sekolah rintisan akan dipindahkan ke sekolah permanen setelah pembangunan rampung.
“Sekolah yang dibangun di tahun 2025 merupakan sekolah rintisan dan sifatnya sementara. Nantinya harus pindah ke sekolah permanen,” tuturnya.
Agus Jabo berharap pembangunan Sekolah Rakyat permanen dapat berjalan sesuai rencana sehingga pada tahun berikutnya dapat segera beroperasi.
Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep boarding school yang dilengkapi fasilitas lengkap.
“Nantinya ada ruang kelas, asrama, dapur, tempat makan, laboratorium, perpustakaan, tempat ibadah, hingga lapangan olahraga. Termasuk juga asrama untuk guru, kepala sekolah, dan tenaga pendidik. Konsepnya seperti itu dan saat ini sedang kita persiapkan,” pungkasnya. (TribunSolo.com, Anang Ma'ruf)