Kualitas Hidup Masyarakat Sukoharjo Meningkat,Program Pembangunan Dinilai Tepat Sasaran
February 04, 2026 08:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM, SUKOHARJO - Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sukoharjo kembali menunjukkan tren positif pada tahun 2025. 

Berdasarkan data yang diterima TribunSolo.com, skor IPM Sukoharjo tercatat mencapai 79,90, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya 79.30.

Capaian tersebut sekaligus mengukuhkan posisi Kabupaten Sukoharjo sebagai daerah dengan IPM tertinggi di Jawa Tengah serta berhasil mempertahankan peringkat 10 besar secara nasional sejak 2022. 

Peningkatan ini menjadi indikator keberhasilan program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo di bawah kepemimpinan Bupati Etik Suryani.

Sebagai informasi, IPM digunakan untuk mengukur kualitas hidup dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu daerah.

Pengukuran IPM tidak hanya didasarkan pada pertumbuhan ekonomi, tetapi mencakup tiga dimensi utama, yakni kesehatan (umur panjang dan hidup sehat), pendidikan (pengetahuan), serta ekonomi (standar hidup layak).

Baca juga: Pemkab Sukoharjo Matangkan Dua Proyek Strategis, DED Jadi Kunci Penataan Kota

Skor IPM Sukoharjo dalam lima tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan. 

Pada 2021, IPM Sukoharjo tercatat sebesar 77,13, kemudian naik menjadi 77,94 pada 2022. Tren positif berlanjut pada 2023 dengan skor 78,65, meningkat lagi menjadi 79,30 pada 2024, dan kembali melonjak menjadi 79,90 pada 2025.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sukoharjo, Rudiyanto, menyampaikan capaian tersebut merupakan bukti keberhasilan program-program pembangunan daerah yang dijalankan secara konsisten.

“Skor IPM Sukoharjo hampir menyentuh angka 80,00. IPM Sukoharjo tertinggi se-Jawa Tengah dan masuk 10 besar secara nasional sejak 2022. Capaian ini berhasil dipertahankan sejak 2021,” ujar Rudiyanto kepada TribunSolo.com, Rabu (4/2/2025).

Menurutnya, tingginya skor IPM mencerminkan kemampuan masyarakat dalam mengakses dan memanfaatkan hasil pembangunan, baik dalam aspek pendapatan, pendidikan, maupun kesehatan. 

Hal ini menandakan pembangunan fisik dan nonfisik yang dijalankan Pemkab Sukoharjo benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Baca juga: Mahasiswa Penerima Sukoharjo Pintar 2025 Kenalkan Program Beasiswa ke Siswa SMA/SMK

“Implikasinya, kualitas hidup masyarakat semakin meningkat berkat keberhasilan program prorakyat yang dijalankan Pemkab Sukoharjo,” tambahnya.

Pemkab Sukoharjo terus menggenjot pembangunan infrastruktur tanpa mengesampingkan pembangunan sumber daya manusia (SDM). 

Berbagai program unggulan digulirkan, di antaranya Beasiswa Kuliah Sukoharjo Pintar, santunan kematian, penanganan dan pencegahan stunting, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan perempuan, serta perlindungan anak.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo Etik Suryani menjelaskan capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Pemkab Sukoharjo untuk terus berinovasi dalam bidang pendidikan dan kesehatan, sebagai dua kebutuhan dasar pembangunan manusia.

“Kami terus melakukan inovasi di bidang pendidikan. Salah satunya, memberikan beasiswa gratis bagi anak berprestasi dari keluarga kurang mampu yang terdata sebagai warga kurang mampu. Mereka kami biayai kuliah hingga selesai, sebesar Rp12 juta per tahun,” jelasnya.

Selain itu, Pemkab Sukoharjo juga tengah membangun dua Sekolah Dasar Negeri Unggulan.

Masing-masing di wilayah Krajan dan Telukan, untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan dasar di berbagai wilayah.

Dari sisi kesehatan, Etik menyebut pemerintah daerah turut memberikan dukungan nyata bagi kader Posyandu.

“Kita memberikan PMT senilai Rp200 ribu per Posyandu, dengan total anggaran hampir Rp7 miliar untuk seluruh Posyandu di Sukoharjo,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Etik juga menyoroti inovasi daerah di bidang inklusi sosial. 

Sukoharjo menjadi satu-satunya daerah di Solo Raya yang memiliki sanggar inklusif bagi anak-anak disabilitas di 12 kecamatan.

“Kami menyediakan fasilitas terapi gratis dan pendidikan sesuai kebutuhan anak-anak disabilitas. Ini bentuk komitmen kami dalam memberikan ruang dan kesempatan yang sama bagi semua warga,” katanya.

Adapun sejumlah program unggulan Pemkab Sukoharjo yang mendukung peningkatan IPM meliputi Beasiswa Kuliah Sukoharjo Pintar, Terangi Jalanku, Umrah Gratis untuk Takmir Masjid, Santunan Kematian, Pengentasan Kemiskinan, Sukoharjo Berkarakter, Sukoharjo Mengaji, serta Sukoharjo Spektakuler. (TribunSolo.com, Anang Ma'ruf)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.